Perbankan Syariah akan Dikembangkan di Australia
By Republika Contributor
Kamis, 23 Oktober 2008 pukul 16:56:00
Font Size
A
A
A
EMAIL
PRINT
MELBOURNE
-- Institusi keuangan pemerintah Australia mempertimbangkan mengenalkan
perbankan syariah dan prinsip-prinsipnya ke dalam sistem keuangan
Australia.
Para ahli industri mengatakan perbankan syariah
adalah salah satu sektor yang memiliki pertumbuhan tercepat dalam
industri perbankan dunia. Perbankan syariah diprediksi bernilai 200
miliar US dolar di seluruh dunia. Asialink Islamic Banking Colloquium
yang diselenggarakan di Melbourne telah mendengar bahwa bank syariah
berhasil keluar dari krisis ekonomi dengan memegang prinsip-prinsip
Islam dalam menghimpun keuntungan dan bagi hasil antara bank dan
nasabah.
Akademisi bank syariah dari Universitas Melbourne,
Professor Abdullah Saeed mengatakan bank syariah memiliki pertumbuhan
yang potensial di Australia. “Ada komunitas muslim di sini, tetapi
komunitas tersebut bukan hanya untuk muslim di Australia,” kata
Abdullah, Kamis (23/10), seperti dilansir dari situs
radioaustralia.net.au.
Menurut dia, banyak bank-bank
konvensional yang tertarik dan sejumlah bank syariah juga mulai masuk
ke Australia, sehingga tidak hanya membicarakan mengenai isu Islam.
“Ini hanyalah salah satu dari sekian cara untuk berkompromi dengan
perbankan dan keuangan yang secara kebetulan berlandaskan Islam,” ujar
Abdullah.
Sementara itu pemerintah Australia dan
politisi-politisi oposisi tidak berbeda pendapat mengenai bagaimana
jaminan tabungan bank yang tak terbatas akan berdampak pada suku bunga.
Pemerintah melakukan proposal jaminan sebagai responnya untuk mengatasi
masalah keuangan global yang sedang terjadi. Sementara para oposisi
mengatakan jaminan tabungan bank yang tak terbatas merupakan sebuah
kegagalan, pemerintah Australia berargumen bahwa turunnya tingkat bunga
peminjaman adalah merupakan tanda bahwa hal tersebut bekerja. - c67/ah