kalo kita yakin dengan Islam bahwa Islam itu trbaik maka kita akan yakin bahwa ekonomi islam lebih baik. kalo ekonomi islam lebih baik, untuk apa benchmark konvensional? pa tidak yakin dengan pertolongan Allah?
--- On Mon, 20/4/09, risnandar <[email protected]> wrote: From: risnandar <[email protected]> Subject: Bls: {FoSSEI} Memilih KPR Syariah Atau KPR Konvensional? ==> Bunga sebagai benchmark tingkat bagi hasil? To: [email protected] Date: Monday, 20 April, 2009, 8:55 PM Well, yang jelas akadnya sudah jelas, minimal ada kejelasan dari satu titik masalah. Saya setuju untuk tidak menggunakan bunga sebagai benchmark, melainkan syarat kesepakatan antara kedua belah pihak yang bermuamalah. Dan juga praktik bunga sebagai benchmark memang menjadi suatu acuan yang menjadi momok bagi bank syariah dari prasangka masyarakat yang menyatakan bank syariah sama dengan bank konvensional. Namun hal tersebut (bunga) tidak lepas juga dalam strategi perbankan syariah (dalam mengelola likuiditas), sebagai parameter untuk bertahan. Dipakainya bunga sebagai benchmark dalam perbankan syariah (begitu juga dalam penerbitan sukuk oleh negara), memang perlahan seharusnya mulai digeser. Titik utama yang menjadi sumber masalah ini adalah bank sebagai lembaga intermediari yang menghubungkan antara yang kelebihan modal dan kekurangan modal. Lebih lanjut hal tersebut memunculkan konsekuensi persaingan antara bank syariah dengan bank konvensional dalam sistem yang relatif sangat konvensional pula. Hal ini seperti pertandingan sepak bola dengan melawan 11 orang dengan hanya 1 orang di kandang lawan pula. Relatif sulit untuk bertahan. Bank syariah dengan sistem keuangan yang ada sekarang ini, memiliki dinamika yang lebih kompleks dalam mengelola asset, likuiditasnya dan kewajibannya melalui sistem pembiayaan dan pooling dananya. Sistem bunga ditambah motif masyarakat yang masih sangat material oriented dan sistem keuangan yang sangat market oriented menjadi kombinasi yang “indah” untuk menyerang sistem keuangan syariah yang terkulminasikan dalam perbankan syariah. Namun lebih lanjut apakah pertanyaan-pertanya an berikut bisa terjawab. 1. Bagaimana jika dibalik, jika ditanyakan: "Apakah haram jika menggunakan bunga sebagai benchmark (bukan sistem)?" 2. Melihat praktik para lembaga rating yang memberikan rating "keji" berdasarkan bunga, yang men-judge tingkat kesehatan lembaga keuangan, dan juga negara, dimana rating tersebut yang dijadikan dasar penilaian yang menjadi acuan bagi orang yang akan berinvestasi. Lembaga keuangan yang memiliki rating rendah akan memiliki biaya besar dalam mencari likuiditas di pasar dengan tingkat bunga tinggi, padahal belum tentu kapabilitasnya untuk mengembalikan hutang jelek. Sialnya bank syariah mau tidak mau juga harus mengikuti sistem rating tersebut. Bagaimana cara lepas dari sistem tersebut? 3 Jika naik ke tataran "radikal", muncul pertanyaan, apakah memang “mahluk” yang namanya perbankan syariah sebagai institusi merupakan suatu hal yang harus ada (sine qua non) dalam ekonomi syariah? Sejak awalnya apakah memang diperlukan perbankan syariah dalam Ekonomi Islam? Do please share your mind. --- Pada Ming, 19/4/09, Ilham Reza <reza_...@yahoo. com> menulis: Dari: Ilham Reza <reza_...@yahoo. com> Topik: Re: Bls: {FoSSEI} Memilih KPR Syariah Atau KPR Konvensional? Kepada: fos...@yahoogroups. com Tanggal: Minggu, 19 April, 2009, 7:09 PM Apa itu namanya halal kalau benchmark-nya masih menggunakan interest rate? --- "Islamic Bank is not only about Halal and Harm area but also Must give Benefit to the Society" (Ilham Reza Ferdian) --- On Sun, 19/4/09, risnandar <risnand...@yahoo. com> wrote: From: risnandar <risnand...@yahoo. com> Subject: Bls: {FoSSEI} Memilih KPR Syariah Atau KPR Konvensional? To: fos...@yahoogroups. com Date: Sunday, 19 April, 2009, 2:58 PM Jelas beda donk, satu halal satu lagi haram! --- Pada Jum, 17/4/09, ali.hozi <ali.h...