*URGENSI BOIKOT PRODUK AMERIKA
Untuk Hentikan Kebrutalan Israel*

Ketika menjelang peperangan Badar, pasukan Rasulullah datang dari arah Timur
menuju lembah Badar sebagai lokasi medan pertempuran. Ketika perjalanan
sampai pada sumber mata air yang pertama di dapati, Rasulullah memerintahkan
kepada pasukan muslimin untuk berhenti dekat sumur Badar tersebut dan
membuka perkemahan sebelum esok hari bertempur melawan kafir Quraisy.

 Melihat posisi perkemahan yang kurang strategis, salah seorang sahabat,
Al-Habab bin al-Munzir bertanya kepada Nabi, "wahai Rasulullah, apakah ini
tempat yang Allah wahyukan padamu? Atau ini hanya merupakan strategi dalam
perang yang tidak ada turun wahyu tentangnya?" Lalu Rasul menjawab, "Tidak
ini merupakan strategi perang". Maka al-Habab memberikan pendapatnya sembari
mengatakan, "saya melihatnya agar kita tidak turun pada tempat itu, tetapi
baiknya kita turun pada sumur air yang paling dekat dengan pasukan Quraisy.
Kita bisa minum dan mengambil air di sana. Kemudian kita timbun sumur-sumur
yang lainnya dengan pasir sampai orang-orang kafir itu tidak bisa
menggunakannya."

 Usulan cerdas ini diterima Rasulullah dan pasukan muslimin. Mereka pun
terus bergerak melanjutkan perjalanan sampai melampaui sumur Badar terakhir
yang paling dekat dengan kemah pasukan kafir Quraisy. Ketika perang hendak
berkecamuk, kaum kuffar mondar-mandir kewalahan mencari air. Usulan al-Habab
yang selintas sederhana ini akhirnya menjadi salah satu sebab
porak-porandanya mental dan kesiapan barisan musuh. Hingga kemenangan atas
izin Allah berada di tangan pasukan muslimin.

 Sepenggal kisah diatas adalah sebuah contoh tindakan blokade atau boikot
yang pernah dilakukan kaum muslimin. Pasukan kafir Quraisy yang berjumlah 3
kali lipat lebih banyak, dengan kemegahan peralatan perang serta
berlimpahnya bahan makanan akhirnya dapat ditumbangkan pasukan muslimin yang
berbekal perlengkapan seadanya. Kisah ini menjadi satu pesan bahwa dalam
situasi perang, maka segala potensi yang memungkinkan untuk memperlemah
pasukan musuh harus dilakukan.

 Oleh karena itu, hendaknya kaum muslimin dan umat manusia diseluruh dunia
menentukan sikap dan tindakan yang nyata sebagai wujud perlawanan terhadap
brutalisme penjajah Israel atas kaum muslimin di Gaza, Palestina. Ketika
Resolusi Dewan Keamanan PBB sedikitpun tak berarti dimata Israel, ketika
kecaman dan kutukan tak mampu menampar rasa kemanusiaan Yahudi, ketika Liga
Arab dan OKI tak mampu berbuat banyak, ketika para penguasa Arab yang kaya
raya juga diam tak bergerak, maka setiap kita bisa melakukan tindakan untuk
membela mereka yang sedang di bantai Israel agresor. Caranya adalah dengan
BOIKOT, sebagaimana Rasulullah mencontohkan 'boikot' terhadap kafir Quraisy.


Konteks pengertiannya memang sedikit berbeda antara 'boikot' pasukan kaum
muslim pada masa perang Badar dengan pengertian boikot pada hari ini. Akan
tetapi, substansi dari kedua tindakan tersebut adalahk sejalan, yaitu untuk
menghalangi pasukan musuh mendapatkan suplai energi dalam melakukan
penjajahan dan pembantaian. Apalagi dalam pertempuran yang sangat-sangat tak
berimbang antara Israel dan pejuang HAMAS. Pejuang Palestina hanya
bermodalkan rudal-rudal rakitan berhulu ledak minor, sementara pasukan
Israel terlaknat menggunakan senjata kimia dan perlengkapan perang modern
yang mampu membunuh secara massal dalam sekejap.

*Apa itu Boikot?*

 Secara bahasa, boikot adalah tindakan untuk tidak menggunakan, membeli,
atau berurusan dengan seseorang atau suatu organisasi sebagai wujud protes
atau sebagai suatu bentuk pemaksaan. Kata ini berasal dari serapan bahasa
Inggris boycott yang mulai digunakan sejak "Perang Tanah" di Irlandia pada
sekitar 1880 dan berasal dari nama Charles Boycott, seorang agen lahan
(estate agent) untuk tuan tanah Earl Erne (www.id.wikipedia.org).

 Dunia, dan hampir semua umat manusia di dunia ini mengetahui bahwa
pemerintah Amerika adalah sekutu sejati Zionis Israel. Tak heran jika
ditengah-tengah kecaman dan kutukan seluruh pemimpin dunia atas kebrutalan
Israel membombardir Gaza, tanpa malu Bush junior melontarkan tuduhan bahwa
HAMAS sebagai biang peperangan di Palestina. Aneh memang. Tentu selaras
dengan telah terungkapnya trah uncle presiden tersebut, bahwa kakek moyang
mr. Bush memang Yahudi tulen.

 Apapun yang dilakukan Israel pasti akan didukung Amerika secara membabi
buta, bahkan dalam forum 'terhormat' Dewan Keamanan PBB. Lewat Mrs. Black,
Condoliza Rice, Amerika pun memilih abstain (biasanya mem-veto) dalam
peneluran resolusi DK PBB soal Gaza. Ternyata hitamnya kulit menlu AS itu
tak membuat luntur kebengisan Amerika kepada dunia Islam. Karena itu, apa
yang dapat diharapkan dari *the first of colour-skin of American President
mr. Barack Obama*?? *Change???* *We can't believe him.* Jangan terlalu
banyak berharap dahulu kepada bekas anak Menteng itu. Perlu bukti konkrit
untuk bersahabat dengan mr. Obama. Bukti persahabatannya dengan dunia Islam.

 *Mengapa Boikot Produk AS?*

Sebagian pihak masih bertanya-tanya, kenapa yang berbuat brutal Israel,
tetapi yang di boikot produk AS? Apa tidak salah alamat?

Pertanyaan diatas sangat bisa dimaklumi, terutama kepada masyarakat awam
yang selama ini kurang atau bahkan sama sekali tidak mendalami perkembangan
informasi gerakan Zending yang sudah mengurat syaraf diberbagai penjuru
dunia. Mereka hanya dapat melihat bahwa Yahudi adalah di Israel saja, tetapi
belum mapu melihat bahwa jaringan Zionis Yahudi telah menguasai berbagai
sektor kehidupan internasional.

Baik dari ekonomi kapitalis dunia, jaringan informasi dan komunikasi
diberbagai negara, siaran media internasional, industri film-film Hollywood,
sampai dengan industri-industri diberbagai sektor kehidupan. Mulai dari
industri makanan seperti A&W, Mc Donald, Pizza Hut, KFC, Starbukcs, sampai
dengan industri pakaian dan sepatu seperti Nike. Mulai dari rokok Marlboro
sampai dengan minuman ringan Coca-cola dan Sprite serta turunannya. Mulai
dari produk-produk General Electric, sampai produk-produk mobil seperti Ford
dan Chevrolet. Semua induk perusahaan tersebut adalah milik pemodal-pemodal
Yahudi internasional.

Badan Intelijen Amerika, CIA, mengungkapkan bahwa pabrik rokok terbesar di
Amerika, Philip Morris, menyumbangkan 12% keuntungan bersihnya kepada
Israel. Data yang diungkap adalah bahwa perokok di seluruh dunia berjumlah
sekitar 1.15 miliyar jiwa, 400 juta diantaranya adalah kalangan muslim.
Jumlah yang sangat fantastis.

Bahkan produk-produk susu dan perlengkapan bayi buatan Johnson & Johnson,
Huggies, Nestle dan Danone juga turut andil besar dalam menyumbang peluru
dan rudal Israel untuk membunuh bocah-bocah Palestina yang lapar dan
menderita. Produk sampho seperti Pantene dan Head & Shoulder juga pada
kategori yang sama, termasuk dengan L'OREAL dan Avon.

