Ehm.. Mbak siska ini terkesan sekali sangat cerdas ya? sampai kata-katanya sulit di fahami (mungkin karena saking cerdasnya ya?) ok! kita samakan persepsi dulu, apa yang dinamakan budaya? Menurut saya (bukan kamus besar bahasa indonesia karena memang kamus itu nggak ada dirumah saya) budaya hampir mirip dengan produk, kebiasaan, adat, kultur, dan sejenisnya. Mungkin bisa saya minta pengertian budaya menurut mbak siska bagaimana? Nah beranjak dari hal itu bisa dikatakan bahwa budaya itu = urf Menurut buku ushul fiqh yang dikarang Ust Firdaus terbitan zikrul, urf secara bahasa berarti sesuatu yang telah dikenal baik dan dipandang baik serta dapat diterima akal sehat.Lebih lanjut, dalam kajian ushul fiqh, urf adalah suatu kebiasaan masyarakat yang sangat dipatuhi dalam kehidupan mereka sehingga mereka merasa tentram. Kebiasaan yang telah berlangsung lama itu dapat berupa ucapan dan perbuatan, baik yang bersifat khusus maupun yang bersifat umum. dalam konteks ini, istilah urf sama dan semakna dengan istilah al'adah (adat istiadat).
Kebiasaan (urf) ini bisa saya contohkan misalnya ketika jual beli di pasar swalayan. Kita terbiasa mengambil barang kemudian membayarnya di kasir (tanpa mengucapkan lafadz ijab qabul). Padahal menurut hukum seharusnya ucapan ijab qabul harus diucapkan. namun karena sudah terbiasa (urf) maka ucapan tersebut tidak perlu diucapkan lagi dan jual beli itu dianggap sah. Nah urf disini ada yang bersifat sahih (baik dan sejalan dengan nilai2 islam/tidak menghalalkan yang haram juga sebaliknya) ada juga yang fasid (sudah menjadi tradisi tapi bertolak belakang dengan nilai2 islam) Dan dalam kaidah ushul fiqh, para ulama banyak yang sepakatdan menerima urf sebagai dalil dalam mengambil suatu hukum. selama ia memang urf sahih dan tidak bertentangan dengan hukum islam. Imam syatibi (kenal kan? itu lho yang mengatakan teori maqashid asy sayriah sebelum dilengkapi oleh imam ghazali) menilai semua mazhab fiqh menerima dan menjadikan urf sebagai dalil syara dalam menetapkan hukum ketika tidak ada nash yang menjelaskan hukum yang muncul di masyarakat. Ehm.. kalau dibilang urf ini untuk lingkup wilayah ibadah, nggak juga, kebanyakan urf malah lebih ke wilayah muamalah, terutama aktivitas ekonomi. Nah kembali ke masalah hari ibu yang dipermasalahkan sama mbak Siska ini. Kalo saya ambil kesimpulan bahwa ini merupakan urf. terlepas itu di indonesia ataupun kebiasaan orang barat. Nah.. menurut saya juga, urf disini bisa dimasukkan ke dalam urf sahih karena memang tidak ada yang bertentangan dengan Islam. Seperti alasan saya sebelumnya bahwa kebiasaan ini hanya sebatas moment saja. Karena memang manusia itu tempatnya lupa. Misalnya lupa untuk berbhakti kepada orang tua karena saking sibuknya kita. Atau ketika kita tinggal di tempat yang jauh karena harus kuliah di luar kota, mungkin kita lupa menghubungi ibu kita untuk sekedar tanya kabar, dsb. Nah untuk mengingatkannya ya butuh sebuah moment. Nah dengan adanya hari ibu, mungkin kita akan ingat kembali bahwa bhakti kita belum sebesar kasih sayang ibu kepada kita, sehingga dengan moment itu kita bisa lebih meningkatkan kasih sayang kita kepada ibu bahkan ayah kita. Mungkin itu penafsiran dan penjelasan saya, mohon maaf