@yahoo. co.id> menulis: Dari: ali.hozi <ali.h...@yahoo. co.id> Topik: {FoSSEI} Memilih KPR Syariah Atau KPR Konvensional? Kepada: fos...@yahoogroups. com Tanggal: Jumat, 17 April, 2009, 7:08 PM Oleh : http://Alihozi77. blogspot. com Pada kondisi perekonomian Indonesia saat ini dimana tingkat suku bunga Bank Indonesia sudah turun tapi tingkat suku bunga kredit belum juga turun secara signifikan termasuk tingkat suku bunga KPR konvensional pun belum turun dan tidak ada seorangpun yang bisa memperkirakan sampai kapan kondisi ini akan berakhir karena belum pulihnya krisis financial global. Banyak anggota masyarakat yang kecewa dengan fluktuasi tingkat suku bunga KPR Konvensional, karena bisa secara tiba-tiba naik mengikuti suku bunga kredit KPR yang berlaku di pasar. Hal ini membuat mereka yang mengambil KPR Konvensional harus menyisihkan lebih besar lagi pendapatan mereka untuk membayar angsuran KPR nya tsb. Oleh karena itu KPR syariah menjadi alternatif pilihan lain bagi anggota masyarakat yang ingin memiliki rumah melalui KPR yang bebas dari fluktuasi bunga yang mana jumlah angsurannya tidak mengikuti tingkat suku bunga kredit yang berlaku di pasar atau cenderung tetap. Namun pengamatan penulis di lapangan masih banyak anggota masyarakat yang belum mengerti bagaimana membedakan KPR konvensional dengan KPR syariah apalagi untuk mengerti bagaimana caranya memilih produk KPR syariah bank mana yang paling murah, banyak yang langsung menanyakan kepada saya berapa persen tingkat bunga yang harus mereka bayar apabila mengambil KPR syariah ? Padahal bank syariah sama sekali tidak memungut bunga pada KPR syariah akan tetapi memungut margin (selisih harga beli dengan harga jual) apabila KPR syariah tsb memakai skim murabahah(jual beli) atau memungut harga sewa apabila bank syariah memakai skim musyarakah ijarah (sewa). Pada kesempatan kali ini saya akan menjelaskan bagaimana memilih KPR Syariah yang paling murah ? Banyak bank syariah yang mempromosikan produk KPR syariahnya dengan berbagai cara dari pelayanan pengajuan KPR syariah yang cepat, iklan di media massa dan lain-lain, sekarang bagaimana caranya agar kita bisa memilih Bank Syariah yang produk KPR syariahnya paling murah ? Barikut ini saya akan sedikit memberikan saran/tips berdasarkan pengamatan praktek di lapangan mengenai hal-hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan produk KPR syariah yang palaing murah dengan mengesampingkan terlebih dahulu biaya-biaya pengajuan KPR Syariah seperti biaya administrasi, biaya notaris dll : 1. Apabila memilih KPR Syariah jangan melihat dari tingkat persentase margin jual beli atau persentase harga sewa misalnya 8%,9%, 10% dst per tahun, karena hal ini tidak menjamin bahwa produk KPR syariah suatu bank syariah itu lebih murah, tetapi tanyakan kepada suatu Bank Syariah berapa besar nominal rupiah angsuran perbulannya lalu bandingkan dengan Bank Syariah lain, yang paling murah adalah yang angsurannya paling kecil dengan catatan pokok pinjaman KPR dan periode pinjaman adalah sama. 2. Apabila memilih KPR syariah, tanyakan kepada bank syariah tsb berapa outstanding (sisa) angsuran pokok apabila akan mempercepat pelunasan KPR syariah pada tahun tertentu , lalu bandingkan dengan bank syariah lain. Bank syariah yang paling murah adalah Bank syariah yang sisa outstanding pokok KPR syariahnya paling kecil apabila dilakukan pelunasan KPR syariah dipercepat. Mari kita tinggalkan system bunga dan kembali ke system syariah Salam Pecinta Bank Syariah http://alihozi77. blogspot. com Praktisi Hp No : 0813-882-364- 05 Kunjungi halaman depan Yahoo! Indonesia yang baru! Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail. com. Kenapa BBM mesti naik? Apakah tidak ada solusi selain itu? Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

