Sepakat Bro....
Ini Koreksi besar.....
Ini harus segera di follow up.
dan yang terpenting lagi adalah proses komunikasi antara Presnas yang sedang 
menjabat dan sebelumnya. agar bisa tahu sejauh mana FoSSEI telah berrgerak.
Memang, Loby itu sangat penting.yaitu bagaimana pendekatan kepada para tokoh2 
level nasional.

tp, ngomong2 Email saya yang dikirim ke Fossei group ada beberapa yang tidak di 
approve. itu kenapa? kalo memang tidak di approve berikan alasannya donk....


WAB

Wass.

--- On Thu, 11/27/08, Achmad Iqbal <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
From: Achmad Iqbal <[EMAIL PROTECTED]>
Subject: {FoSSEI} FoSSEI Krisis? Lagu lama
To: [email protected]
Date: Thursday, November 27, 2008, 6:00 PM










    
            Melihat diskusi tema-teman tentang FoSSEI Krisis, lama-lama ngak 
tahan juga untuk merespon. FoSSEI krisis yang dimaksudkan teman-teman sekalian 
merupakan lagu lama. Dari awal FoSSEI berdiri selalu itu-itu saja yang 
dikumandangkan layaknya lagu kebangsaan. Kayaknya ngak nge-Trend kalo ngak ikut 
krisis-nya dunia ya.....

 
Konsep filosofi FoSSEI itu ada sudah benar. Bahwa FoSSEI didirikan oleh 
KSEI-KSEI. Tp tidak wajib semua KSEI yang ada bernaung di dalam FoSSEI. 
KSEI-KSEI yang mendirikan FoSSEI menganggap FoSSEI perlu ada sebagai organ 
bekerja sama antar KSEI dalam memperjuangkan penerapan ekonomi syariah di 
Indonesia, khususnya di kampus-kampus. Sejatinya, KSEI-lah yang membiayai 
FoSSEI, bukan sebaliknya. Untuk itu adanya iuran tahunan FoSSEI. Tp realitasnya 
KSEI tidak mampu membayar iuran yang cukup murah, ngak tau kalo saat ini 
iurannya berapa. Akhirnya FoSSEI musti pintar-pintar mencari pendanaan 
operasional.

 
Sedangkan kegiatan FoSSEI seharusnya juga kegiatan KSEI, sehingga FoSSEI tidak 
perlu mencari sumber dana sendiri untuk mengadakan acara. Selain itu juga, KSEI 
mempunyai keuntungan mengadakan acara yang didukung oleh kampus-kampus lainnya. 
Jika seperti itu konsep yang dilaksanakan, maka apa sih biaya operasional 
FoSSEI? hanya biaya komunikasi, transportasi dan sekretariat khan?

 
DARI ZAMAN SAYA, MES itu sudah memberikan fasilitas berupa  ruang kantor, ruang 
rapat, telp, fax, kertas, printer, komputer yang dapat dipakai dikantor MES 
saat ini. Ngak usah pikirin biaya, karena MES yang tanggung. Mo telp SLJJ kek, 
SLI kek, asal untuk ekonomi syariah, MES sediakan. Kenapa ngak ada yang pake 
sampai saat ini? kok yakin, yaaa yakinlah, orang saya di kantor MES tiap hari. 
Ngak terlihat lg tuh aktifitas pengurus FoSSEI disana. atau jangan2 teman-teman 
ada yang tidak tau bahwa FoSSEI punya aset berupa lemari arsip kecil di kantor 
MES? rasanya sudah hampir setahun ngak pernah digubris tuh lemari. Ada 
fasilitas kok ngak dipake...zaman saya, kalo ada rapat koreg atw presnas atw CB 
of FoSSEI (saat ini sudah berganti menjadi CoCoDa) selalu gunakan kantor FoSSEI 
yng ada di MES. Bahkan sabtu-minggu kami pake. Khan enak rapat d ruang ber AC, 
ada fasilitas kursi dan meja, minum dapat, dll.

 
Bahkan zaman saya PRESNAS, kalo ke daerah-daerah tinggal PDKT k tokoh-tokoh 
ekonomi syariah. daptlah dana transport. Yang penting hubungan baik dengan para 
tokoh. Gimana mo baik kalo ngak sering-sering bertemu dan menjenguk. Saling 
berkoordinasi dan bahu-membahu mengadakan program kegiatan yang saling 
menguntungkan kedua belah pihak.

 
Lalu krisisnya dimana? mungkin maksudnya kurangnya koordinasi, inisiatif dan 
komunikasi antar pengurus FoSSEI dan KSEI-KSEI. cobalah bertanya saat ini, 
berapa kali Koreg ada berkunjung ke kampus2? atw berapa kali presnas datang 
berkunjung atw minimal SMS kepada ketua-ketua KSEI...jangan2 ini pangkal 
masalahnya.. ..saya tidk ingin menyimpulkan, hanya mengajak rekan-rekan untuk 
bertanya dan mencari jawaban. Sebagai alumni FoSSEI, saya tidak dalam 
kapasitasnya untuk itu.

 

-- 
Achmad Iqbal
Mantan Koord.Presnas 03-04
[EMAIL PROTECTED] com


      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke