Israel
sudah frustasi sama HAMAS.



Terlebih melihat perkembangan HAMAS yang tadinya punya batu sekarang punya
roket, roket yang mampu mencapai pemukiman Yahudi di dekat Gaza. Dan untuk
itulah Israel menarik pemukiman yahudinya di Gaza (2005), agar mereka aman dari
peperangan saat mereka menggempur gaza dan meninggalkan rakyat Palestina yang 
non
combatan sebagai collateral damage. Mereka takut setelah roket
apalagi, rudal? So kenapa tunggu mereka punya rudal?!



Bahkan saat penarikan mundur tahun 2005 mereka pun dengan menggunakan "aji
mumpung". Dengan dalih perdamaian (mereka mengalah), mereka mencoba melobi
beberapa negara arab untuk membuka hubungan diplomatik saat itu, padahal
maksudnya adalah invasi Gaza yang bebas dari kematian pemukim yahudi. Arsitek
penarikan mundur tersebut, Ariel Sharon, juga bukan seorang yang pada nature-nya
adalah orang yang baik hati. Die orang yang licik dan licin. Seorang jenderal
yang tangannya berlumuran darah bangsa Palestina, diantaranya bertanggung jawab
atas pembantaian Shabra dan Shatila, Qibya, dll. Bahkan berita kematiannya
menjadi simpang siur hingga saat ini dan ditutupi oleh Israel, yang biasanya
jika ditutupi pasti ada sesuatu. Majalah Hidayatullah dalam salah satunya
menyatakan bahwa Ariel Sharon ususnya hancur namun masih bisa hidup dan masih
dalam kondisi koma. Sungguh sebuah hukuman yang dahsyat bagi sekaratnya musuh
Allah SWT, terbayang jika sekarang dia masih hidup, pasti lebih parah.



Jadi partai Kadima yang didirikan oleh Sharon dan berkuasa di Israel, juga saat
ini mewarisi perilaku Sharon. Tujuan Sharon sejak dulu adalah HAMAS. Mumpung
presiden AS masih Bush. Pertemuan Livni (Menlu Israel) beberapa saat dengan
Presiden Mesir Hosni Mubarak beberapa saat sebelum Israel menyerang GAZA pasti
ada udang di balik batu. Sampai saat ini perbatasan Gaza, Rafah, dengan Mesir
ditutup. Menyebabkan tidak ada yang bisa masuk (membantu Palestina) dan lebih
sadisnya lagi tidak ad yang bisa keluar. Bahkan Hosni Mubarak menolak bertemu
dengan Hidayat Nurwahid, beserta 13 perwakilan negara Arab lainnya untuk
bertemu (dakwatuna), dalam usaha melobi Mesir untuk membuka Rafah bagi
pengungsi. Memang pengungsi dapat membuat suatu masalah baru bagi negara yang
menampungnya, bahkan lebih jauh bisa menjadi kekuatan politik, seperti di 
Lebanon,
dan hal ini berbahaya bagi rezim Mesir saat ini. Orang Palestina pun di
kalangan bangsa arab dikenal pintar-pintar, dan membantu Palestina sama dengan
membuat Israel "kedua" di sana. Namun tak satupun dari alasan-alasan
tersebut yang mampu membenarkan tindakan Mesir yang tak punya hati untuk
menutup Rafah bagi masuknya bantuan kemanusiaan dan terlebih bantuan sesama
muslim. Kongkalikong Livni dengan Mubarak benar-benar ada udang di balik batu.



Palestina sangat membutuhkan bantuan. Dengan memberikan bantuan doa, dana serta
perang opini di media, lakukan apa yang kita bisa.



Israel sendiri perekonomian nya cukup terpukul parah akibat usahanya
"membungkam" HAMAS. Beban anggaran mengamankan pemukim serta, beban
perang lainnya cukup besar. Terlebih perang tersebut merupakan perang asimetrik
yang melelahkan. Kita akan lihat siapa psikologisnya yang lebih tahan, mereka
yang terbiasa hidup susah dan ditindas dan sangat merindukan kematian atau
mereka bangsa pengecut yang takut mati dan suka membunuhi para Nabi. Saat
krisis seperti ini, sampai kapan AS mampu memberikan hibah pada Israel? 



Melawan Israel membutuhkan suatu pemikiran dan perkembangan yang konstan, usaha
keras yang terus-menerus. Hal ini sangat dirasakan oleh rakyat Palestina. 4WI
SWT menggembleng rakyat Palestina. Sebuah keistimewaan tersendiri. Yang mereka
perangi jelas. Sayang sekali jika hidup ini dilakukan dengan berleha-leha. Akan
menakutkan juga bagi negara-negara disekeliling Palestina yang persenjataannnya
sangat tergantung dengan AS, melihat suatu negara Palestina yang mampu bertahan
hidup. Apakah ini alasan mereka bungkam? 



HAMAS telah memberikan suatu pelajaran pada Israel, dan akan terus seperti itu
hingga bumi Palestina menjadi kembali milik kaum muslimin, insya4WI!! Hingga 
takutnya, Israel sampai parno seperti ini: (cek link)



http://www.gush-shalom.org/media/seperationmap_eng.swf

Israel
memang jago merencanakan dan menipu. Daniel S. Pipes, penulis dan pengamat
Timur Tengah yang Islam-phobia, mengatakan jangan pernah melihat tindakan
Israel, khususnya faksi dimana Sharon berada (Kadima), pada face values
(kulitnya doank). Namun sebaik-baiknya makar Israel, makar 4WI SWT adalah yang
terbaik



--- Pada Jum, 9/1/09, Nurul Isnaeni <[email protected]> menulis:
Dari: Nurul Isnaeni <[email protected]>
Topik: [hi_ui] Fw: Etika Israel
Kepada: [email protected], [email protected]
Tanggal: Jumat, 9 Januari, 2009, 11:45 PM










    
            

--- On Thu, 1/8/09, hamid basyaib <hb...@yahoo. com> wrote:

From: hamid basyaib <hb...@yahoo. com>
Subject: [kahmi_pro_network] Etika Israel
To: kahmi_pro_network@ yahoogroups. com, islamliberal@ yahoogroups. com, 
alumniummat@ yahoogroups. com, alumni-ummat@ yahoogroups. com
Date: Thursday, January 8, 2009, 6:23 AM



Celah 

www.inilah.com,
08/01/09

 

Etika
Israel di Gaza

 

HAMID BASYAIB

 

Terlalu banyak hukum internasional
dan etika perang yang dilanggar Israel dalam rangkaian gempurannya atas Gaza
yang, menurut Amnesty International per 7 Januari, telah menewaskan lebih dari
700 dan melukai sekitar 3.000 orang. 

 

Korban luka yang kelak selamat pun mungkin akan
mengidap kanker, karena Israel
menggunakan bom gas fosfor putih. Senjata kimia ilegal ini
bisa menimbulkan kerusakan fisik hingga ke tulang – atau mengubah tubuh
menjadi
serpihan. 

 

Dr.
Mads Gilbert, anggota tim relawan medis Norwegia yang bekerja di Gaza, masih
mendokumentasikan penggunaan bom-bom ilegal tersebut, yang terkategori Dense
Inert Metal Explosive (DIME). Dr. Gilbert, yang telah berpengalaman di wilayah
konflik, menyatakan situasi di Gaza merupakan yang terburuk yang pernah dia
saksikan.

 

Dua
sekolah PBB terkena bom, menewaskan 30 anak di dalamnya. New York Times Senin
lalu melaporkan, rumah sakit di Gaza penuh
dengan warga sipil, bukan serdadu Hamas.

 

Membidik
sasaran sipil melanggar Konvensi Geneva ke-4. Lontaran roket-roket Hamas ke
wilayah Israel, yang tidak membedakan kombatan dan non-kombatan, adalah ilegal,
meski korban aktualnya sejauh ini hanya enam orang; dan sepanjang satu tahun
sebelum serangan ini tidak menewaskan satu pun warga Israel. 

 

Jadi
gempuran Israel lebih terkait dengan persaingan politik di Tel Aviv menjelang
pemilu Februari. Partai Kadima yang berkuasa ingin menunjukkan ia pun bisa
sekeras Likud, yang menjadikan ketidaktegasan partai Tzipi Livni (calon favorit
PM) itu terhadap Palestina sebagai kartu untuk mengalahkannya. 

 

Tapi
yang dilakukan Israel, dengan gempuran udara dan daratnya, melanggar Konvensi
Geneva secara sangat serius. Korban sipil terlalu banyak, sampai 25 persen dari
seluruh korban, seperti terlihat dari mereka yang dirawat. Dari segi ini dalih
bahwa jatuhnya warga sipil hanya ekses sulit diterima. Yang lebih mungkin:
Israel tidak membedakan militer dan sipil – atau setidaknya tak cukup
sungguh-sungguh membidik eksklusif serdadu Hamas. 

