ah anda ga paham tulisan saya yang kemarin ya? pahamilah dulu tulisan saya! saya tidak mengungkit masalah internet, ekonomi islam, tetapi saya prihatin dengan umat islam sekarang yang mengikuti budaya orang kafir. internet, mata uang itu bukan budaya mas. ngaji lagi ya mas. bljr lagi ekonomi islam
________________________________ Dari: Farizal MGe <[email protected]> Kepada: [email protected] Terkirim: Jumat, 9 Januari, 2009 06:29:24 Topik: Re: Bls: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach.... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh!!! EHm.. faham, saya faham betul memang mencintai ibu harus setiap hari, bahkan setiap detik, nggak ada hari khusus, dan itu budaya orang kafir, saya sangat faham betul. .. tapi apakah semua hal yang dari kafir (barat) semuanya salah? Apakah Rasulullah menolak dinar/dirham untuk dijadikan mata uang padahal dua jenis mata uang tsb berasal dari romawi dan persia yang notabene kafir? Kalau semua budaya orang kafir kita tolak, hehe... jelas internet ini pun produk dari orang kafir, imel yang mbak siska gunakan juga produk orang kafir.. jadi ikut ngikutin orang kafir juga dunk?! dan masih segambreng budaya orang kafir yang saat ini melekat dalam hidup dan kehidupan kita. hehe... afwan yah.. Ehm... mirip seperti mazhab maistream dalam ekonomi Islam yang menyatakan bahwa usaha mengembangkan ekonomi islami bukan berarti memusnahkan semua hasil analisis yang baik dan sangat berharga yang telah dicapai oleh ekonomi konvensional selama lebih dari seratus tahun terakhir. Begitu juga kita.. kalau ada yang baik dari barat (tentunya diluar hal-hal yang prinsip seperti akidah, ibadah, dll) nggak ada salahnya kita ambil. Nah balik lagi ke hari ibu. Saya siy setuju-setuju aja, kenapa? Iya memang kita diajarkan untuk menyayangi ibu sepanjang hayat, tapi setidaknya ada moment khusus. Moment yang memang sangat jarang, moment spesial yang memberikan perhatian lebih. Syukur-syukur dengan dengan moment itu kasih sayang kita kepada ibu lebih meningkat terus dari biasanya. Mirip juga misalnya dengan peringatan Idhul Adha, sebuah moment untuk kita mengingat kembali napat tilas perjuangan Nabi Ibrahim. Sebuah moment (simbol) dalam rangka berkorban. Baik itu korban dalam arti kurban binatang ternak atau korban dalam arti berkorban untuk perjuangan Islam. Manusia itu mudah lupa, oleh karena itu sering2 diingatkan. Nah salah satu metode untuk mengingatkannya bisa jadi dengan moment-moment tersebut yang sifatnya tahunan. Dan sepengetahuan saya, masalah ini masalah muamalah, pasti Mbak Siska faham hukum asalnya muamalah kan? Wallahu'alam --- On Fri, 1/9/09, siska andrianti <himmah_ekonis@ yahoo.co. id> wrote: From: siska andrianti <himmah_ekonis@ yahoo.co. id> Subject: Bls: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach.... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh! !! To: fos...@yahoogroups. com Date: Friday, January 9, 2009, 8:28 AM kita mengucapkan I luv U mom, hanya setahun sekali. inget mas, rasulullah tidak mengajarkan itu. itu hanya budaya orang2 kafir. knp kita sebagai uamt islam harus mengikuti? sedangkan rasullullah mengajarkan untuk syang kepada ibu tiap saat, tipa detik. ibu, ibu, ibu, ayah. itu kan yang dikatakan rasullulah saat di tanya oleh sahabat. eh knp kita mengikuti budaya orang2 kafir? hari ibu kita ikut mengicapkan kasih sayang kepada ibu, setahun sekali (nauzubillah) inget kan hadist rasul "barang siapa uang mengikuti suatu kaum, maka mereka bukan termasuk dari golonganku (kurang lebih hadistnya seperti itu)" jadi hati2 mas dalam melakukan sesuatu. mas ga mau kan di anggap bukan sebagai umat rasulullah? ________________________________ Dari: Farizal FoSSEI <fari...@fossei. org> Kepada: fos...@yahoogroups. . com; isefsteisebi@ yahoogroups. com Terkirim: Minggu, 21 Desember, 2008 15:52:59 Topik: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach..... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh! !! Rindu Ibunda Ibunda... Di tirai pagi kubersandar pada dinding kesedihan Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan Ibunda... Telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita Membentang kerinduan di dalam anak-anak sungai di ujung mata kita Ibunda... Coba kukumpulkan keindahan dunia untuk ganti hadirmu Coba kupilah yang terbaik untuk isi kerinduanku Tapi bunda... Dunia takkan mampu menggantikanmu Pilahan yang terbaik takkan lagi coba kuisi dalam rinduku Dunia... Ah… apalah arti dunia ketika surgapun di telapak kakimu Menopang segala yang ada di tubuh, hati dan luangan kasih sayangmu Hingga begitu indah setiap detik dalam rahimmu Hingga begitu indah setiap detik dalam gendonganmu Hingga begitu indah setiap detik dalam pangkuanmu Hingga derita kau rasa indah demi anandamu Lalu...kenapa hanya rindu yang ananda punya untuk ibunda Tidak bunda... Rindu ini hadir dalam Doa anandamu Agar surga selalu hadir untukmu Bukan hanya ditelapak kakimu Sumber: Bulletin "Cahaya" SEBI *Edisi 22/Tahun III/Desember/ 2006* Penulisnya nggak ada Farizal dan kawan-kawan mengucapkan selamat Hari Ibu...I luv U Mom.... -- FARIZAL ALBONCELLI Executive Secretary MGe-Event www..mge-event. com Blog: alboncelli.multiply .com FS: [email protected] mobile: 021 950 42948 ________________________________ Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! Firefox 3: Lebih Cepat, Lebih Aman, Dapat Disesuaikan dan Gratis.http://downloads.yahoo.com/id/firefox