kalau ada hal2 yang salah. Ehm.. mau tanya mbak.. mbak sering bilang "ngaji lagi ya mas. tapi yang bener" nah memang ngaji yang bener itu dimana ya mbak? apakah selama ini A Qur'an dan Assunnah yang saya kaji itu salah ya mbak? Apakah saya kuliah di kampus SEBI yang banyak ust2 ahli fiqh itu sesat ya mbak? Apakah ketika tiap malam saya mendengarkan radio DAKTA yang subhanallah bagus dan bermutunya kajian-kajian di tiap malamnya itu bukan ngaji ya mbak? Padahal di radio tersebut beda2 fikroh lho mbak.. ada yang salafy, HTI, FPI, Al Irsyad, Tarbiyah, PERSIS, dll. Terus saya mesti ngaji dimana lagi mbak? Apa mesti ke Ahmadiyah? LDII? atau malah harus ke JIL? Hehe.. kalo sarannya seperti itu bisa2 aja koq, memang di tempat saya tinggal diapit oleh gereja, masjid ahmadiyah dan LDII. Saran mbak saya ngaji dimana nih? Kalo emang sarannya oke saya tinggal salto aja tuh. hehe... Ehm.. mbak sendiri ngajinya dimana ya mbak? Boleh saya ikut? biar saya lebih faham lagi dah... --- On Mon, 1/12/09, siska andrianti <[email protected]> wrote: From: siska andrianti <[email protected]> Subject: Bls: Bls: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach.... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh!!! To: [email protected] Date: Monday, January 12, 2009, 6:01 AM ah anda ga paham tulisan saya yang kemarin ya? pahamilah dulu tulisan saya! saya tidak mengungkit masalah internet, ekonomi islam, tetapi saya prihatin dengan umat islam sekarang yang mengikuti budaya orang kafir. internet, mata uang itu bukan budaya mas. ngaji lagi ya mas. bljr lagi ekonomi islam Dari: Farizal MGe <mas.farizal@ yahoo.com> Kepada: fos...@yahoogroups. com Terkirim: Jumat, 9 Januari, 2009 06:29:24 Topik: Re: Bls: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach.... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh! !! EHm.. faham, saya faham betul memang mencintai ibu harus setiap hari, bahkan setiap detik, nggak ada hari khusus, dan itu budaya orang kafir, saya sangat faham betul. .. tapi apakah semua hal yang dari kafir (barat) semuanya salah? Apakah Rasulullah menolak dinar/dirham untuk dijadikan mata uang padahal dua jenis mata uang tsb berasal dari romawi dan persia yang notabene kafir? Kalau semua budaya orang kafir kita tolak, hehe... jelas internet ini pun produk dari orang kafir, imel yang mbak siska gunakan juga produk orang kafir.. jadi ikut ngikutin orang kafir juga dunk?! dan masih segambreng budaya orang kafir yang saat ini melekat dalam hidup dan kehidupan kita. hehe... afwan yah.. Ehm... mirip seperti mazhab maistream dalam ekonomi Islam yang menyatakan bahwa usaha mengembangkan ekonomi islami bukan berarti memusnahkan semua hasil analisis yang baik dan sangat berharga yang telah dicapai oleh ekonomi konvensional selama lebih dari seratus tahun terakhir. Begitu juga kita.. kalau ada yang baik dari barat (tentunya diluar hal-hal yang prinsip seperti akidah, ibadah, dll) nggak ada salahnya kita ambil. Nah balik lagi ke hari ibu. Saya siy setuju-setuju aja, kenapa? Iya memang kita diajarkan untuk menyayangi ibu sepanjang hayat, tapi setidaknya ada moment khusus. Moment yang memang sangat jarang, moment spesial yang memberikan perhatian lebih. Syukur-syukur dengan dengan