Maaf menyela,
saya pikir tidak harus saklek seperti itu, toh para ahli yang menerima award
tersebut sendiri adalah tokoh2 yang dekat dengan fossei dan mereka menerimanya.
selain itu selama ajakan itu menuju kebaikan sah-sah saja saudara kita untuk
menyerukannya, entah dari mana saja asalnya, karena saya yakin perjuangan
membumikan ekonomi Islam tidak akan berhasil sampai kapanpun hanya dengan
fossei sebagai pejuang. perlu gandengan tangan yang kuat dan penuh kepercayaan
dengan elemen ummat yang lain, apalagi yang notabene berkaitan dengan regulasi
atau kebijakan
saya sependapat dengan anda bila fossei tidak perlu terjebak dalam politik
praktis, tapi sudah seharusnya mulai sekarang fossei bergerak dalam politik
kebijakan dan itu bukan hanya nantinya terkait dengan PKS, tapi semua partai
politik yang bisa menjadi corong perjuangan ekonomi Islam. dalam politik
kebijakan, peran fossei akan sangat signifikan dalam mediasi, advokasi, data
centre dan bahkan think tank dalam kebijakan negara yang berkaitan dengan
ekonomi syariah tersebut. hal ini semua dikarenakan karakteristik fossei yang
independen, cerdas, gesit dan juga akrab dengan semua komponen ummat yang
berpentingan di dalam membumikan ekonomi Islam, baik itu lembaga politik maupun
non politik.menjaga netralitas bukan berarti memutuskan hubungan.hubungan mesra
dan komunikasi yang baik dan lancar dengan semua komponen ummat tersebut itu
sudah selayaknya dibangun dari sekarang, jangan sampai nanti baru ada issue2
yang sensitif tentang ekonomi Islam baru kita
gerabak-gerubuk (istilah orang palembang untuk menunjukkan rusuh,
terburu-buru, resah, gelisah). kasus perjungan undang2 perbankan syariah, sukuk
dan sekarang undang2 mengenai lembaga amil zakat, adalah contoh dari lemahnya
koordinasi komponen pejuang ekonomi syariah dan salah dalam memaknai dan
memanajemeni netralitas. apalagi bila kita sudah terjebak dalam aksi menegasi
dan atau demarketisasi sesama elemen perjuangan.maka makin jauh impian itu akan
tercapai. Na'udzubillah.
Wallahu a'lam bi showab
--- On Sat, 22/11/08, Djihadul Mubarok Jihad <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Djihadul Mubarok Jihad <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: Re: {FoSSEI Kita} PRAKTISI EKONOMI SYARIAH DIANUGERAHI PKS AWARD
To: [email protected]
Date: Saturday, 22 November, 2008, 9:07 AM
Asw.
Afwan sebelumnya.. ...
saya sebagai salah satu pendukung ekonomi syariah yang notabene sebagai anggota
suatu KSEI (kelompok studi ekonomi islam) tidaklah bangga dengan penghargaan
yang diberikan PKS kepada para ekonom syariah, karena itu hanyalah sebuah
pragmatisme belaka.
dan sekali lagi saya mengingatkan kepada Moderator Milist ini, untuk tidak
menampilkan sesuatu yang berbau partai. Kalo memang itu terpaksa, jangan
disebutkan namanya.
Tolonglah... jangan bawa - bawa fossei ke ranah politik praktis....dan ini
terjadi sudah berulang2 kali...ini karena moderatornya yang berganti2 ato
memang lagi disistemik begitu.
Ekonomi syariah ini milik semua, jangan masukan unsur2 partai ke dalam FoSSEI.
Wallohu a'lam bishowab.
--- On Thu, 11/20/08, Mn Omar <[EMAIL PROTECTED] com> wrote:
From: Mn Omar <[EMAIL PROTECTED] com>
Subject: {FoSSEI Kita} PRAKTISI EKONOMI SYARIAH DIANUGERAHI PKS AWARD
To: daarut-tauhiid@ yahoogroups. com
Date: Thursday, November 20, 2008, 9:32 PM
PRAKTISI EKONOMI SYARIAH DIANUGERAHI PKS AWARD
Praktisi ekonomi syariah dianugerahi award oleh Partai Keadilan Sejahtera
karena dinilai memiliki karya dan kontribusi nyata kepada bangsa negara.
Adapun mereka adalah Adiwarman Karim, M. Syafi'i Antonio dan Yuslam Fauzi.
Sumber: detik.com
Jakarta - 104 Pemimpin muda nasional akan dianugerahi penghargaan oleh Partai
Keadilan Sejahtera (PKS). Mereka dinilai memiliki karya dan kontribusi nyata
kepada bangsa negara sehingga layak dianugerahi PKS Award.
Ke-104 pemimpin muda nasional tersebut yang akan diganjar award pada Kamis
(20/11/2008) malam di Bandung, Jawa Barat.
1.Abdullah Gymnastiar
2.Abu Syauqi
3.Ade Armando
4.Adhyaksa Dault
5.Adiwarman Karim
6.Agus Martowardoyo
7.Ahmad Heriawan
8.Airlangga Hartarto
9.Amelia Murad
10.Amin Sunaryadi
11.Anas Urbaninggrum
12.Andy F Noya
13.Angelina Sondakh
14.Anggito Abimanyu
15.Anies Baswedan
16.Anis Matta
17.Anton Apriantono
18.Arief Suditomo
19.Arifin Ilham
20.Avi Dwipayana
21.Bambang Wijojanto
22.Boy Tohir
23.Budiman Sujatmiko
24.Cecep Efendi
25.Chairul Tanjung
26.Chandra M Hamzah
27.Dani Anwar
28.Daniel Budiman
29.Darwin Silalahi
30.Denny Indrayana
31.Didik Rachbini
32.Basuki Supartono
33.Salim Segaf Al-Jufri
34.Eep Saefulloh Fatah
35.Effendi Ghazali
36.Eko Prasojo
37.Erick Tohir
38.Fahmi Mochtar
39.Fajroel Rachman
40.Fauzi Bahar
41.Ganjar Pranowo
42.Gita Wiryawan
43.Glen Sugita
44.Gumilar R. Soemantri
45.Habiburrahman El-
Syirazi
46.Hadar Gumay
47.Hanung Bramantyo
48.Helmy Yahya
49.Helvy Tiana Rosa
50.Hendri Saparini
51.Hendy Santoso
52.Hidayat Nurwahid
53.Ida Farida
54.Ikhwanul Kiram
55.Imam Ad-Daruqutni
56.Iman Sugema
57.Ipang Wahid
58.Irman Gusman
59.Irwan Prayitno
60.Iwan Fals
61.Johannes Wardhana
62.Jose Rizal
63.Khairiansyah Salman
64.Lukman Hakiem Syaifuddin
65.M. Luthfi
66.M. Qodari
67.Maemunah
68.Maruarar Sirait
69.Mirza Adityaswara
70.Mulyaman Hadad
71.Munzir Al Musawa
72.Neno Warisman
73.Nur Mahmudi Ismail
74.Opick
75.Patrick Waluyo
76.Raden Pardede
77.Raden Priyono
78.Rahmat Gobel
79.Ray Rangkuti
80.Reza M. Syarif
81.Rosiana Silalahi
82.Saldi Isra
83.Sandiaga S Uno
84.Satya Arinanto
85.Shohibul Iman
86.Sri Mulyani
87.Sudirman Said
88.Surahman Hidayat
89.Suharna Suryapranata
90.Suswono
91.Syafe'i Antonio
92.Teten
Masduki
93.Tifatul Sembiring
94.Tom Lembong
95.Umar Juoro
96.Usman Hamid
97.Warsito
98.Yenni Wahid
99.Yudi Crisnandi
100.Yuslam Fauzi
101.Yusuf Mansyur
102.Zaim Saidi
103.Zaim Uchrowi
104.Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang)