--- Pada Sel, 13/1/09, Nasrullah - <[email protected]> menulis:
Dari: Nasrullah - <[email protected]> Topik: Kaya Raya Bermakna Secara Syariah Melalui Properti Kepada: "ikhlash kautsar" <[email protected]> Tanggal: Selasa, 13 Januari, 2009, 2:30 AM Kaya Raya Bermakna Secara Syariah Melalui Properti Assalamu ‘alaikum wr wb, Ba’da tahmid was sholawat Salam Berkah… Menjadi kaya raya adalah impian semua orang. Sifat Allah Ar-Rozzaq, Al-Ghoniy dan Al-Mughniy yang ditanamkan kepada manusia menjadikan manusia ingin menguasai kekayaan. Namun cara manusia mencapainya memiliki spektrum yang amat panjang. Mulai cara yang halal sampai yang menjurus kepada kesyirikan. Pada zaman keemasan Islam (khoirul qurun), para sahabat Rasulullah SAW menguasai kekayaan dengan motivasi terbaik mereka, mengabdi kepada Allah. Ciri mereka ada pada keteguhan dan kerja keras dalam berproduksi, namun sangat hemat dalam berproduksi. Inilah zuhud yang benar. Bukan dengan ber-miskin ria lalu melegitimasi kemalasannya dengan baju zuhud. Dalam sejarah tercatat, Umar bin Khattab RA ketika wafat meninggalkan ladang pertanian sebanyak 70.000 ladang, yang rata-rata harga ladangnya sebesar Rp 160 juta (perkiraan konversi ke dalam rupiah). Itu berarti, Umar meninggalkan warisan sebanyak Rp 11,2 Triliun. Setiap tahun, rata-rata ladang pertanian saat itu menghasilkan Rp 40 juta, berarti Umar mendapatkan penghasilan Rp 2,8 Triliun setiap tahun, atau 233 Miliar sebulan!. (Fikih Ekonomi Umar bin Al-Khattab ra, penerbit Khalifa, hal. 47 & 99) Subhanallah.... Umar ra dalam anjurannya untuk berproduksi, berkata: “Aku wajibkan kepada kalian tiga bepergian, yaitu: Haji dan umroh, Jihad dan usaha untuk mencari rizqi” (idem, hal 48). Bahkan beliau juga berkata, “Tidaklah Allah menciptakan kematian yang aku meninggal dengannya setelah terbunuh dalam jihad yang lebih aku cintai daripada aku meninggal di antara kedua kaki untakuketika berjalan di muka bumi, dalam mencari sebagian karunia Allah” (idem, hal 42) Masih banyak atsar Umar ra yang lain, yang menganjurkan para sahabat untuk gemar berproduksi. Namun coba kita lihat betapa Umar ra menganggap dirinya bermewahan jika makan lebih dari dua lauk dalam satu hidangan... kehidupan konsumsi yang sangat kontras dengan produksinya. Dengan prinsip kekayaan seperti inilah akhirnya para sahabat mampu mencetak para konglomerat muslim, seperti Abdurrahman bin ‘Auf, Utsman bin Affan, Amru bin Ash, Muawiyyah dan sahabat yang lain yang telah meraih kekayaan sejatinya. Benang merah yang bisa saya lihat pada mereka dan ilmu-ilmu kekayaan pada masa kini, ada pada penguasaan PROPERTI mereka. Ya, PROPERTI. Umar ra memiliki warisan 70.000 ladang pertanian, Ustman ra memiliki properti sepanjang wilayah Aris dan Khaibar, beberapa sumur produktif senilai 240 Miliar (Kenapa Harus berserah, Ibnu Athoillah). Belum lagi sahabat yang lain. Mereka semua kaya dari properti... Maka, kalau boleh saya sarankan kepada para pengusaha muslim, arahkan strategi usaha Anda pada properti seperti para sahabat Rasulullah itu. Bahkan Umar ra selalu menganjurkan kepada para pejabatnya untuk tidak menghabiskan gajinya untuk konsumsi. Melainkan disisakan untuk membeli properti. Agar uang mereka tidak habis hanya untuk dimakan. Ikhwani fillah... Bisnis berbasis properti adalah bisnis yang aman, insya Allah. Jika tidak berbasis properti akan mudah dihancurkan badai. Jadi jika Anda berbisnis, maka arahkan bisnis itu pada penguasaan properti. Pada masa kini, dengan perbankan syariah sebagai leverage terbaik dan halal, mampu membuat kita membeli properti dengan modal yang minim, bahkan tanpa modal sama sekali. Kalau boleh kami sharing apa yang telah kami lakukan, semoga ini bisa menjadi pelajaran bersama. 1. Ada sebuah rumah yang kami beli di tahun 2008. Luas Bangunan 1.400m2, Luas Tanah 850m2. Harga pasarannya Rp 3 Miliar (pasaran tanah sekitar Rp 1,5jt/m2 dan bangunan 1,25jt/m2). Hanya karena pemiliknya butuh uang, diapun menjualnya seharga 1,6 Miliar (berarti kami sudah untung 1,4 M di awal). Kemudian, kami ajukan ke bank syariah, pada waktu itu ada 2 bank yang menyetujuinya, bank pertama 2,9 M dan bank ke dua 1,84 M. Tetapi kami ambil yang kedua, karena syaratnya lebih ringan. Akad kredit pun dilaksanakan dan akhirnya bank yang bayar properti kami (kamipun untung lagi Rp 240 Juta). Pada saat itu sang pemilik setuju kami bayar 1 M dulu, tiga bulan kemudian kami lunasi yang 600juta-nya untuk kami putar di usaha, (tentunya kami untung lagi, karena dapat modal usaha Rp 600 Juta). Lalu, ada yang bertanya. Kan ke bank nya harus nyicil? Ya, rumah itu kini sudah ada cashflow Rp 11 juta per bulan dari kost-kostan, tapi belum semua. Kalau dioptimalkan kami hitung-hitung, bisa dapat penghasilan rata-rata Rp 35 juta. Cicilan ke bank Rp 28 juta (jadi tiap bulan kami untung 7 juta lagi). KESIMPULANNYA : kami dapat beli rumah itu tanpa uang (kemudian bahkan dapat modal), dan cicilannya pun tidak perlu saya khawatirkan karena sudah ada cash flownya. Untungnya apa cuma segitu? Tiap tahun rata-rata properti di Indonesia naik 10 persen. Berarti tiap tahun nambah tabungan sebesar Rp 300 juta (10% dikalikan 3M), sangat berkah Alhamdulillah,..... 2. Kami beli lagi sebidang tanah, luas tanahnya 6500 m2. Harga pasaran Rp 2,5 M. (Lagi-lagi) karena pemiliknya butuh uang, diapun menjual tanah tersebut seharga 1,5 M (kami untung di saat beli, 1 M). Kalau ini saya pakai modal Rp 500 juta, modal ini saya dapat dari perputaran usaha dan dalam 1,5 bulan sudah balik lagi dari penjualan tanah itu dalam bentuk dikavling-kavling. Kami ajukan ke bank syariah, ternyata diappraise Rp 4 M, dan bank menyetujui kredit kami sebesar Rp 3 Miliar atas jaminan tanah itu. (Ini strategi kami dapat modal dari properti) 3. Rumah dan kantor yang sekarang kami tempati juga kami dapat dengan strategi itu. Perumahan-perumahan yang kami buat pun kami lakukan dengan cara seperti itu. Dan masih ada “puluhan” properti lain yang sudah kami akuisisi dan beli tanpa uang saya sendiri…. Dengan semua pencapaian ini membuat kami menjadi developer dengan brand sendiri, “The Orchid Realty”. Tahun 2008 The Orchid dijuluki sebagai “The First Islamic Property Developer in Indonesia”. Oleh Metro TV. Alhamdulillah. BERBAGI ILMU Kalaulah apa yang telah kami lakukan memiliki manfaat untuk sebanyak-banyaknya umat, maka semoga ini menjadi amal yang baik untuk kita semua. Dalam lubuk hati yang paling dalam, kami ingin berbagi pengalaman tersebut kepada Anda semua, kami akan buka semua tips dan triksnya. Kebahagiaan bagi kami ketika melihat kaum Muslimin bisa berjaya secara ekonomi. Ilmu ini bisa diterapkan oleh siapa saja; pengusaha, karyawan, ibu rumah tangga, bahkan pengangguran sekalipun. Kerisauan kami yang terbesar sekarang adalah –sungguh- keuangan telah menjadi “Tuhan” yang menjauhkan kita dari Tuhan yang sebenarnya. Dengan SPIRITUALPRENEURSHIP, kami ingin mengajak kita semua kembali kepada Tuhan yang telah menciptakan rizqi ini hanya untuk menyembah dan beribadah kepada-Nya. Kami mengundang Anda semua untuk mengkaji ini secara bersama-sama. Semoga Allah meridhoi semua langkah kita. Acara : Seminar spiritualpREneurship Hari/Tanggal : Ahad, 18 Januari 2009 Tempat : Auditorium Pusat Studi Jepang, UI, Depok Investasi : Rp 250.000,- early bird Rp 150.000,- (sebelum 16 Jan 2009) Untuk jelasnya bisa diklik di brosur di bawah ini: Salam BERKAH….!!! BERhasil….. Karena….. SyariAH…. Wassalam, Nasrullah , S.Si www.orchid-realty.com Apakah demonstrasi & turun ke jalan itu hal yang wajar? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! http://id.answers.yahoo.com

