--- In [email protected], risnandar <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> 
> 
> "Earth Provides enough to satisfy every man's
> need 
> 
> but not every man's greed."
> 
> 
> 
> - M K Gandhi
> 
> Mau menanggapi masalah kapitalis dan kapitalisme. Hal tersebut perlu
> dipersepsikan bersama terlebih dahulu. (Mohon dikoreksi) 
> 
>  Â  
> 
> Persepsi Barat: 
> 
> Kapitalisme
> merupakan awal teori ekonomi yang menekankan kontrol cara-cara 
memproduksi barang-barang ekonomi di dalam
> masyarakat yang masyarakat tersebut harus berpihak kepada mereka yang
> menginvestasikan modalnya untuk produksi tersebut. Kemudian
berkembang menjadi
> sebuah sistem ekonomi yang berdasarkan produksi barang dan jasa untuk
> perdagangan daripada konsumsi sendiri. Sehingga kepemilikan swasta dan
> perusahaan seharusnya adalah mereka yang memimpin kearah efisiensi,
penentuan
> harga yang rendah, produk yang lebih baik. Hal ini berdasarkan Adam
Smith,
> 1776, dalam karyanya The Wealth of
> Nations.
>  
> 
> 
> 
> Dalam pengertian lain kapitalisme diartikansebagai suatu sistem yang
didasarkan
> motif mencari keuntungan. Kapitalisme bergantung kepada individu
pribadi atau
> perusahaan yang berinvestasi untuk mencari keuntungan. Dalam analisa
Marxist,
> keuntungan tersebut diamankan dengan mengeksploitasi para pekerja yang
> menyediakan tenaga.  
> 
>  Â  
> 
> Satu pengertian
> lain mengartikan kapitalisme sebagai sebuah sistem ekonomi yang
berdasarkan
> kepemilikan swasta dari produksi hingga distribusi barang, yang juga
mendorong
> regulasi pasar bebas oleh mekanisme permintaan dan penawaran 
> 
> Â  
> Sedangkan para kapitalis diartikan sebagai mereka yang memiliki
modal dalam hal ini.
> 
>  
> 
> Inti dari
> kapitalisme Barat dapat difokuskan ke dalam hal-hal berikut: 
> 
> Sistem yang sangat menekankan akan pentingnya
>      kepemilikan modal (tidak dibatasi oleh regulasi yang
mengikat).Harta atau resources, merupakan modal yang sangat penting
dalam sistem
>      tersebut.Sistem supply (penawaran)
>      dan demand (permintaan) sangat
>      dikedepankan dalam sistem tersebut. 
> 
>  Â  
> 
> Namun
> satu hal yang
> perlu ditekankan di sini adalah bahwa ilmur pengetahuan di Barat
> termasuk sistem tersebut (kapitalisme) berkembang setelah proses
> renaissance abad ke-14 (abad kelahiran
> atau pencerahan terhadap the Dark Age
> yang penuh dengan peperangan dan penyakit), tepatnya sebuah simbol
> pemberontakan terhadap sistem kebobrokan gereja, dimana
pemberontakan tersebut
> melawan tehadap ketentuan politik gereja yang menyatukan antara ilmu
dengan
> agama (metode deduksi), dimana para penentang terhadap ketentuan
gerejaâ"€termasuk
> Galileo yang digantung dikarenakan menganggap bahwa matahari adalah
pusat
> semesta, dan hal itu bertentangan dengan ketentuan gereja yang
menyatakan bahwa
> bumi adalah pusat dari semestaâ"€banyak dihukum oleh otoritas gereja
yang
> berkuasa pada saat itu. Dikarenakan banyaknya pertentangan (ilmu
pengetahuan
> ilmiah dengan ketentuan gereja dalam ilmu pengetahuan ilmiah) yang
terjadi dan
> kebobrokan yang ada (penyimpangan otoritas gereja dengan adanya
surat penebusan dosa
> diantaranya). Maka sejak saat itu gerakan pencerahan muncul dan
mulai direspon
> oleh masyarakat Eropa saat itu. 
> 
>  Â  
> 
> Saat itulah
> sekulerisasi gencar dikumandangkan, yaitu pemisahan ilmu pengetahuan
dari
> agama, sehingga cara perolehan ilmu pengetahuan lebih mengedepankan
metode
> induksi (ilmiah) daripada deduksi dari agama. Dan sejak saat itulah
> perkembangan pesat terjadi dalam ilmu pengetahuan di Eropa yang sekuler.
> Termasuk dalam halnya ilmu ekonomi. 
> 
>  Â  
> 
> Jadi sekulerisasi
> menjadi hal yang penting sebab moral menjadi hal terpisahkan dengan
perekonomian.
> Dan hal ini sangat bertentangan dengan perekonomian Islam, sebuah
sistem yang lebih dari sekedar ke-syariah-an sich, yang lebih dari
sekedar akad-akad, namun juga sebuah
> sistem yang mempunyai kepekaan yang tinggi terhadap keadaan sekitar
dan situasi
> yang ada. Namun juga tidak menafikan suatu kegiatan perekonomian
yang memang
> pada dasarnya adalah profit oriented. 
