--- In [email protected], Hakimbao <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Asaalamu'alaikum..Wr.Wb.
> 
> Sudah delapan tahun FoSSEI berdiri dan berkarya ditengah
masyarakat..indonesia. berbagai kegiatan telah dilakukan demi
tersosialisasikan ekonomi islam.. tugas mengingatkan kembali
masyarakat yang telah lupa dari ingatanya tentang ekonomi yang
berbasis etika dan moral telah menuai hasil saat ini. UU perbankan
syariah telah keluar, UU SBSN juga telah disahkan, sekarang ini semua
lini ekonomi telah ada yang berlabelkan syariah.. dari tingkatan yang
paling kecil sampai yang paling besar..dari mikro sampai makro.....
> Hem, delapan tahun sudah perjuangan FoSSEI dengan bahasa ekonominya
dikobarkan untuk tegaknya kalimatullah dimuka bumi ini.... pencapaian
yang cukup bagus....terutama perjuangan ingatan melawan lupa yang ada
pada TATARAN AKADEMIS DAN BANGKU PERKULIAHAN ATAUPUN SEKOLAH TELAH
MARAK DI KUMANDANGKAN... 
> 
> Namun disatu sisi saat ini perjuangan foSSEI sakan akan telah
kehilangan momentum lagi.... suara FoSSEi tidak lagi berkumandang
lagi....... Apa yang salah????????????????? kader kader FoSSEI mulai
kelihatan keder.. Kemapuan dalam menguasai dan memahami ekonomi secara
umum juga belum kelihatan...FoSSEI belum menunjukan kekritisannya
(notabenenya adalah wadah para akademisi) terhadap penerapan ekonomi
islam di indonesia. seharusnya FoSSEI sesudah umurnya yang memasuki
yang ke sembilan ini sudah dapat menelorkan sebuah opini publik.
ataupun kritikan yang membangun bagi berkelanjutannya ekonomi islam di
indonesia khususnya lembaga keuangan islam saat ini.
> 
> Seharusnya Kader kader foSSEI sudah tertata rapi dan teratur dalam
barisan yang rapi dan kuat. pembentukan kader melalui DEI, SET, NTT
dan seterusnya Harus lebih di sleksi lagi... perencanaan dan
pengaturan yang baik adalah awal dari keberhasilan..
> 
> Beberapa waktu lalu saya menghadiri daurah mentor ekonomi islam,
dimana salah satu pembicaranya adalah mantan presnas FoSSEI angkatan
2. dalam diskusi tersebut pada intinya bahwa foSSEI saat ini sudah
mengalami kemandegan dalam berkarya...sudah saatnya foSSEI
merekontruksi setiap kegiatannya
> 
> menyoal dana, memang hal yang klasik namun itu adalah urat nadi
semua lini aktivitas, tanpa dana memang susah untuk bergerak, event
itu kegiatan sosial..pasti butuh dana..FoSSEI yang sudah meluas hampir
diseluruh negeri ini  sudah saatnya memiliki sumber dana yang bisa
diandalkan...untuk itu sudah saatnya FoSSEi memiliki usaha agar dapat
menghidupi kegiatannya.. kalau tidak FoSSEI akan mati...na'udubillah
mindzalik... lihat saja saat krisis ini kegiatan FoSSEI tidak
terdengar gaungya.. seharusnya dengan adanya krisis ini sebagai
momentum bagi FoSSEI untuk Menunjukan keunggulan EKONOMI ISLAM bagi
para aktivis mahasisawa lainnya....
> 
> Hem, memang tidak semudah membalik telapak tangan......
> 
> Ya, Mungkin salah satu kesalahan kami bagian dari FoSSEI yang
terdahulu luput memikirkan bagaimana kelanjutan FoSSEI seharusnya
kedepannya...Namun bukan berarti kita harus keluar dan berhenti dari
dakwah ingatan melawan lupa ini...... 
> 
> wahai saudaraqu ingat.....!!!!!!
> "JADILAH SEPERTI KARANG YANG TEGAK MENGHUJAM KEDALAM LAUTAN
MENGHADANG OMBAK MENERJANG BADAI MENJULANG KE ANGKASA MENEMBUS AWAN" 
> 
> Tetaplah tegar wahai saudaraqu
> Luqman Hakim Handoko
> http://luqmannomic.wordpress.com  +6285693282580
> Putune Warok Suromenggolo
> 
> 
> 
> 
>      
___________________________________________________________________________
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com.
> http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/
>



stagnasikah pergerakan mahasiswa yang seharusnya berbasis landasan
intelektual dan moral dan bukan monopoli FOSSEI jer ? Why ? jarang ada
lagi mahasiswa yang nulis di koran ? jarang ada lagi koran2 yang mau
memuat tulisan mahasiswa ? pertimbangannya ada dua klo gak
intelektualitas mahasiswa itu sendiri yang lebih mulai menuju
hedonitas dan kemalasan kolektif atau korannya yang hanya mencari dan
memuat mereka yang sudah punya nama dan gelar ..walau terakhir saya
lihat kemarin di Republika ada yang nulis dari pengurus KAMMI pusat
dan mengapa tidak use your pen as weapon ............! 

Ma'a Najah ....Allahu Ma'ana 

Kirim email ke