Pada perayaan ulang tahun 50-tahun negara Israel, Benyamin Netanyahu
menganugerahkan Jubilee Awards, anugerah negara tertinggi, kepada para
pengusaha yang banyak berjasa kepada penguatan perekonomian Israel. Para
pengusaha internasional itu adalah;

1.Harry Stonecipher (Boeing)
2.Dr. Ferdinand Piech (Volkswagen AG-Jerman)
3.Sir Richard Greenbury (Marks & Spencer-Inggris)
4.Nicholas Frank Oppenheimer (De Beers Consolidated Mines Ltd)
5.Peter Brabeck-Letmathe (Nestle S.A.-USA)
6.Franck Riboud (Danone-USA)
7.Richard H. Brown Esq (Cable & Wireless)
8.Christopher C. Galvin (Motorola Inc.-USA)
9.Ted Leonsis (AOL studios-USA)
10.Dr. Heinrich Von Pierer (Siemens-Jerman)
11.Pascal Castres (St Martin L'Oreal-USA)
12..Roger S. Fine (Johnson & Johnson-USA
13.Lucien Nessim (Sara Lee-USA)
14.Robert P. Van der Merwe(Kimberley-Clarke Eropa)

Nampak jelas sekalai bagaimana kuatnya zionisme mencengkeram ekonomi dunia.
Bahkan tak hanya itu, Yahudi juga telah menjerat sistem politik di negeri
Paman Sam. Sebuah cengkeraman yang sangat-sangat kuat sampai 20% bantuan
luar negeri AS digelontorkan secara gratis tiap tahunnya ke Israel. Tak
kurang US$ 2.04 miliar dan US$ 730 juta dikucurkan Amerika untuk Israel
dalam rangka bantuan militer dan keuangan tahun 2002. Tahun 2008 silam tentu
lebih besar. Tak heran, mengingat lebih dari 30% anggota Kongress Amerika
berdarah Yahudi. Sebagaimana mr. Bush sang pemimpin terorisme dunia juga
memiliki aliran darah Yahudi. Belum lagi berulangnya hak veto yang selalu
dijatuhkan AS di forum PBB untuk 'melindung' Israel dari 'gelitikan' DK PBB.
Adalah pemandangan yang selalu pertontonkan Amerika secara memuakkan.

Bukti-bukti diatas adalah sangat nyata dan beralasan bahwa umat manusia di
seluruh dunia harus memboikot Amerika. Agar Amerika mengalamai badai krisis
kedua yang jauh lebih dahsyat ketimbang krisis finansial pada 2008 lalu yang
hanya diakibatkan runtuhnya Lehman Brothers. Sehingga Amerika mengalami
kebangkrutan diberbagai lini ekonomi dan kemudian tak lagi mampu mendanai
Israel yang saja secara sadis membantai bangsa Palestina.

Setiap rupiah yang kita belanjakan dengan membeli produk-produk ber-merk
industri Amerika, maka setiap persennya pasti mengalir ke kantung-kantung
pengusaha Yahudi di Amerika. Penerimaan kas pemerintah akan tersuntik, dan
pengusaha Yahudi semakin kaya. Akibatnya setiap tahun mereka kemudian
'berderma' miliaran dollar kepada Israel yang sadis, brutal, dan gemar
membunuh.

*Siapa Bilang Boikot Tak Efektif?*

 Banyak kalangan meragukan bahwa tekanan dari sisi ekonomi dapat memberikan
kerugian signifikan kepada bangsa penjajah Yahudi hingga akhirnya mereka mau
menghentikan genosida di Gaza dan Palestina. Mereka menilai bahwa aksi
boikot tidak memiliki korelasi yang jelas terhadap upaya pembelaan rakyat
Gaza yang telah terbunuh hampir seribuan nyawa. Bahkan menurut mereka,
dampaknya dapat merugikan bangsa Indonesia sendiri.

Situs www.ikadi.org menurunkan sebuah ulasan menarik tentang dampak aksi
boikot yang dilakukan umat Islam di negara-negara Arab. Industri Amerika di
negera-negara Arab merosot tajam hingga mengakibatkan nilai kerugian hingga
sebesar 40% dalam 2 bulan terakhir. Laporan tersebut dikeluarkan oleh Dewan
Nasional Amerika untuk Hubungan AS-Arab. Dsebutkan bahwa penjualan
barang-barang seperti mobil, minuman, dan makanan di kawasan Teluk telah
menurun sampai 40% karena kampanye boikot tersebut. Jaringan restoran Mc
Donald dan KFC adalah yang paling parah dihempas aksi boikot. Sampai John
Anthony, ketua dewan tersebut menyatakan bahwa masa depan kepentingan
Amerika di negara-negara Arab semakin mengkhawatirkan.

Tidak hanya di negara Arab. Sebagaimana dilansir www.ikadi.org, terdapat
banyak LSM internasional yang menjadi sponsor gerakan boikot besar-besaran
ini. Di antaranya adalah Pita Hijau (Green Ribbon) dan Komisi Hak-hak Azasi
Manusia Islam (Islamic Human Rights Commission), Islamic Party of Britain,
Forum Hak-hak Azasi Muslim Internasional (International Muslim Rights Forum:
IMRF) yang bermarkas di Teluk. Lembaga yang terakhir ini telah melancarkan
sebuah kampanye boikot besar-besaran pada produk-produk Amerika terkenal.

Produk-produk itu adalah maskapai penerbangan TWA yang kini sudah bangkrut
dan tutup akibat boikot. Pakaian jeans Levi's dan Wrangler, industri
perbankan Citibank, minuman ringan Coca Cola, Sprite, Fanta, Maxwell House
Coffee, serta produk-produk kebutuhan bayi Pampers. Mobil-mobil buatan GM,
Ford, DaimlerChrysler, peralatan kosmetik Revlon, Estee Lauder. Kartu
telepon internasional AT&T, rokok Marlboro, produk pembersih Ariel serta
produk telepon genggam yang masih laris di tanah air kita, Nokia.

Di dalam negeri angin seruan boikot pun berhembus di seantero nusantara.
Atas serangan membabi buta yang dilancarkan agresor Israel kepada rakyat
Gaza telah mendorong MUI untuk mengeluarkan sikap tegas, yaitu menyerukan
boikot atas semua produk Amerika. Ia mengatakan, "Boikot produk Amerika saya
rasa adalah salah satu pelajaran keras untuk AS atas standar ganda yang
diterapkannya. Israel itu sangat patuh pada AS, tapi sampai sekarang AS diam
dan membisu, sementara ratusan rakyat Palestina yang tidak berdosa terus
berjatuhan menjadi korban serangan Israel yang membabi buta,"

Boikot yang Efektif

Lantas bagaimana agar aksi boikot dapat berjalan dengan efektif dan
berdampak? Laporan yang disusun oleh John Anthony, ketua Dewan Nasional
Amerika untuk Hubungan AS-Arab, mengatakan bahwa kampanye tersebut berhasil
karena ceramah-ceramah agama dan berbagai organisasi mahasiswa telah
menyebarluaskan daftar produk-produk Amerika baik di mimbar-mimbar, di
kampus, di sekolah-sekolah, internet, dan SMS.

Selain itu, agar boikot semakin cepat terlihat dampaknya, maka harus
dilakukan secara serempak dan tak kenal lelah. Memang harus melampaui waktu
yang cukup lama, namun akibat yang ditimbulkan sangat strategis. Apalagi
jika negara-negara Timur Tengah mengambil bagian yang paling vital, jikalau
saja mereka berani men-STOP minyak-minyak mereka ke Amerika. Maka
kebangkrutan Amerika dan Israel akan semakin cepat. Dan bangsa Palestina
memiliki kesempatan untuk merdeka dan membangun. So, tunggu apa lagi?

Mulai sekarang juga BOIKOT seluruh produk AS. Tempel seruannya di
masjid-masjid, tempat-tempat umum, kampanyekan di titik-titik perbelanjaan,
agar Amerika kembali diterpa badai krisis dan bangkrut.


oleh: Ryswanto

FARIZAL ALBONCELLI
*In tansurullah yansurukum wayu sabit akdamakum*
Blog: 
http://farizal-alboncelli.blogspot.com/<http://alboncelli.blogs.friendster.com/>

Kirim email ke