ahsanta 

tapi realitanya masih banyak temen-temen mahasiswa yang berparadigma bahwa 
Palestina hanya permasalahan politik dan ga ada kaitannya sama sekali dengan 
ekonomiĀ  

udah pulang akh dari madiun ? 

--- Pada Sen, 12/1/09, ardiansyahseloyudha <[email protected]> 
menulis:
Dari: ardiansyahseloyudha <[email protected]>
Topik: {FoSSEI} Fw: 8 Perspektif atas Permasalahan Palestina (Sumber: Arya 
Sandhiyudha)
Kepada: [email protected]
Tanggal: Senin, 12 Januari, 2009, 9:25 PM










    
            --- On Wed, 1/7/09, Arya Endonesya <arya.endonesya@ yahoo.com> 
wrote:



From: Arya Endonesya <arya.endonesya@ yahoo.com>

    Subject: 8 Perspektif atas Permasalahan Palestina

    To: "daykusay" <ardianti.sandhiyudh [email protected]>, "ardiansyah

selo+yudha" <ardiansyahseloyudha @yahoo.com>

    Date: Wednesday, January 7, 2009, 10:32 PM



8 PERSPEKTIF KITA TERHADAP PALESTINA



Arya Sandhiyudha



Pertama, Palestina adalah satu-satunya tempat di dunia

kontemporer yang masih terjadi kolonialisasi model kuno. Ia merupakan

pusat dunia, strategis baik secara potensi sumber daya alam, ekonomi,

politik, maupun militer. 



Kedua, terkait dengan hubungan Indonesia-Palestina . Indonesia

adalah negara konstitusional, yang dalam pembukaan UUD 1945-nya

menegaskan sikap anti-penjajahan. Maka bagi Indonesia, penjajahan

terhadap bangsa manapun, sama dengan penjajahan terhadap bangsa dan

tanah air sendiri. Maka itulah Indonesia di masa lalu memboikot 

Olympic Games, karena Israel berpartisipasi di dalamnya, dan Indonesia

menggelar Ganefo (Games for Neo Emerging Forces). Palestina juga

menjadi negara satu-satunya yang belum merdeka dari daftar perjuangan

kemerdekaan bangsa terjajah di Amanat Konferensi Asia Afrika ~

Bandung, Indonesia. Sejatinya, dalam konteks perlawanan terhadap

penjajahan tanah air Indonesia tidak hanya sebatas dari Sabang hingga

Merauke, namun lebih dari itu, dari Jakarta hingga Jalur Gaza.



Ketiga, Palestina adalah bangsa yang sangat peduli dengan

penderitaan bangsa orang lain, termasuk terhadap bangsa Indonesia.

Pada masa-masa perjuangan kemerdekaan di Indonesia, M. Ali Taher,

Perdana Menteri Palestina, menyumbangkan seluruh uangnya dari bank

internasional untuk perjuangan muslim Indonesia. Di saat agresi

militer I dan II terjadi, Palestina bersama dengan Mesir, Irak, dan

negara-negara muslim lain, melakukan boikot, demonstrasi anti-Belanda.

Palestina adalah salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan

Indonesia, setelah sebelumnya juga melakukan upaya diplomasi untuk

Indonesia. Di tengah derita mereka, hidup bertahun-tahun di

tenda-tenda dan rumah-rumah darurat, rakyat Palestina masih sempat

mengirimkan sumbangan untuk korban gempa dan tsunami di Aceh.



Keempat, terkait fenomena Zionis-Israel- Yahudi yang nyata dan

terus ada. Israel tidak memiliki akar sejarah penduduk asli Palestina.

Kedatangan mereka, dari permulaan akhir periode sebelum lahirnya Isa

bin Maryam sampai permulaan Masehi, hanyalah sebagai imigran dari

Mesir. Jauh sebelum masuknya Israel, Palestina telah dihuni oleh

bangsa Kanaan. Hal ini disebutkan dalam Injil dan Al Quran.

Berdasarkan Hukum Internasional yang menyatakan bahwa yang berdaulat

atas suatu wilayah adalah mereka yang pertama lalu mendiami wilayah

tersebut dan menunjukkan bukti eksistensi mereka atas wilayah tersebut

berupa aktivitas dan bukti-bukti fisik yang menunjukkan kedaulatan

mereka atas wilayah tersebut. Karena itu, bangsa Kanaan yang merupakan

nenek moyang Arab Palestina saat ini adalah pemilik sah tanah Palestina.



Kelima, Israel telah menimbulkan berbagai kerusakan dan kerugian,

dalam berbagai sisi dan bagi banyak pihak. Teroris Israel terus

melakukan okupasi secara biadab di atas tanah sah bangsa Palestina,

mengusir para penduduk asli, dan melakukan teror dan pembantaian

terhadap ibu-ibu, orang tua, pemuda, serta anak-anak yang tidak mau

mengikuti ambisi hewani Israel. Hal ini menimpa seluruh rakyat

Palestina, tanpa pandang bului, praktik bumi hangus Deir Yasin menjadi

saksi 400 masjid dan 400 gereja ternodai.



Keenam, Israel berdiri di atas ideologi yang rasis, politis, dan

teroris. Itulah kenapa rencana deklarasi mereka di Jerman diboikot dan

diprotes oleh para rabi, sampai kemudian harus mencari tempat yang

lain, Swiss. Itu pula yang melatari adanya kebijakan PBB bahwa gerakan

Zionis-Israel adalah terlarang, sebelum kemudian lobi-lobi mereka

berhasil menghapuskannya.



Ketujuh, lebih dari itu semua, Palestina bagi umat Islam adalah

masalah utama, ia merupakan tanah waqaf umat Islam, di sana terdapat

Masjid al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, tempat dilahirkannya

nabi-nabi pilihan, tempat Isra' Rasulullah saw. Dan tempat yang sangat

diberkahi. Tidak seperti Masjid al-Haram yang Allah jamin penjagaan

atasnya, Masjid al-Aqsha adalah tanggung jawab umat Islam untuk

menjaganya.



Kedelapan, Pembebasan! Upaya perjuangan kemerdekaan angsa

Palestina sangat membutuhkan dukungan dari bangsa lain sebagai syarat

de jure, termasuk Indonesia. Atas apa yang terjadi di Palestina,

terdapat beberapa hal yang pelu dilakukan, yaitu : memahami kondisi

dan problematika Palestina, kemudian menyosialisasikanny a kepada yang

lain, sehingga segala potensi dapat dikerahkan untuk membantu

perjuangan rakyat Palestina. Menyelamatkan haknya dan membebaskan

Palestina dari penjajahan.



(Sumber: Arya Sandhiyudha. "Renovasi DK". KAF publisher: 2006)   

       




      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Jatuh cinta itu seperti apa ya rasanya? Temukan jawabannya di Yahoo! 
Answers! http://id.answers.yahoo.com

Kirim email ke