mmm coba dech dikebet "Majmuah Rasail Jilid 3 " 

ada space khusus disana ....yang membahas tentang permasalahan Ekonomi 

--- Pada Rab, 22/4/09, cholid aldin <[email protected]> menulis:

Dari: cholid aldin <[email protected]>
Topik: Bls: Bls: {FoSSEI} HASAN ALBANNA dan Ekonomi islam??
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 22 April, 2009, 10:40 PM











    
            
            


      
      Syukron, tp klo boleh tau buku yg ngebahas pemikiran hasan al banna ttg 
ekonomi sayariah or semacamnya  buku apa yah
 
Dari: Willy Mardian <yassinelcordova_ mel...@yahoo. co.id>
Kepada: fos...@yahoogroups. com
Terkirim: Minggu, 19 April, 2009 20:57:13
Topik: Bls: {FoSSEI} HASAN ALBANNA dan Ekonomi
 islam??










    
      
      Bismillah .....
inshaAllah ane mencoba menjawab yaccch ....ane pernah nulis artikel yang 
berkaitan dengan sejarah Pemikiran Ekonomi Islam. Mungkin yang era salafnya 
sudah banyak yang membahas dan yang belum banyak diekplore mungkin para ulama 
kontemporer yang juga mengangkat permasalah ekonomi bukan dalam sebagai ahli 
ekonomi tetapi mereka yang mengambil tempat secara umum dalam permasalahan 
ummat manusia especially ekonomi. Dan Hasan Al Banna, Syaikh Taqiyuddin An 
Nabhani, hingga Abul Ala Al Maududi, Dr Hasan Turabi, termasuk dalam jajaran 
ulama yang juga memberikan dedikasi dan perhatian besar terhadap permasalahan 
ekonomi. Dr Hasan At Turabbi salah satunya
 pernah mengingatkan pada kita atau siapa saja yang peduli dengan perkembangan 
Ekonomi Islam dalam Fiqh Demokratisnya: jangan sampai terjadi "Kemusyrikan 
Ekonomi" ketika dalam sebuah masyarakat islam
 yang dijadikan patokan dan ukuran kesejahteraan masih pada berpatok pada 
permasalahn Ekonomi saja.. Syaikh Taqiyuddin An Nabhani banyak mengutarakan 
pentingnya uang emas dan perak. pandangan beliau banyak sejalan dengan ulama 
era salaf Al Maqrizi bahwa satu-satunya uang yang diakui sah dalam transaksi 
muamalah hanyalh uang emas dan perak.Ikhwahfillah, kita boleh saja ikut atau 
bisa mengkritik pandangan mereka dengan dalih " mereka khan juga manusia 
biasa", atau yang sering ana temui dalam kajian ekonomi islam di kampus ane 
begitu bangga bisa mengkritisi pemikiran Al Maqrizi hingga Pakar Ekonomi Islam 
kontemporer saat ini semisal Pak Syafii Antonio dan Pak Adiwarman Karim. 
akhi.... seberapapun besar kritik antum permasalahannya sudah sejauh manakah 
kontribusi kita yang sebenar dalam pembangunan Ekonomi Islam saat ini. Mereka 
jauh sekedar berwacana namun dan bahkan telah "menegara". Kalau kita saat ini 
banyak menjadi penonton di pinggir lapangan maka
 mereka sudah menjadi para pelatih dan sebagian masih menjadi pemain yang 
handal. 

Akhi... ana sudah menulis artikel terkait tentang pemikiran Ekonomi Ummat Hasan 
Al Banna 
silakan dinikmati 

Itulah Jiwa Sistem Ekonomi Islam dan ringkasan kaidah-kaidahnya,
yang saya utarakan dengan seringkas-ringkasny a.Setiap kaidah itu
memerlukan perincian yang dapat ditulis dalam berjilid-jilid
buku.Apabila kita mau menjadikannya sebagai pedoman dan berjalan di
atas cahayanya, niscaya kita dapatkan padanya banyak kebaikan. (Hasan
Al Banna, Risalah Pergerakan)

   Sulit. Demikianlah
kiranya jika kita hendak memisahkan sosok seperti Hasan Al Banna dari
peta perjalanan kebangkitan Islam di paruh awal abad 20. Namanya dan
sosoknya demikian unik untuk kembali dibedah.Seiring dengan semakin
maraknya aroma kebangkitan yang dilandasi oleh nilai-nilai Islam itu
kian menjalar dan bergelora di pelosok bumi Islam. Ketika Majmuatur
Rasailnya dan risalah pergerakannya terbit sebagai jawaban atas
banyaknya permintaan yang masuk pada beliau agar membukukan seluruh
visi dan gagasannya akan kebangkitan Islam dan dari mana harus dimulai.
Maka tak bisa dipungkiri gagasannya ternyata tak hanya mencakup
idea-idea politik semata namun juga seruan reformasi ekonomi umat
dengan berpijak pada nilai-nilai islam. Lalu system ekonomi itu mampu
memberdayakan potensi spiritual masyarakat dan kekuatan sosialnya.
Mampu membangun keseimbangan antara produksi dan eksplorasi, antara
investasi dan penyimpan. Serta antara ekspor dan impor.
 Sekilas Hasan Al Banna Doi,
yang memiliki nama lengkap Hasan bin Ahmad bin Abdurahman Al Banna ini,
lahir di sebuah kawasan dekat kota Kairo yaitu Mahmudiyya pada tahun
1906. Di usianya yang ke 12, Hasan Al Banna berhasil menghafal Al
Qura’an berkat sentuhan didikan ayahnya, Syaikh Ahmad Al Banna. Dan
juga kejeniusan dalam membagi waktu antara belajar di sekolah dan
membantu ayahnya meraparasi jam dari siang hari hingga sore hari. Di
usianya yang ke 16, Hasan Al Banna telah menjadi mahasiswa di Darul
Ulum dan selepas kuliah, beliau ditunjuk untuk menjadi seorang guru SD
di Ismailiyah. Dalam memoarnya, Hasan Al Banna juga memaparkan
pengalamannya selain sebagai seorang guru sd di se buah madrasah di
Ismailiyah juga beliau merintis perjalanan da’wahnya yang justru
dimulai di kedai-kedai kopi di Kairo. Beliau banyak mengajak
rekan-rekan sejawatnya untuk mulai menyampaikan kembali risalah islam
di kedai-kedai kopi dengan cara dan teknik yang sangat unik. Dari sana
aktivitas Hasan Al Banna mulai merambah ke pelbagai mushalla. Sepakat
dengan yang dipaparkan oleh Anis Matta dalam sebuah ulasannya mengenai
Hasan Al Banna yang bahkan disebut olehnya sebagai “ Pemegang Saham
Kebangkitan Islam”, Karena pemetaan jalan perubahan itu telah ia mulai
susun dengan rapi lalu menyempurnakannya pada umur ke-22 dengan
berdirinya Ikhwanul Muslimun.Ya, hingga digambarkan oleh Muhammad
Iqbal, Intuisi dan fikrahnya telah menyatukan kembali masyarakat muslim
mesir bak ikatan sapu lidi yang mengumpulkan kembali daun-daun yang
berserakan. Hatta, dari kematiannya di ujung berondongan peluru para
penembak misterius pada umurnya yang ke-40 tak membuat sistem
kaderisasi ummat berhenti malah hampir dapat dipastikan pemikirannya
dijadikan referensi perubahan transisi masyarakat muslim di penjuru
dunia tak terkecuali di Indonesia dan Asia Tenggara.  Doktrin reformasi Ekonomi 
Ummat
 Tapi
kecenderungan yang kerap kita miliki dalam membaca sejarah adalah tak
pernah utuh. Lebih nyaman bagi kita untuk dapat menamatkan rangkaian
sejarah dan segera tergesa menutup halaman terakhir dari sejarah yang
tak pernah selesai itu pada kesimpulan yang keram memvonis. Maka, Hasan
Al Banna pun tak luput ketika merancang pemetaan arah kebangkitan umat
dari hal yang substantif dan sangat essensial dari Al Islam itu sendiri
sebagai way of life. Ada sekitar sepuluh doktrin reformasi ekonomi umat
yang dalam tulisan ini akan disingkat menjadi lima saja. Salah
satunya, Hasan Al Banna menekankan pada produktivitas kerja dan
kestabilan perekonomian sektor riil ditopang dari produktivitas kerja
itu sendiri. Hal ini juga selaras dengan perintah dari Allah dan
RasulNya. “Dan katakanlah , “Bekerjalah kalian maka Allah dan RasulNya
, dan orang-orang mukmin akan melihat pekerjaan itu, dan kalian akan
dikembalikan kepada (Allah) yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata
(At Taubah:105) Prinsip kedua, beliau juga menekankan akan
kemampuan ummat islam untuk mengeksplorasi lebih dalam harta kekayaan/
sumber daya alam yang selama ini ini masih belum tergali atau sudah
tereksplorasi namun tak memberikan manfaat yang bagi Negara karena
porsi privatisasi yang sedemikian berlebihan dan menjadi lumbung emas
bagi corporate multinasional. Seketika negeri ini pun menjadi anak ayam
yang mati kelaparan di lumbung padi dan yang parah telah mengakibatkan
berlarut-larutnya krisis multidimensi sosial dan disintegrasi bangsa
(kasus Aceh dan Papua )
 Prinsip yang ketiga, adalah mendekatkan
antara berbagai kelas ekonomi untuk memberantas kekayaan yang keji dan
kemiskinan yang sengsara. Dalam prinsipnya yang yang ini, Hasan Al
Banna mengkritik sejumlah perilaku dalam pasar yang dilandasi oleh
semangat opportunisme dari segelintir orang dengan mengorbankan
maslahah yang seharusnya bisa dicapai oleh masyarakat luas. Dalam
Khazanah Ekonomi Islam, kita mengenal perilaku seperti tadlis,
ihtikar,talqi jalab, alhadir lil ibad hingga gharar bahkan riba
berperan nyata dan memaksimalkan kehadirannya sebagai akar dari
sejumlah krisis keuangan dunia. Even, ambrolnya mata uang asia ketika
para penulis barat meramalkan dengan gemilang kebangkitan Asia, yang
ada sekumpulan fakta yang mengerikan akan semakin tak berartinya
perekonomian Asia hatta China dan India sekalipun. Prinsip
keempat: Menegaskan tanggung jawab Negara dalam memelihara system ini.
Sebagai agama yang pertengahan, Islam tidak mutlak mengkritik
intervensi Negara maupun membiarkannya begitu saja tanpa intervensi.
Bahkan Hasan Al Banna juga pernah menegaskan bahwa Negara adalah
jantungnya pemerintahan. Kalau pemerintahnya korup maka korupnya
menyebar ke tiap lini masyarakat dan apabila sehat atau bersih maka
bersih pula tiap lini kehidupan masyarakat. Bagaimanapun tetap
diperlukan regulasi dari pemerintah untuk menjamin tercapainya
kesejahteraan dan terlindungnya nilai-nilai social dari kompetisi
 Dan
tentang prinsip kelima, Hasan Al Banna melarang adanya penggunaaan
harta secara berlebihan atau israf. Dalam Majmuah Rasailnya, beliau
menuliskan bahwa Islam melarang setiap pemimpin menyalahgunakan
wewenang dan jabatan, melaknat penyuap. yang disuap dan orang yang jadi
saksi penyuapan. Serta Hasan Al Banna juga mengkritik perilaku korupsi
yang kenyatannya sebagai indikator utama kejatuhan kekhalifahan daulah
Usmani. Karena pejabat Negara telah begitu berlebihan dalam
memberdayakan harta Negara yang seharusnya didistribusikan secara adil
kepada kalangan yang berhak. Sehingga terkenanglah doa Luthfi Pasha,
seorang intelektual Usmani, “Bagi pejabat Negara ..Korupsi adalah
penyakit tanpa obat penyembuh ..Berhati-hatilah. .Ya Allah!
Selamatkanlah Kami darinya !” Hingga salah satu landasan dan alas an
dari berdirinya Ikhwanul Muslimun oleh Hasan Al Banna pada umur ke-22
adalah menyelamatkan moralitas dan akidah masyarakat muslim dari