> 
>  Â  
> 
> Bagaimana Islam
> memandang kapitalisme? (Mohon Koreksi juga)
>  
> 
>  Â  
> 
> Islam juga
> mementingkan kapitalisme, setidaknya hal ini tercermin dari 2
rujukan, yang saya dapat: 
> 
> Yaitu
> peran modal memang penting, tidak hanya secara arti  statis namun juga
> modal secara proses (dinamis). "Pada suatu ketika seorang laki-laki
> mendatangi Rasulullah Saw dan meminta sedekah. Kemudian Nabi Saw
> menanyakan apakah ia mempunyai suatu barang? Laki-laki itu menjawab
> bahwa ia hanya mempunyai sebuah topi. Lalu ia disuruh membawanya, lalu
> Nabi saw melelangnya seharga dua atau tiga dirham. Dengan uang tersebut
> Nabi saw membelikan mata kampak untuk orang tersebut. Nabi sendiri yang
> memasangkan tangkai pada kapak itu, lalu menyuruh orang tersebut, pergi
> dan menebang pohon untuk dijual sebagi bahan bakar. Ia pun diminta
> untuk melaporkan keadaannya setelah beberapa hari, dan orang itu
> mematuhinya. Selanjutnya orang itu melapor kepada Nabi Saw dengan
> perasaan gembira bahwa ia sudah mampu memenuhi segala kebutuhannya dan
> juga menabung". Hal tersebut memperlihatkan bahwa modal mau tidak mau
> merupakan suatu hal signifikan dalam pemberdayaan manusia dalam dimensi
> ekonominya. Rasul Saw bisa saja memberi orang tersebut sedeqah, namun
> tentunya ada metode yang lebih tepat bagi orang tersebut. Agar secara
> ekonomi dia mandiri, yaitu modal. 
> Ahmad bin Hambal, Abu Daud, Turmudzi, dan Ibnu Majah
>      meriwayatkan dari Anas bin Malik ra. Ia berkata, “Pernah naik
harga (barang-barang)
>      di Madinah zaman Rasulullah saw. Orang-orang berkata “Ya
Rasulullah, telah
>      naik harga, karena itu tetapkanlah harga bagi kami”
Rasulullah saw
>      bersabda, “Sesungguhnya Allah itu penetap harga, yang
menahan, yang
>      melepas, yang memberi rejeki dan sesungguhnya aku harap bertemu
Allah di
>      dalam keadaan tidak seorang pun dari kamu menuntut aku lantaran
menzalimi
>      di jiwa atau di harga”. Hal ini memperlihatkan bahwa Islam sangat
>      menekankan pentingnya suatu peran supply
>      dan demand dan tidak menafikan
>      peran supply dan demand tersebut. 
> 
>  Â  
> 
> Namun, mekanisme
> tersebut tidak dibiarkan sepenuhnya, liar ditangan para pemilik modal
> (kapitalis). Selain juga terdapat kekuatan hukum yang kuat (pidana)
pada saat
> itu. Kaum kapitalis pada saat itu merupakan orang yang cerdas secara
hati dan
> pikiran.
>  
> 
> Si jenius Ustman
> bin Affan ra. menolak tawaran 6 kali lipat (kalo tidak salah), dan
meminta
> tawaran sepuluh kali lipat terhadap barang dagangannya di depan
> saudagar-saudagar kaya. Para saudagar tersebut
> heran, dan bertanya “siapakah yang menawar sejumlah itu?”
“Kami ini adalah para
> saudagar yang terkaya di sini, tidak mungkin ada yang menawar lebih
tinggi dari
> kami.” Ustman ra menjawab “ Ada 
> yaitu 4JJI SWT”.  Dan Ustman pun
> membagikan barang dagangannya secara gratis kepada orang yang
membutuhkan.
>  
> 
> Mungkin
> (hanya asumsi pribadi) ada yang
> lebih dari sekedar tindakan “beramal” dari apa yang dilakukan oleh
> Ustman bin
> Affan. Beliau membagikan barang-barang tersebut secara gratis berarti
> tidak mengikatkan dirinya (serakah walaupun mampu) pada sistem
> permintaan dan penawaran, walau pada
> pada akhirnya juga mempengaruhi sistem tersebut. Yaitu dengan
> membagikan secara
> gratis barang dagangannya (catat: bukan uang) hal itu akan meningkatkan
> daya
> beli (atau daya tukar masyarakat) yang pada akhirnya akan
meningkatkan perekonomian, dengan cara mendagangkan
> barang
> yang dibagikan tersebut. Terlebih hal tersebut terjadi di masa yang
> diasumsikan
> orang bijak akan menggunakan hartanya, sehingga efisiensi terjadi, dan
> hal ini
> mungkin saja telah diperhitungkan oleh Ustman ra. sebelumnya.
