Nasabah Non Muslim Inggris Datangi Bank Syariah
By Republika Contributor
Kamis, 23 Oktober 2008 pukul 17:07:00
Font Size
A
A
A
EMAIL
PRINT
LONDON
— Pada hari Jumat siang minggu lalu, para nasabah datang
berbondong-bondong menuju Bank Islam Britania (IBB) di cabang London
Barat. Mereka yang datang bukan Muslim saja, melainkan juga nasabah
non-Muslim.
Pada saat bank konvensional banyak berguguran akibat
kredit macet dan krisis moneter, IBB malah melaporkan pertumbuhan
pelanggan hingga 5 % dan 13 % dalam kinerja tahun ini .
"Alasan
kami bertahan, sebab bank diproteksi dengan lebih baik dari kredit
macet yang mempengaruhi bank-bank konvensional arus besar," ujar Sultan
Choudhury, direktur komersial IBB seperti yang dikutip oleh
IslamOnline.net
Krisis moneter menyapu Amerika Serikat (AS)
bertubi-tubi bulan lalu setelah Lehman & Brothers, bank investasi
terbesar keempat di sana bangkrut dan sejumlah bencana keuangan menimpa
raksasa Wall Street.
Situasi itu langsung saja memicu efek
domino di seluruh dunia, membuat bank-bank konvensional saling meminjam
satu sama lain di pasar uang, menjadikan berkurangnya kredit.
Sejak
itu pemerintah Barat memompakan milyaran dolar ke dalam bank-bank
bermasalah untuk menjaga kredit tetap mengalir dan mencegah keruntuhan
total dalam keuangan.
Menanggapi itu Choudhury mengatakan jika
IBB tidak mengambil pinjaman berbasis-bunga dari bank lain, dan
memiliki investasi berbasis aset dengan kualitas tinggi.
Itu
berarti bank menghindari ketidakstabilan yang membuat bank-bank kelas
kakap saat ini menderita," papar Choudhury. "Sebab operasi kami tidak
memakai skema berbasis bunga," imbuhnya
Islam memang melarang Muslim dari praktek bunga, baik menerima atau membayar
riba pinjaman.
Transaksi
dengan bank Islami harus didukung dengan aset nyata--bukan aset
bayangan yang sering menjadi satu paket dalam kredit perumahan.
Dalam
bank Syarah, Investor memiliki hak mengetahui apakah dana mereka sedang
digunakan, dan setiap sektor diawasi oleh dewan pengawas berdedikasi,
seperti pemerintah berwenang atas kebijakan nasional pada umumnya.
Choudhury menyatakan kenaikan jumlah nasabah IBB diakibatkan keinginan mencari
pilihan lebih aman untuk uang mereka.
Abul
Fozoll, manajer IBB cabang Shepherds Bush mengatakan Muslim menjadi
mayoritas nasabah, dan hampir setiap cabang berlokasi di area dengan
jumlah populasi Muslim besar.
Namun, pejabat bank tersebut
mengatakan jika IBB akan membuka lebih banyak cabang di area lain yang
memiliki prospek dengan nasabah potensial.
IBB menjadi
satu-satunya bank Islam di Inggris. Namun mereka menolak membedakan
nasabah Muslim dan non Muslim. Non Muslim beralih ke IBB karena
kesempatan untuk mendapat kredit perumahan dan kemudahan dari bank-bank
konvensional lain sangatlah kecil. Laporan akhir-akhir ini dari Dewan
Perkreditan menunjukkan tingkat penurunan dalam penyetujuan dan
kemudahan.
Sementara IBB menanjak dengan meluncurkan skema
pembayaran rumah berdasar prinsip keuangan Islam yakni Ijara (menyewa)
dan Penghilangan Musharaka (mengurangi kerjasama)
Bersama dengan
kemudahan keuangan lain, Chodhury mengatakan jika pertumbuhan nasabah
non-Muslim murni semata-mata kode etik penawaran yang ditawarkan IBB.
"Ini
kode etik, berinvestasi dalam bisnis yang dianggap tidak sesuai
hukum,dilarang. Termasuk perusahaan yang bergerak dalam judi,
pornografi, tembakau, dan komoditas lain yang bertentangan dengan
nilai-nilai Islam./it