gelombang liberalisme pasca runtuhnya Khilafah Usmani.
 Langkah-Langkah Reformasi Ekonomi Ummat
 Tak
cukup sampai disitu, Hasan Al Banna juga memuat sejumlah langkah yang
seharusnya diambil oleh para penggiat dan khususnya stakeholder usaha
reformasi ekonomi ummat itu sendiri. Seperti memandirikan mata uang
bersama. Hasan Al Banna memandang dalam Majmuatur Rasailnya sangat
penting kiranya akan mata uang yang mampu menjadi mata uang tunggal
dalam hubungan perdagangan Internasional khususnya antar Negara-negara
berpenduduk muslim. Ya. Mata uang menyiratkan eratnya ikatan
silaturahim dan ukhuwwah selain upaya mengenyahkan praktik
ketidakadilan dan kezaliman yang selama ini kerap terjadi dalam
perdagangan pasar bebas. Selain itu, Hasan Al Banna juga menyerukan
melakukan nasionalisasi perusahaan kembali sebagai antitesa atas
privatisasi besar-besaranyang selama ini diperkenankan terjadi..
Tentunya yang dimaksud oleh beliau bukan praktik nasionalisme ala
Negara-negara sosialis seperti Venezuela dan Kuba. Nasionalisasi
diberlakukan secara tidak professional dan serampangan. Namun seperti
yang dijelaskan oleh beliau dalam Majmuatur Rasailnya, membersihkan
masyarakat luas dari tangan-tangan asing dan yang paling vital,
menyangkut kebutuhan hidup masyarakat luas. Selain itu semua,
yang paling vital dalam reformasi ekonomi Ummat adalah memerangi dan
mengharamkan riba. Juga menyerukan menghancurkan berbagai system yang
dibangun di atasnya. Sekilas Nampak seperti gagasan Syaikh Taqiyuddin
An Nabhani dalam Nizhamul Iqtishod mengenai revolusi ekonomi yang
merombak total system kapitalisme saat ini dan menggantikannya dengan
system ekonomi Islam. Namun membaca dan menelaah keseluruhan karya
beliau, Hasan Al Banna, sulit rasanya untuk segera mengambil kesimpulan
bahwa itulah secara literal yang dikehendaki. Namun, Hasan Al Banna
ternyata memberikan contoh dari yang paling sederhana yaitu
menghapuskan bunga atau interest dalam pelbagai proyek ekonomi secara
khusus. Masih ada sejumlah langkah dan taktik yang digagas oleh Hasan
Al Banna dan dijadikan referensi bagi para penggiat dan stakeholder
ekonomi Ummat dalam rangka pembenahan . Kesemuanya mengacu pada
dukungan reformasi di sektor Riil serta produktifitas kerja masyarakat. By 
:Willy Mardian , Mahasiswa Akuntansi Islam STEI Tazkia

--- Pada Sab, 18/4/09, cholid aldin <aldin_r...@yahoo. co.id> menulis:

Dari: cholid aldin <aldin_r...@yahoo. co.id>
Topik: {FoSSEI} HASAN ALBANNA dan Ekonomi islam??
Kepada: fos...@yahoogroups. com
Tanggal: Sabtu, 18 April, 2009, 10:36 PM








    
      
      Ada yg tau ga ? klo Hasan AlBanna berperan penting
dalam Ekonomi islam di mesir???/
klo ada yg tau, di buku apa aja beliau berstatemen? ?/

Mohon kasih tau yah!!! 
Penting!


        Dapatkan alamat Email baru Anda!  

Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
 

      


         
        
        

        Berselancar lebih cepat. 
 Internet Explorer 8 yang dioptimalkan untuk Yahoo! otomatis membuka 2 halaman 
favorit Anda setiap kali Anda membuka browser.Dapatkan IE8 di sini! (Gratis)
 

      


        
        

      "  Apakah saya bisa menurunkan berat badan?  
 Temukan jawabannya di Yahoo! Answers!
"
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke 
Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! 
http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

Kirim email ke