Ati2 bang Diro... kayaknya banyak yang alergi sama yang namanya politik praktis... hihihi.. bukan wilayah kita katanya... kita kan intelektual, jadi bermain di intelektualitas aja.. nggak usah ngurus2 partai, wakil rakyat apalagi politik praktis, tabu katanya.... hihihi...
yah.. terlepas dari itu semua kalo banyak yang korupsi (apalagi denger2 nomor wahid di DEPAG ya?) kita doakan aja biar cepet2 dipanggil yang Maha Kuasa-lah.. biar nggak nyusahin kita lagi.. nah tugas MAHASISWA? (apalagi FoSSEI) hmm... kayaknya kebanyakan syuro dech.. hehe... Kalo saya siy berpendapat harus menekan terus pemerintah dan wakil rakyat untuk kembali kepada asholah (upz....) maksudnya kembali kepada budaya kita yang mayoritas Islam. Budaya Apa? Ya... budaya Islam... termasuk ekonomi-nya... Wallahu'alam - Farizal - IsEF SEBI Pada tanggal 30/12/08, ACHMAD SOEDIRO <[email protected]> menulis: > > seru banget nyambungnya, dari zakat fitrah 2.5kg langsung ke wakil > rakyat. > > --- On *Mon, 29/12/08, Budi Hartono <[email protected]>* wrote: > > From: Budi Hartono <[email protected]> > Subject: Re: Bls: {FoSSEI} tentang zakat > To: [email protected] > Date: Monday, 29 December, 2008, 10:02 PM > > af1 baru balez.... > iya sih, memang bagaimana hanya dengan 2,5 kg itu bisa memperbaiki > perekonomian indonesia. memang hal ini tidak bisa dilihat hanya dari satu > sisi saja. bila untuk memaksimalkan zakat mal, insya allah bisa memperbaiki > ekonomi dangan bantuan pemerintah. tapi kita lihat sendiri tentang bagaimana > pemerintah bersikap.banyak korupsi terjadi di sana-sini bahkan dana haji pun > di korupsi oleh pihak Depag...bagaimana hati ini tidak menangis tahu akan > hal itu...nah kita sebagai pejuang ekonomi islam yang pada saat ini masih > berstatus MAHASISWA harus bagaimana untuk menyadarkan indonesia khususnya > kepada para wakil rakyat yang sebagian besar dari mereka hanya mengobral > janji2 mereka?????? > > > > >

