"...Bila engkau penat menempuh jalan panjang, menanjak dan berliku.. dengan 
perlahan ataupun berlari, berhenti dan duduklah diam.. pandanglah ke atas.. 
'Dia' sedang melukis pelangi untukmu.."

--- On Fri, 10/31/08, setyawan_abe <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

From: setyawan_abe <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Fwd: Strategi (?)
To: [EMAIL PROTECTED]
Date: Friday, October 31, 2008, 11:04 PM

--- In [EMAIL PROTECTED], "setyawan_abe"
<[EMAIL PROTECTED]>
wrote:


--- In [EMAIL PROTECTED], "setyawan_abe" setyawan_abe@
wrote:


Ketika kita ditanya siapa penemu bola lampu, apa jawaban kita? Thomas
Alva  Edison? Tentu saja itu adalah jawaban umum yang sulit untuk
disalahkan. Tetapi, ternyata beberapa bulan sebelum Edison
memperkenalkan bola lampunya, di seberang lautan sana – tepatnya di
Newcastle, Inggris – Joseph Swan sudah mendemonstrasikan bola lampu
temuannya. Tetapi kenapa banyak dari kita yang tidak  pernah mendengar
nama Swan dan hampir tidak ada yang belum pernah mendengar nama Edison?



Perbedaan keduanya terletak pada strategi yang mereka pakai untuk
mempopulerkan pnemuan tersebut. Edison melihat bola lampu temuannya
merupakan sebuah awal. Bola lampu tersebut hanya bisa berfungsi bila
dilengkapi dengan sistem lain yang kompleks, mulai dari generator
listrik sampai jaringan-jaringannya. Bola lampu listrik memang temuan
yang radikal, tetapi untuk diadopsi secara masal, penemuan tersebut
harus mengalahkan jaringan lampu-lampu gas yang sudah terpasang di
kota-kota. Sebuah bola lampu listrik saja tidak mungkin bisa mengalahkan
jaringan tersebut. Edison berhasil mengembangkan sistem yang lengkap
untuk membawa listrik ke  rumah-rumah. Swan kalah dalam pertarungan
sejenis di Inggris (dan Inggris membutuhkan waktu 30 tahun untuk beralih
ke jaringan listrik, setelah Edison berhasil membuktikan efektivitasnya
di US).



Rahasia Edison? Edison tidak berusaha merubah semuanya dalam semalam.
Awalnya, dia hanya berusaha meyakinkan J.P. Morgan, bankir milyuner
terkenal saat itu, untuk  mempergunakan sistem listrik di rumahnya. Dari
sukses kecil tersebut, Edison berhasil mendapatkan dana pengembangan
sistem listrik lebih lanjut dan sekaligus menarik minat penduduk
lainnya. Sementara Swan mencoba mengganti semuanya dari awal dan
babak-belur melawan sistem yang sudah tertanam dengan kuat. Strategi
Edison tersebut sangat sesuai dengan saran yang diberikan para pakar
mengenai inovasi, yaitu memulai dari kecil terlebih dahulu. Namun dari
sudut pandang yang lebih besar, tantangan yang dihadapi Edison dan Swan
melukiskan sulitnya memperkenalkan sebuah inovasi ke dalam sistem yang
sudah ada. Sistem yang sudah ada tersebut, dengan saling keterkaitan
yang sudah ada, tidak mudah untuk ditembus, apalagi dikalahkan.



Sebagai inovator yang menghadapi situasi demikian, apa yang harus
dilakukan? Jangan berputus asa terlebih dahulu, karena setidaknya
terdapat tiga jenis strategi yang bisa dipilih.



Strategi pertama tentu saja berusaha membangun hub sendiri seperti yang
dilakukan oleh Edison di atas. Namun strategi ini tidak mudah dilakukan
dan sering  membutuhkan biaya yang besar. Edison bisa saja berhasil,
tetapi Swan gagal. FairMarket Network yang berusaha menyaingi eBay
dengan mencoba merangkul MSN, Excite, dan lebih dari 100 situs auction
online lainnya juga gagal. Selama hub yang sudah ada tidak menunjukkan
kelemahan berarti dan hub baru tidak menawarkan manfaat lain yang besar,
sulit kiranya mengajak para pelanggan berpindah ke hub baru. Tetapi
strategi ini bila berhasil akan berpotensi memberikan keuntungan yang
lebih besar dibandingkan strategi-strategi lainnya. Variasi lain dari
strategi ini adalah berusaha membangun hub untuk pasar yang lebih kecil
yang disebut niche.



Strategi berikutnya adalah menumpang dan menginfeksi ekosistem yang
sudah ada. Inovasi yang cocok memakai strategi ini adalah yang tidak
mengubah kebiasaan  pengguna sehingga mereka bisa memakai solusi baru
ini di dalam sistem yang sudah ada. Selain itu, inovasi ini harus
memiliki sifat-sifat viral agar cepat menular. Hotmail adalah contoh
yang baik. Situs yang menyediakan email gratis ini diluncurkan pada
tahun 1996 dan hanya dalam waktu 8 bulan berhasil menghimpun 12 juta
pengguna dengan biaya pemasaran hanya USD 50.000,- Kunci keberhasilan
Hotmail sebenarnya sangat sederhana, tetapi cerdik. Hotmail menumpang
kepopuleran Internet. Selain itu, di setiap email yang dikirimkan dari
Hotmail, penerima email diajak untuk membuka  account baru di Hotmail,
yang prosesnya sangat sederhana dan cepat.



Strategi lainnya adalah memposisikan inovasi baru tersebut sebagai
komplementor dari sistem yang sudah ada saat ini. Palm berhasil
mempopulerkan PDA karena menjadikan produk ini sebagai komplementor
terhadap sistem PC dan bukannya bersaing langsung. Hal ini berbeda
dengan PDA sebelumnya yang dikeluaran Apple, Newton, yang gagal karena
berusaha menyaingi sistem PC. Strategi ini sangat disukai karena bukan
saja sistem yang ada tidak menentang kehadirannya, namun kadang malah
menyambut gembira tambahan komplementor tersebut yang bisa membantu
mendongkrak penjualan dan popularitas sistem yang sudah ada.



Tentu tidak ada strategi terbaik yang bisa dipilih. Semuanya terserah
pada jenis inovasi tersebut dan kondisi pasar. Strategi viral bisa
kelihatannya menarik, tetapi tidak semua inovasi memiliki sifat-sifat
viral. Strategi komplementor juga tidak  selamanya cocok dengan sistem
yang sudah ada. Terkadang, inovator tidak memiliki pilihan lain kecuali
berusaha membentuk hub baru bila sistem untuk mendukung inovasinya
memang berbeda jauh dengan sistem yang ada sekarang ini.



Inovasi tidak bisa berdiri sendiri. Agar sebuah inovasi bisa berhasil,
cara berpikir sistem mutlak dibutuhkan. Tanpa kemampuan berpikir secara
sistemik, inovasi yang berpotensi merubah dunia tidak akan mampu
mewujudkan potensi besarnya.



[Non-text portions of this message have been removed]

--- End forwarded message ---

--- End forwarded message ---





      

Kirim email ke