>   
> 
> Kemudian ada hadis berikut  An-Nabhani dalam An-Nizham al-Iqtishadi
fi al-Islam menyebutkan perjudian,
> riba, al-ghabn (penipuan dalam
> harga), penipuan (tadlis) dalam
> jual beli, penimbunan, dan pematokan harga (yang dilakukan pemerintah),
> merupakan bentuk-bentuk usaha pengembangan kekayaan yang dilarang
Allah. “Tidak akan melakukan penimbunan selain orang yang
> salah” (HR. Muslim). Dari Ma’qal bin
> Yassar, Rasulullah saw bersabda, “Siapa
> saja yang terlibat dalam sesuatu yang berupa harga bagi kaum
Muslimin, agar dia
> bisa menaikkan harga tersebut kepada mereka, maka kewajiban Allah untuk
> mendudukkanmu dengan sebagian besar (tempat duduknya) dari api
neraka, kelak
> pada hari kiamat nanti”.       
> 
> Jadi dapat
> disimpulkan bahwa, kapitalisme juga terdapat dalam Islam para
pemilik modal
> dilindungi dengan kepemilikan hartanya, serta mekanisme pasar juga
dijaga.
> Namun yang menarik adalah, di dalam Islam peran agama juga bermain
dan tidak
> terpisahkan. “Mekanisme liar” pasar yang buruk (penimbunan untuk
menaikkan
> harga), juga dilarang. Di satu sisi kapitalis yang dermawan
dilindungi dan
> berhak menentukan harga dalam berdagang (fair) namun di satu sisi
penimbunan
> ditindak dengan keras oleh otoritas pada saat itu. Apalagi yang kurang? 
> 
>  Â  
> 
> Tidak perlu
> mendekonstruksikan segala hukum supply and demand, dan juga otoritas
tidak
> perlu mengambil alih sistem tersebut, repot juga nantinya, seperti
halnya Nabi
> Sulaiman as yang berusaha memberi makan mahluk 4JJI. Islam sendiri
sebagai
> suatu sistem termasuk di dalamnya ekonomi sudah lebih dari cukup. 
> 
>  Â  
> 
> So
> jika dikatakan
> untuk meninggalkan kapitalisme, kapitalisme yang seperti apa dulu,
> soalnya di
> Islam juga menyuruh juga mengajarkan umatnya untuk menjadi kapitalis
> (kaya, atau memiliki, pemilik modal). Hanya dilarang untuk
> berlebih-lebihan.
> Mungkin
> lebih tepatnya mengkritik apa yang disebut sebagai "kapitalisme" saat
> ini sebagai sistem ekonomi yang berlebihan atawa serakah.
> 
> 
> 
> 
>       Can I loose my weight?
>


In mu humble opinion , jadi orang kaya ga dilarang koq dalam Islam
sebagaimana yang diteladankan Nabi kita Muhammad SAW ( silakan kebet
aja di Muhammad SAW , Super Leader Super Manager ) intinya seh Islam
berada di pertengahan ia tidak mengeksploitattif harta kekayaan dan
memaksimalkannya se optimum mungkin tanpa peduli dari mana harta itu
di dapatkan dan mau kemana harta itu disalurkan namun Islam juga
mengajarkan kita agar Zuhud terhadap dunia . sederhananya seperti yang
ada dalam hadits Rasulullah SAW "Sebaik-baiknya harta adalaah yang
berada di tangan orang shalih " . Pesan Rasulullah SAW inilah yang
dicontoh oleh para sahabat dan tabi'in serta para salafus shalih
lainnya , hingga Shalahuddin Al Ayyubi atau Saladin yang ketika
wafatnya hanya menyisakan kekayaan sebesar 5 dinar saja . Nah lain
lagi cerita dengan Kapitalisme . seperti yang dikatakan di awal
artikel tadi bahwa ia bermula dari lahirnya sekularisasi yang
merupakan konsekeuensi dari era pencerahan pada masa abad ke
pertengahan . cukup sudah orang barat terkungkung dalam intimidasi dan
tekanan di bawah otoritas Gereja . siapa saja yang yang sepaham dengan
yang diputuskan oleh Gereja siap-siap harus menerima hukuman Inquisisi
yang kejam bet ... hal inilah yang mendorong lahirnya masa renaisance
setelah banyak bersentuhan dengan peradaban Islam . Barat banyak
mengadopsi dan memodifikasi pemikiran Islam yang waktu itu banyak
mewarnai dunia agar sesuai dengans elera orang barat setelah
sebelumnya kaum muslimin juga secara cermat mengadaptasi dan
memodifikasi pemikiran orang barat di era bani Ummayah . lalu dimana
letak perbezaan (perbedaan )nya ? yups Worldview lah yang membuat
perbedaan semakin terasa . Islam bermula dari apa yang Allah turunkan
dalam Al Qur'an dan petunjuk Nabi SAW sedang Kapitalisme hanya
bermuara pada peniadaan patokan seuatu itu dianggap benar atau salah
atau derivatifnya dari sekularisme yaitu relativisme dan juga saudara
kembarnya positivisme . "Terserah elo dech mau ngapain selama buat loe
iitu untung gede ya ityu emg rejeki loe " atawa disebut juga dengan
Utilitarianisme 



Kirim email ke