Ehm.. sedikit nanggepin nich... dikit aja yah.. hehe.. kalo zakat fitrah
emang kurang terlalu signifikan dalam hal sektor ekonomi. Cz cuma 3,5 liter
beras, ato setara skitar 20rb kan? (iya nggak siy)
Emang siy tujuan zakat fitrah itu bukan ke arah ekonomi,
tapi lebih ke "bagaimana orang miskin bisa makan dan ikut berhari raya pas
lebaran"
Nah.. berbeda dengan zakat mal... yang kata Ust Didin kalo semua warga
indonesia itu sadar dan membayar zakat (mal) maka tidak akan ada lagi
kemiskinan di Indonesia.
Nah secara tidak langsung akan mempengaruhi ke sektor ekonomi.
Ada hubungannya dengan tingkat produksi, distribusi dan konsumsi secara
agregat
Bukan begitu Bang John... (katanya calon menteri zakat)

Pada tanggal 24/12/08, Budi Hartono <[email protected]> menulis:
>
>   aslm. untuk semua saudara-saudaraku...
> an minta bantuan nih tentang sebuah pertanyaan yang berasal dari pikiran an
> pertanyaan adalah :
> "Dengan melihat kondisi ekonomi indonesia sekarang ini,apakah zakat fitrah
> yang dikeluarkan oleh umat islam setiap tahun ini bisa memecahkan masalah
> ekonomi indonesia saat ini. memang untuk masalah sosial,zakat fitrah
> merupakan salah satu pemecahannya....tapi bagaimana dengan sektor ekonomi?"
> tolong bantu an ya.....
> hanya Allah yang mampu membalas kebaikan antum
>  
>



-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Executive Secretary MGe-Event
www.mge-event.com
Blog: alboncelli.multiply.com
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke