Lhaa, bank syariah-nya sendiri aja belom environmental friendly. judul di atas 
jangan cuma jadi slogan aja ah, malu atuh.
 

--- Pada Kam, 2/4/09, anggi primadhani <[email protected]> menulis:


Dari: anggi primadhani <[email protected]>
Topik: Re: {FoSSEI} Environment-Friendly Banks: The islamic Banks (The 
Brand-New Perspective about Islamic Banks)
Kepada: [email protected]
Tanggal: Kamis, 2 April, 2009, 7:29 AM








maaf setahu saya Al Gore itu bukan mantan presiden, tapi mantan wakil presiden 
US ke 45.
silakan dicek.
trims.





From: ardiansyah selo yudha <ardiansyahseloyudha @yahoo.com>
To: fos...@yahoogroups. com
Sent: Wednesday, April 1, 2009 10:23:26 PM
Subject: {FoSSEI} Environment- Friendly Banks: The islamic Banks (The Brand-New 
Perspective about Islamic Banks)







Pernahkah sebelumnya terpikirkan dalam benak Anda bahwa terdapat hubungan yang 
demikian erat antara Perbankan Syariah dan pelestarian lingkungan? Pelestarian 
lingkungan hidup, akhir-akhir ini, demikian gencar diperbincangkan bersamaan 
dengan gencarnya pembicaraan tentang fenomena Global Warming. Amerika Serikat, 
melalui mantan presidennya, Al Gore, memimpin sebuah kampanye yang diberi judul 
"perang melawan pemanasan global". Negara-negara di dunia, utamanya bagi mereka 
yang memilki kadar emisi demikian besar, dituntut untuk menurunkan tingkat 
emisi tersebut. Bisa kita lihat di berbagai media, bahwa semakin hari, 
masyarakat dunia makin sadar untuk bersikap ramah terhadap lingkungan. Meski 
tidak terrtulis, tapi sebenarnya mereka telah secara aklamasi setuju untuk 
melakukan "perang terhadap pengrusakan lingkungan". Lalu apa kaitan hal ini 
dengan Perbankan Syariah?

Tidak bisa dipungkiri bahwa Perbankan Syariah tidak bisa dilepaskan dari 
ideologi islam itu sendiri, yang mana agama ini mengajarkan kita untuk berbuat 
baik, tidak hanya terhadap ALLAH atau masyrakat. Namun lebih daripada itu, 
Islam mengajarkan kepada setiap Muslim untuk berlaku baik pula kepada 
lingkungan sekitar, baik lingkungan biotik maupun abiotik. Hal ini secara jelas 
diterangkan dalam beberapa ayat dalam Al Qur'an.

Q.S. Al Baqarah: 11
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan di muka 
bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan 
perbaikan." 

Al A'Raaf: 56
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) 
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) 
dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada 
orang-orang yang berbuat baik."

Dua ayat di atas hanyalah beberapa dari banyak ayat lain dalam Qur'an yang 
mengajarkan kepada setiap Muslim untuk ramah terhadap lingkungan (environment 
friendly attitude). Pun, seperti yang telah disampaikan di awal, Perbankan 
Syariah yang tidak bisa lepas dari ideologi Islam, tentu juga harus mempunyai 
"environment- friendly attitude."

Inilah yang sebenarnya perlu diketahui oleh kita semua bahwasanya Perbankan 
Syariah juga berpihak dan mendeklarasikan "perang melawan pemanasan global'. 
Dan ini berarti bahwa tindakan atau aktivitas apa pun dari Perbankan Syariah, 
idealnya, adalah ramah terhadap lingkungan. Perbankan Syariah pastinya 
menghindari melakukan pembiayaan terhadap proyek-proyek yang merusak 
lingkungan. Perbankan Syariah tentunya menghindari proyek-proyek yang dinilai 
berpotensi untuk melakukan kerusakan alam atau mengganggu kesehatan lingkungan. 
Seperti itulah, idealnya, Perbankan Syariah. 

Nah, jika memang Perbankan Syariah itu disepakati sebagai Invironment Friendly 
Banks seperti yang tertulis di judul, lalu apa impact-nya bagi kita semua dan 
masyarakat dunia pada umunya? Idealnya, bagi mereka yang mendeklarasikan diri 
untuk "berperang melawan pemanasan global", yakni Al Gore dan rekan-rekan, dan 
juga kita semua masyarakat Indonesia, maka hendaknya melirik dan kemudian 
beralih ke Perbankan Syariah. Karena, jalannya operasi Perbankan Syariah tidak 
lepas dari unsur akhlak, moral, etika, dsb, yang diinspirasi oleh nilai moral 
Al Quran (Islam). 

Selain itu, satu hal yang juga idealnya turut menjadi impact dari paradigma 
yang baru ini adalah, sebagaimana masyarakat berpendidikan (educated society) 
rela dengan sepenuh hati membayar dengan harga yang lebih mahal pada kertas 
atau bahan pembungkus produk yang recycle-able dan environment- friendly, maka 
masyarakat, khususnya bagi mereka yang berpendidikan, seharusnya rela juga 
untuk tetap loyal pada Perbankan Syariah pada saat tingkat bagi hasil atau 
nisbah Bank Syariah (pada suatu waktu) harus lebih kecil daripada bunga bank 
konvensional. Atau, hendaknya, dengan semangat yang sama, masyarakat yang 
berpendidikan idealnya harus lebih cenderung untuk memilih produk Bank Syariah, 
sekalipun dengan harga premium, mengingat produk Bank Syariah pastinya ramah 
lingkungan dan punya nilai lebih.

Semangat kecintaan terhadap lingkungan, yang disponsori oleh Al Gore, mantan 
presiden Amerika ini, pastinya membuat kita semua, khususnya mereka yang 
berpendidikan, makin sadar untuk beralih ke Perbankan yang Enviroment-Friendly 
, mau membayar premium jika perlu, dan tidak lagi peduli, bahkan menutup mata 
dengan "naik turunnya tingkat bunga" dari perbankan konvensional. Karena, kita 
tahu bahwa "Environment- Friendly Banks are The islamic Banks".

Inilah our "Brand-New Perspective about Islamic Banks". Bank yang ramah 
lingkungan.

Referensi:
- penulis terinspirasi oleh pemkiran Bapak Ali Sakti, junior researcher of Bank 
of indonesia, saat mengisi salah satu kuliah umum di FEUI. 

Ardiansyah Selo Y.
Undergraduate Student of Accounting Department
Faculty of Economy
University of Indonesia

















      Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke