Melihat diskusi tema-teman tentang FoSSEI Krisis, lama-lama ngak tahan juga
untuk merespon. FoSSEI krisis yang dimaksudkan teman-teman sekalian
merupakan lagu lama. Dari awal FoSSEI berdiri selalu itu-itu saja yang
dikumandangkan layaknya lagu kebangsaan. Kayaknya ngak nge-Trend kalo ngak
ikut krisis-nya dunia ya.....

Konsep filosofi FoSSEI itu ada sudah benar. Bahwa FoSSEI didirikan oleh
KSEI-KSEI. Tp tidak wajib semua KSEI yang ada bernaung di dalam FoSSEI.
KSEI-KSEI yang mendirikan FoSSEI menganggap FoSSEI perlu ada sebagai organ
bekerja sama antar KSEI dalam memperjuangkan penerapan ekonomi syariah di
Indonesia, khususnya di kampus-kampus. Sejatinya, KSEI-lah yang membiayai
FoSSEI, bukan sebaliknya. Untuk itu adanya iuran tahunan FoSSEI. Tp
realitasnya KSEI tidak mampu membayar iuran yang cukup murah, ngak tau kalo
saat ini iurannya berapa. Akhirnya FoSSEI musti pintar-pintar mencari
pendanaan operasional.

Sedangkan kegiatan FoSSEI seharusnya juga kegiatan KSEI, sehingga FoSSEI
tidak perlu mencari sumber dana sendiri untuk mengadakan acara. Selain itu
juga, KSEI mempunyai keuntungan mengadakan acara yang didukung oleh
kampus-kampus lainnya. Jika seperti itu konsep yang dilaksanakan, maka apa
sih biaya operasional FoSSEI? hanya biaya komunikasi, transportasi dan
sekretariat khan?

DARI ZAMAN SAYA, MES itu sudah memberikan fasilitas berupa  ruang kantor,
ruang rapat, telp, fax, kertas, printer, komputer yang dapat dipakai
dikantor MES saat ini. Ngak usah pikirin biaya, karena MES yang tanggung. Mo
telp SLJJ kek, SLI kek, asal untuk ekonomi syariah, MES sediakan. Kenapa
ngak ada yang pake sampai saat ini? kok yakin, yaaa yakinlah, orang saya di
kantor MES tiap hari. Ngak terlihat lg tuh aktifitas pengurus FoSSEI disana.
atau jangan2 teman-teman ada yang tidak tau bahwa FoSSEI punya aset berupa
lemari arsip kecil di kantor MES? rasanya sudah hampir setahun ngak pernah
digubris tuh lemari. Ada fasilitas kok ngak dipake...zaman saya, kalo ada
rapat koreg atw presnas atw CB of FoSSEI (saat ini sudah berganti menjadi
CoCoDa) selalu gunakan kantor FoSSEI yng ada di MES. Bahkan sabtu-minggu
kami pake. Khan enak rapat d ruang ber AC, ada fasilitas kursi dan meja,
minum dapat, dll.

Bahkan zaman saya PRESNAS, kalo ke daerah-daerah tinggal PDKT k tokoh-tokoh
ekonomi syariah. daptlah dana transport. Yang penting hubungan baik dengan
para tokoh. Gimana mo baik kalo ngak sering-sering bertemu dan menjenguk.
Saling berkoordinasi dan bahu-membahu mengadakan program kegiatan yang
saling menguntungkan kedua belah pihak.

Lalu krisisnya dimana? mungkin maksudnya kurangnya koordinasi, inisiatif dan
komunikasi antar pengurus FoSSEI dan KSEI-KSEI. cobalah bertanya saat ini,
berapa kali Koreg ada berkunjung ke kampus2? atw berapa kali presnas datang
berkunjung atw minimal SMS kepada ketua-ketua KSEI...jangan2 ini pangkal
masalahnya....saya tidk ingin menyimpulkan, hanya mengajak rekan-rekan untuk
bertanya dan mencari jawaban. Sebagai alumni FoSSEI, saya tidak dalam
kapasitasnya untuk itu.


-- 
Achmad Iqbal
Mantan Koord.Presnas 03-04
[EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke