Lho...? koq tulisan Kang Ues dikirim sama PRESNAS? kenapa bukan Ues-nya sendiri? Trus tulisan PRESNAS-nya mana yah? hohoho.....
Pada tanggal 05/12/08, azmiFahri <[EMAIL PROTECTED]> menulis: > > > *PELUANG BESAR UNTUK EKONOMI SYARIAH* > > *Oleh : Ues Kurnia * > > *(Manajemen Perbankan Syariah STEI SEBI)* > > > > Krisis keuangan global *(global financial crisis)* yang di sebabkan oleh > adanya kredit macet sektor perumahan (*subprime mortgage)* di Amerika > telah membuat gentar negara-negara di dunia, khususnya negara yang > memiliki struktur ekonominya lemah. > > Tak bisa dipungkiri, meskipun krisis keuangan ini bermuara di Amerika, tapi > mau tidak mau negara-negara lain pun harus ikut merasakannya. Tidak > memandang mau itu negara miskin atau kaya, negara maju atau berkembang > nampaknya semua harus ikut menanggungnya. Ini suatu yang wajar dalam > siklus ekonomi, karena masing-masing negara memiliki keterkaitan satu sama > lain. Apalagi untuk negara yang secara ekonomi masih menggantungkan diri > pada Amerika termasuk Indonesia. > > Indonesia secara global mempunyai hubungan erat dengan Amerika khususnya > dalam ekspor dan impor. Ekspor Indonesia ke Amerika terbilang cukup besar > dan merupakan salah satu sumber devisa bagi negaranya. Sehingga ketika > krisis itu datang, Indonesia pun ikut tersibukan karena telah menimbulkan > dampak buruk terhadap aktivitas jual beli saham di bursa dan mengganggu > stabilitas usaha dalam negeri. > > Tetapi meskipun demikian, kondisi ekonomi Indonesia terbilang masih stabil > karena didorong dengan struktur perekonomian cukup kuat, cadangan devisa > yang relative cukup besar, bila dibandingkan dengan Negara-negara lain di > Asia tenggara. Didukung pula dengan kebijakan (*policy*) pengendalian > krisis oleh pemerintah yang dinilai cukup efektif dan ampuh dalam mengatasi > hal tersebut. > > Selain memiliki cadangan devisa yang cukup, didukung dengan kebijakan yang > penuh dari pemerintah. Dalam hal ini, kita pun bisa melihat sebetulnya > terdapat faktor lain yang turut membuat ekonomi Indonesia mampu stabil > dan mampu mempertahankan pertumbuhan ekonominya kurang lebih di atas 5%. > Yakni adanya kekuatan struktur ekonomi yang di dukung oleh system > perbankan dengan menggunakan system syariah yaitu Bank Syariah yang fokus > distribusi dananya kepada sektor rill, sehingga mampu menggerakan aktivitas > ekonomi masyarakat Indonesia. > > Bank syariah megalami pertumbuhan yang cukup signifikan meskipun harus > menghadapi situasi yang kurang menentu, dibandingkan dengan Bank-bank > syariah di negara lain di Asia. walaupun kita ketahui bersama, saat ini > dunia perbankan secara umum, khususnya bank-bank konvensional sedang > terganggu dengan adanya krisis keuangan global. Tetapi bank syariah kembali > dapat menunjukan eksistensinya, setelah berhasil melewati ujian krisis > ekonomi tahun 1998 dengan Bank Muamalatnya. > > Kenyataan kita dapat menilai bahwa dalam kondisi krisis keuangan global > saat ini, perbankan syariah dengan system bagi hasilnya tetap normal tidak > terlalu terganggu meskipun BI rate cenderung meningkat, yang diikuti oleh > tingkat bunga pada bank konvensional yang terus naik. Terlihat dengan > pertumbuhan bank syariah yang terus mengalami peningkatan, dengan likuiditas > yang baik, serta kemampuan dalam mempertahankan konsistensinya dalam > menyalurkan pembiayaannya ke sektor riil. Hal tersebut Nampak dalam > laporan sejumlah bank syariah seperti Bank Syariah Mandiri (BSM) dan Bank > Mega Syariah (BMS) mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Hal itu diperkuat > data otoritas moneter yang menyebutkan dana pihak ketiga perbankan syariah > per September lalu tumbuh empat persen menjadi sekitar Rp 33,6 triliun dari > sebulan sebelumnya Rp 32,4 triliun. > > Adapun kemampuannya dalam mempertahankan core bisnisnya di sektor riil > terlihat dengan pembiayaan bank syariah yang cenderung terus meningkat. > Sebagaimana dalam data Statistik perbankan syariah Bank Indonesia (BI) per > Agustus 2008 menunjukkan sebagian besar komposisi pembiayaan mengalami > peningkatan. Seperti Pembiayaan Musyarakah meningkat 5,9 persen dibanding > Juli 2008. Atau dari Rp6,289 triliun, menjadi Rp6,666 triliun dengan pangsa > pasar 18,23 persen. Pembiayaan Mudharabah meningkat 1,2 persen dari Rp6,522 > triliun dengan pangsa pasar 18,53 persen, menjadi Rp6,602 triliun dengan > pangsa pasar 18,05 persen. Piutang Murabahah naik 3,4 persen dari Rp20,704 > triliun dengan pangsa pasar 58,84 persen menjadi Rp21,424 dengan pangsa > pasar 58,58 persen. Piutang Qard naik 1,62 persen, dari Rp761,322 miliar > dengan pangsa pasar 2,16 persen, menjadi Rp826,332 miliar dengan pangsa > pasar 8,5 persen. Ijarah naik 24,5 persen dari Rp543,018 miliar dengan > pangsa pasar 1,53 persen menjadi Rp676,544 miliar dengan pangsa pasar 1,85 > persen *(Republika, 20 Oktober 2008).* > > * * > > * * > > Hal ini tentu sangat positif dan mendapat respon baik dari para pelaku > ekonomi. Ditengah kondisi perekonomian yang cukup berat dalam permodalan, > dengan semakin meningkatnya suku bunga pinjaman dan kredit pada bank > konvensional yang dipengaruhi oleh adanya kenaikan tingkat suku bunga BI > rate. > > Bagi bank konvensioanl adanya krisis keuangan ini, tentu cukup > merepotkan. Mereka mulai khawatir dengan likuiditas banknya. Khususnya bagi > bank yang memiliki kredit investasi besar di sektor perumahan dan bagi bank > yang telah meninvestasikan dananya di lembaga keuangan luar negeri. Ditambah > lagi dengan adanya kekhawatiran potensi terjadinya penarikan dana > besar-besaran (*rush*) oleh para pemilik dana *(kreditur)* mengingat terus > merosotnya harga-harga saham di bursa dan kurs rupiah yang semakin melemah. > > Berbeda dengan bank syariah, dengan adanya krisis ini justru dapat menjadi > peluang baik, karena hal ini dapat memberikan pelajaran positif dan efektif > kepada masyarakat yang mungkin selama ini masih enggan berinvestasi di bank > syariah karena alasan tidak bisa memberikan keuntungan yang besar atau > terbilang > mahal dalam setiap melakukan pembiayaan. Dengan semakin meningkatnya > tingkat bunga bank pada bank konvensional karena pengaruh adanya kenaikan > suku bunga BI rate di atas 9%. Maka akan membuat nasabah pembiayaan di bank > konvensioanl menjadi tertekan, dan akan semakin sulitnya masyarakat > memperoleh dana untuk kegiatan usahanya, karena bunganya yang relatif > tinggi. sehingga bukan malah membantu mendorong peningkatan ekonomi > masyarakat tapi malah menghambatnya. > > kinilah mungkin saatnya sistem syariah menjadi solusi untuk mengatasi > ekonomi masyarakat yang selama ini terus memburuk. Akibat dari adanya system > yang bobrok yakni system kapitalis dengan prinsip bunganya. > > Terkait dengan hal tersebut sekarang ini banyak Negara-negara di dunia yang > mulai cenderung berpihak pada sistem yang dinilai lebih adil yakni sistem > syariah, termasuk di negara Amerika sekalipun. misalnya saja dalam sebuah > diskusi INCEF Malaysia diskusi oleh seorang praktisi ekonomi syariah > Indonesia yang tinggal di kuala lumpur Malaysia dengan Dekan Harvard > Business School Amerika Serikat, seorang professor terkemuka di perbankan > investasi tersebut mengatakan bahwa Amerika harus mengambil pelajaran dari > krisis kredit perumahan tersebut, apalagi hal ini bukan krisis yang pertama > di AS pada 1930, lebih dari 9.000 bank terpaksa Harus ditutup. Selama abad > 20 telah terjadi lebih dari 20 kali krisis yang berskala global termasuk > krisis tahun 1998 yang menimpa asia tenggara. Dan beliau menyetujui bahwa > Amerika harus banyak belajar dari konsep Ekonomi Islam untuk > diimplemetasiakn pada perekonomian Amerika kedepan* (Republika,24 Nopember > 08).* > > Isu menarik pun terjadi di eropa, dimana ekonomi syariah telah menjadi > perbincangan yang cukup menarik dalam diskusi-diskusi dan seminar-seminar. > Bahkan telah mempraktekannya dalam aktivitas ekonomi mereka, Khusus dalam > hal ini negara Inggris. Industri syariah telah berkembang cukup pesat > disana. Dengan salah satu bank besarnya Gatehouse Bank yang telah > dikhususkan bergerak dalam pasar bisnis syariah, Menjadikan Inggris menjadi > pusat likuiditas industry syariah.* (Republika,24 Nopember 08)* > > Ini baru sebagian kecil saja, tentu masih banyak informasi-informasi > hangat lainnya sekilas tentang isu-isu perkembangan ekonomi syariah saat > ini khususnya di bidang perbankan. Kita berharap Semoga hal ini dapat > menjadi penyemangat bagi kita semua dalam mendakwakan ekonomi syariah ke > masyarakat secara lebih luas. Dan semoga moment baik ini, dapat menjadi > waktu yang tepat untuk lebih mempopulerkan ekonomi syariah di tengah-tengah > masyarakat, dan sekaligus menunjukan bahwa sistem ini terbukti lebih unggul > dibandingkan dengan sistem ekonomi lainnya. karena dibangun dengan > berlandaskan pada prinsip-prinsip syariah yang terbebas dari praktek riba, > gharar, maysir, dan segala bentuk keburukan lainnya sehingga mampu > memberikan rasa keadilan dan kesejahteraan kepada masyarakat. Semoga. > Amin… > > > > > > > > ========================================== > Aku Ingin Menjadi Peluru > Berjuang Menembus Ruang dan Waktu > [image: http://farm4.static.flickr.com/3094/2757004062_dc160b360d.jpg] > > ------------------------------ > Dapatkan nama yang Anda sukai! > <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/> > Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.com. > > > -- FARIZAL ALBONCELLI Executive Secretary MGe-Event www.mge-event.com Blog: alboncelli.multiply.com FS: [EMAIL PROTECTED] mobile: 021 950 42948