moment itu kasih sayang kita kepada ibu lebih meningkat terus dari biasanya. Mirip juga misalnya dengan peringatan Idhul Adha, sebuah moment untuk kita mengingat kembali napat tilas perjuangan Nabi Ibrahim. Sebuah moment (simbol) dalam rangka berkorban. Baik itu korban dalam arti kurban binatang ternak atau korban dalam arti berkorban untuk perjuangan Islam. Manusia itu mudah lupa, oleh karena itu sering2 diingatkan. Nah salah satu metode untuk mengingatkannya bisa jadi dengan moment-moment tersebut yang sifatnya tahunan. Dan sepengetahuan saya, masalah ini masalah muamalah, pasti Mbak Siska faham hukum asalnya muamalah kan? Wallahu'alam --- On Fri, 1/9/09, siska andrianti <himmah_ekonis@ yahoo.co. id> wrote: From: siska andrianti <himmah_ekonis@ yahoo.co. id> Subject: Bls: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach.... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh! !! To: fos...@yahoogroups. com Date: Friday, January 9, 2009, 8:28 AM kita mengucapkan I luv U mom, hanya setahun sekali. inget mas, rasulullah tidak mengajarkan itu. itu hanya budaya orang2 kafir. knp kita sebagai uamt islam harus mengikuti? sedangkan rasullullah mengajarkan untuk syang kepada ibu tiap saat, tipa detik. ibu, ibu, ibu, ayah. itu kan yang dikatakan rasullulah saat di tanya oleh sahabat. eh knp kita mengikuti budaya orang2 kafir? hari ibu kita ikut mengicapkan kasih sayang kepada ibu, setahun sekali (nauzubillah) inget kan hadist rasul "barang siapa uang mengikuti suatu kaum, maka mereka bukan termasuk dari golonganku (kurang lebih hadistnya seperti itu)" jadi hati2 mas dalam melakukan sesuatu. mas ga mau kan di anggap bukan sebagai umat rasulullah? Dari: Farizal FoSSEI <fari...@fossei. org> Kepada: fos...@yahoogroups. . com; isefsteisebi@ yahoogroups. com Terkirim: Minggu, 21 Desember, 2008 15:52:59 Topik: {FoSSEI} Selamat Hari Ibu yach..... I Luv U Mom... Mmmuuuaaahhh! !! Rindu Ibunda Ibunda... Di tirai pagi kubersandar pada dinding kesedihan Di senandung alam kuberbaring pada rajutan kerinduan Ibunda... Telah jauh jarak antara kutub-kutub tubuh kita Membentang kerinduan di dalam anak-anak sungai di ujung mata kita Ibunda... Coba kukumpulkan keindahan dunia untuk ganti hadirmu Coba kupilah yang terbaik untuk isi kerinduanku Tapi bunda... Dunia takkan mampu menggantikanmu Pilahan yang terbaik takkan lagi coba kuisi dalam rinduku Dunia... Ah… apalah arti dunia ketika surgapun di telapak kakimu Menopang segala yang ada di tubuh, hati dan luangan kasih sayangmu Hingga begitu indah setiap detik dalam rahimmu Hingga begitu indah setiap detik dalam gendonganmu Hingga begitu indah setiap detik dalam pangkuanmu Hingga derita kau rasa indah demi anandamu Lalu...kenapa hanya rindu yang ananda punya untuk ibunda Tidak bunda... Rindu ini hadir dalam Doa anandamu Agar surga selalu hadir untukmu Bukan hanya ditelapak kakimu Sumber: Bulletin "Cahaya" SEBI *Edisi 22/Tahun III/Desember/ 2006*Penulisnya nggak ada Farizal dan kawan-kawan mengucapkan selamat Hari Ibu... I luv U Mom.... -- FARIZAL ALBONCELLI Executive Secretary MGe-Event www..mge-event. com Blog: alboncelli.multiply .com FS: [email protected] mobile: 021 950 42948 Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang!

