Oh, bukan mbak, Al Arabiyah bukan milik Arab Saudi, ini adalah entitas media 
milik Amerika. Berdirinya Al Arabiyah dilatar belakangi oleh kekalahan perang 
opini Amerika di Timur Tengah saat perang teluk II berlangsung, invasi Amerika 
ke Irak. Media ini didirikan sebagai perimbangan informasi dan lebih tepat alat 
perang media Amerika guna menghadapi Aljazeera yang terkenal lebih pro timur 
tengah dan dunia Islam umumnya. Sengaja memakai nama Al Arabiyah guna membodohi 
orang2 seperti kita, sama seperti buyut mereka, Lawrence of Arabiyah, yang 
sebenernya bukan Arab

--- On Wed, 14/1/09, nurul hilmiati <[email protected]> wrote:
From: nurul hilmiati <[email protected]>
Subject: Re: [KMI-ANZ] Gaya TV Al-Arabiyah Memusuhi Perlawanan Palestina
To: [email protected]
Date: Wednesday, 14 January, 2009, 7:26 AM










    
            Assalamu'alaikum wr wb,
hhhmmmmm.... saya jadi semakin mengerti arah TV Al-Arabiyah. ..Kalau tidak 
salah dia adalah TV milik pemerintah Saudi Arabia, dan sepertinya pemerintahan 
Saudi Arabia lebih takut kepada Amerika daripada kepada Allah, bahkan salah 
satu Ulama Saudi Arabia sampai mengeluarkan Fatwa Haram melakukan demonstrasi 
mendukung rakyat Gaza.
Salah satu rekan saya dari Oman sedang melakukan study tentang TV Aljazeera dan 
Al-Arabiyah, sekilas dia cerita bagaimana sulitnya birokrasi untuk mendapatkan 
akses ke TV Al-Arabiyah sementara TV Aljazeera sangat menyambut baik study yang 
dia lakukan. Menurut Omama Al-Lawati (rekan saya itu), Selama ini Aljazeera 
seringkali mengkritisi dan menyerang pemerintahan saudi Arabia untuk 
kebijakan-kebijakan yang sangat kritis masalah Timur Tengah. Gerah dengan 
kritikan Al-Jazeera, akhirnya pemerintahan Saudi mendirikan TV Al-Arabiyah. 
...hhmmmmmm. ..no wonder kalau akhirnya tampilan Al-Arabiyah seperti begini....
 
Mudah-mudahan Allah masih memberikan kesempatan kepada penguasa saudi untuk 
melihat yang Haq adalah haq dan yang bathil adalah bathil sebelum datang 
teguran dari Pemilik Alam Semesta.
 
Wassalam,
nurul hilmiati
 
  

--- On Tue, 1/13/09, ACHMAD SOEDIRO <asoed...@yahoo. co.uk> wrote:

From: ACHMAD SOEDIRO <asoed...@yahoo. co.uk>
Subject: [KMI-ANZ] Gaya TV Al-Arabiyah Memusuhi Perlawanan Palestina
To: CahayaIslam@ yahoogroups. com, Iqro_foundation@ yahoogroups. com, 
kmi-...@yahoogroups .com, kpii-australia@ yahoogroups. com, fos...@yahoogroups. 
com, milis-kammi@ yahoogroups. com, pengajianusyd@ yahoogroups. com, 
tarbiyah-nsw@ yahoogroups. com, usyd-pengajian@ yahoogroups. com
Date: Tuesday, January 13, 2009, 2:26 AM













Gaya TV Al-Arabiyah Memusuhi Perlawanan Palestina 


[ 13/01/2009 - 03:16 ] 



 




Ramallah – Infopalestina: Awalnya berupa berita cepat saji, kemudian gambar, 
kemudian dilanjutkan dengan analisi, prediksi, mengkontradiksikan kemudian 
memutar realitas yang ada. 
Itulah yang dilakukan TV Al-Arabiyah ketika masuk dalam perangnya melawan Gaza, 
dengan caranya sendiri. Sebagian pegawai di sana hingga merasa tercekik. Garis 
redaksi dikuasai oleh orang-orang yang memusuhi perlawanan dan simpati kepada 
kelompok pragmatis baru yang membela Amerika Serikat. 
“Bayangkan mereka korban tewas, semuanya tewas, tidak boleh kita bicara tentang 
syuhada, kita bicara masalah korban tewas meski mereka anak-anak. Kita dilarang 
memberikan sifat kepada korban di Jalur Gaza sebagai syuhada. Ini lampu merah. 
Bahkan istilah korban pun dijauhkan dari kamus kami”, tutur seorang pegawai di 
TV Al-Arabiyah yang menolak disebutkan namanya. Lampu merah yang dimaksud 
adalah intruksi dari atas. Tentu sebagian pegawai dan wartawan di lapangan 
merasa keberatan dengan intruksi ini. 
“bayangkan seorang reporter hidup di bawah gempuran bom, melihat langsung darah 
dan potongan tubuh, kemudia ia dilarang menyebutnya sebagai tindakan permusuhan 
dan permbantaian.” Imbuhnya. 
Al-Arabiyah lebih suka analisi dan komentara yang memperburuk citra perlawanan. 
Bahkan di awal agresi Israel di Jalur Gaza, Al-Arabiyah hanya menggambarkan 
sedikit berita menggambarkan sebuah penjara yang dibom Israel saja. Pernah 
suatu ketika Al-Arabiyah memberitakan kebohongnan jatuhnya puluhan korban di 
penjara-penjara di Gaza yang diputarbalikan oleh media Ramallah. 
Tayangan diputarbalikkan
Pegawai di atas menambahkan bahwa dirinya tertekan secara kejiwaan bekerja di 
Al-Arabiyah. Dalam kasus agresi Israel ke Jalur Gaza, TV ini hanya menayangkan 
cuplikan-cuplikan serangan Israel ke Jalur Gaza. Seakan hanya permainan. Bahkan 
di dalam tayangan operasi darat Israel ke Jalur Gaza, Al-Arabiyah justru 
menayangkan capai-capaian Israel di lapangan yang begitu mudah dicapai. 
Salah satu tayangan di sana adalah “Serdadu Israel dengan senjatanya masuk 
tanpa takut ke jantung Gaza, kendaraan militer Israel masuk dengan mudah tanpa 
perlawanan.” Apa yang Anda bayangkan dalam tayangan ini. “rekreasi militer”. 
Mana perlawanan? Namun pada kenyatan di lapangan tidak seperti yang ditayangkan 
oleh Al-Arabiyah. 
Reporter keluar dari sikap diam mereka
Akhirnya reporter Al-Arabiyah yang di Jalur Gaza merasa perlu segera bertindak 
dari keterjajahan ini. Misalnya, reporter Hanan Misri mengatakan bahwa pihak di 
redaksi yang duduk di TV Al-Arabiyah yang mengolah berita dengan ungkapan 
menyesatkan. (bn-bsyr) 



      
      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      

Kirim email ke