Pernahkah sebelumnya terpikirkan dalam benak Anda bahwa terdapat
hubungan yang demikian erat antara Perbankan Syariah dan pelestarian
lingkungan? Pelestarian lingkungan hidup, akhir-akhir ini, demikian
gencar diperbincangkan bersamaan dengan gencarnya pembicaraan tentang
fenomena Global Warming. Amerika Serikat, melalui mantan presidennya,
Al Gore, memimpin sebuah kampanye yang diberi judul "perang melawan
pemanasan global". Negara-negara di dunia, utamanya bagi mereka yang
memilki kadar emisi demikian besar, dituntut untuk menurunkan tingkat
emisi tersebut. Bisa kita lihat di berbagai media, bahwa semakin hari,
masyarakat dunia makin sadar untuk bersikap ramah terhadap lingkungan.
Meski tidak terrtulis, tapi sebenarnya mereka telah secara aklamasi
setuju untuk melakukan "perang terhadap pengrusakan lingkungan". Lalu
apa kaitan hal ini dengan Perbankan Syariah?
Tidak bisa dipungkiri bahwa Perbankan Syariah tidak bisa dilepaskan
dari ideologi islam itu sendiri, yang mana agama ini mengajarkan kita
untuk berbuat baik, tidak hanya terhadap ALLAH atau masyrakat. Namun
lebih daripada itu, Islam mengajarkan kepada setiap Muslim untuk
berlaku baik pula kepada lingkungan sekitar, baik lingkungan biotik
maupun abiotik. Hal ini secara jelas diterangkan dalam beberapa ayat
dalam Al Qur'an.
Q.S. Al Baqarah: 11
"Dan apabila dikatakan kepada mereka: Janganlah kamu membuat kerusakan
di muka bumi, mereka menjawab: "Sesungguhnya kami orang-orang yang
mengadakan perbaikan."
Al A'Raaf: 56
"Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah)
memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan
diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat
dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."
Dua ayat di atas hanyalah beberapa dari banyak ayat lain dalam Qur'an
yang mengajarkan kepada setiap Muslim untuk ramah terhadap lingkungan
(environment friendly attitude). Pun, seperti yang telah disampaikan di
awal, Perbankan Syariah yang tidak bisa lepas dari ideologi Islam,
tentu juga harus mempunyai "environment-friendly attitude."
Inilah yang sebenarnya perlu diketahui oleh kita semua bahwasanya
Perbankan Syariah juga berpihak dan mendeklarasikan "perang melawan
pemanasan global'. Dan ini berarti bahwa tindakan atau aktivitas apa
pun dari Perbankan Syariah, idealnya, adalah ramah terhadap lingkungan.
Perbankan Syariah pastinya menghindari melakukan pembiayaan terhadap
proyek-proyek yang merusak lingkungan. Perbankan Syariah tentunya
menghindari proyek-proyek yang dinilai berpotensi untuk melakukan
kerusakan alam atau mengganggu kesehatan lingkungan. Seperti itulah,
idealnya, Perbankan Syariah.
Nah, jika memang Perbankan Syariah itu disepakati sebagai Invironment
Friendly Banks seperti yang tertulis di judul, lalu apa impact-nya bagi
kita semua dan masyarakat dunia pada umunya? Idealnya, bagi mereka yang
mendeklarasikan diri untuk "berperang melawan pemanasan global", yakni
Al Gore dan rekan-rekan, dan juga kita semua masyarakat Indonesia, maka
hendaknya melirik dan kemudian beralih ke Perbankan Syariah. Karena,
jalannya operasi Perbankan Syariah tidak lepas dari unsur akhlak,
moral, etika, dsb, yang diinspirasi oleh nilai moral Al Quran (Islam).
Selain itu, satu hal yang juga idealnya turut menjadi impact dari
paradigma yang baru ini adalah, sebagaimana masyarakat berpendidikan
(educated society) rela dengan sepenuh hati membayar dengan harga yang
lebih mahal pada kertas atau bahan pembungkus produk yang recycle-able
dan environment-friendly, maka masyarakat, khususnya bagi mereka yang
berpendidikan, seharusnya rela juga untuk tetap loyal pada Perbankan
Syariah pada saat tingkat bagi hasil atau nisbah Bank Syariah (pada
suatu waktu) harus lebih kecil daripada bunga bank konvensional. Atau,
hendaknya, dengan semangat yang sama, masyarakat yang berpendidikan
idealnya harus lebih cenderung untuk memilih produk Bank Syariah,
sekalipun dengan harga premium, mengingat produk Bank Syariah pastinya
ramah lingkungan dan punya nilai lebih.
Semangat kecintaan terhadap lingkungan, yang disponsori oleh Al Gore,
mantan presiden Amerika ini, pastinya membuat kita semua, khususnya
mereka yang berpendidikan, makin sadar untuk beralih ke Perbankan yang
Enviroment-Friendly, mau membayar premium jika perlu, dan tidak lagi
peduli, bahkan menutup mata dengan "naik turunnya tingkat bunga" dari
perbankan konvensional. Karena, kita tahu bahwa "Environment-Friendly
Banks are The islamic Banks".
Inilah our "Brand-New Perspective about Islamic Banks". Bank yang ramah
lingkungan.
Referensi:
- penulis terinspirasi oleh pemkiran Bapak Ali Sakti, junior researcher
of Bank of indonesia, saat mengisi salah satu kuliah umum di FEUI.
Ardiansyah Selo Y.
Undergraduate Student of Accounting Department
Faculty of Economy
University of Indonesia