 

Boleh
jadi ini bagian dari strategi Israel untuk mengucilkan atau menurunkan
popularitas Hamas di mata warga Palestina, atau warga Gaza khususnya. Dengan
banyaknya korban jiwa dan bangunan sipil, warga Gaza akan menyalahkan Hamas,
yang memang suka memprovokasi Israel (yang juga merupakan strategi Hamas agar
tampak kredibel di mata warga Palestina, untuk membedakannya dari Fatah-PLO
yang terkesan lunak terhadap Israel).    

 

Serangan Israel merupakan penghukuman kolektif terhadap seluruh warga Gaza
karena tindakan sejumlah serdadu Hamas. Gempuran tersebut juga merupakan reaksi
yang jauh melampaui proporsi. Ini memang doktrin Israel sejak ia berdiri:
menyerang
besar-besaran dengan mendefinisikannya sebagai pembalasan; atau menyerang
duluan dengan dalih mencegah ancaman potensial menjadi aktual; taktik
pre-emptive strike temuan Israel ini
kemudian ditiru Amerika di Irak.

 

Alasan keempat yang membuat Israel melanggar Konvensi Geneva: ia memblokade
Gaza dari bantuan pangan dan obat-obatan, sehingga menimbulkan krisis
kemanusiaan di wilayah mini berpenduduk 1,5 juta jiwa itu. Gempuran Israel
sejak dua pekan silam sesungguhnya puncak dari blokade yang dilakukannya selama
dua tahun terakhir.

 

Amerika memberikan sumbangan besar, hampir secara langsung, terhadap
gempuran Israel kali ini. Menurut Marjorie Cohn, Direktur Pusat Studi Timur
Tengah Universitas San Francisco, Amerika melanggar hukumnya sendiri.

 

AS memberi bantuan US$ 3 miliar per tahun kepada Israel. Dana pajak rakyat
AS inilah yang digunakan Israel untuk membeli jet F-16 dan helikopter tempur
Apache yang dipakai untuk menggempur Gaza sekarang. UU Bantuan Keamanan dan HAM
melarang AS membantu Israel, yang terlibat pelanggaran berat HAM sebagaimana
diakui oleh masyarakat internasional, dalam pola yang konsisten.

 

UU Pengendalian Ekspor Senjata melarang persenjataan AS digunakan selain di
dalam batas negara demi membela diri. ”Mengebom gedung-gedung sekolah, kantor
polisi dan stasiun penyiaran bukanlah pembelaan diri,” kata Cohn, yang juga
profesor
hukum dan presiden Gilda Pengacara Nasional (marjoriecohn. com).

 

New York Times mengutip sejumlah pakar Timur Tengah yang
yakin bahwa serangan Israel kali ini sebagai ”aji mumpung” – mumpung
Presiden
Bush masih duduk di Gedung Putih. Karena itu harapan tinggal pada presiden
terpilih Barack Obama, sebagai kepala negara satu-satunya yang mampu
menghentikan kebuasan Israel yang melanggar semua hukum dan etika perang.

 

Maka kebungkaman Obama, selain sangat disayangkan,   juga
aneh, mengingat begitu banyak hal yang selama ini dikomentarinya dengan tegas,
termasuk isu-isu luar negeri yang panas seperti Irak dan Afghanistan.

 

Dunia memang tidak mungkin berharap Obama bersikap keras terhadap Israel
atau berpihak pada Palestina. Tapi dunia tentu pantas berharap agar Obama
memahami
bahwa yang sedang terjadi di Gaza bukanlah perang, melainkan krisis
kemanusiaan.

 

Penulis adalah Direktur
Eksekutif Strategic Political Intelligence (SPIN). 

 

 

 

 


        
         
        
        








        


        
        


      

[Non-text portions of this message have been removed]


------------ --------- --------- ------

Web Address http://groups. yahoo.com/ group/kahmi_ pro_network/

MAKLUMAT:

1. MILIS INI TIDAK MENERIMA SEGALA BENTUK ATTACHMENT.
2. AGAR MENULISKAN NAMA ASLI (PANGGILAN ATAU NAMA LENGKAP).
3. TIDAK MENGUMBAR PERMUSUHAN DAN/ATAU MENGGUNAKAN KATA-KATA KASAR.
   dan
4. TIDAK MENYERTAKAN POSTING SEBELUMNYA ATAU YANG DITANGGAPI SECARA  
   KESELURUHAN, CUKUP EMAIL BAGIAN/PARAGRAF YANG INGIN DITANGGAPI.Yahoo! Groups
Links






      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      
___________________________________________________________________________
Nama baru untuk Anda! 
Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan di domain baru @ymail dan @rocketmail. 
Cepat sebelum diambil orang lain!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/

Kirim email ke