Oleh : Alihozi

http://alihozi77.blogspot.com

Pada tulisan artikel saya sebelumnya yang berjudul "Pentingnya Perencanaan 
Keuangan Keluarga yang Bebas Bunga ", saya telah menceritakan sebuah kasus 
tentang sebuah keluarga yang dibuat pusing oleh angsuran KPR konvensional yang 
mendadak naik drastis mengikuti naiknya tingkat suku bunga pasar.

Sehingga saya menyarankan kepada para keluarga yang ingin mengambil KPR 
pilihlah KPR Bank Syariah yang bebas dari fluktuasi suku bunga pasar untuk 
meminimalisir tingkat kegagalan bayar KPR dan juga agar bisa merencanakan 
keuangan keluarga dengan lebih baik. Walaupun dengan KPR Syariah bukan berarti 
bayangan terjadinya kegagalan bayar tidak ada, tetap saja kemungkinan gagal 
bayar pada KPR Syariah bisa saja terjadi maka perlu antisipasi untuk 
mencegahnya.

Berikut ini penulis akan mencoba sharing tentang bagaimana caranya mencegah 
kegagalan bayar pasca pengambilan KPR Syariah agar keluarga yang mengambil KPR 
Syariah tidak mengalami kegagalan dalam melunasi angsuran KPR Syariah yang 
masih berjalan, dengan mengambil sebuah contoh.

"Alkisah ada sebuah keluarga yaitu keluarga SN yang mengambil KPR Syariah di 
sebuah bank syariah ternama di Jakarta. SN dan istrinya sengaja mengambil KPR 
Syariah selama 10 tahun di Bank Syariah dengan harapan bisa memiliki rumah yang 
sederhana untuk anak-anak mereka dan bisa melunasinya sampai masa akhir 
perjanjian KPR Syariah tsb.

SN sejak awal mengikuti kaidah angsuran pembiayaan KPR 30-35% saja dari total 
pendapatan gajinya sesuai ketentuan dari bank syariah yang memberikannya 
pembiayaanKPR Syariah, sekarang angsuran rumahnya tinggal 4 tahun lagi. Akankah 
keluarga SN yang bahagia tsb bisa mengalami gagal bayar di KPR nya yang tinggal 
4 tahun lagi?

Apabila Diketahui Keluarga SN

1.Biaya hidup saat ini : Rp.15.800.000,-/tahun

2.Penghasilan tetap Rp.3.000.000 x 12 = Rp.36.000.000,- (tidak berubah selama 
4tahun)

3.Prediksi inflasi tahunan 7%

4.Cicilan KPR Syariah = Rp.18.000.000,-/tahun

5.Jangka waktu KPR Syariah tinggal 4 tahun dibayar mulai tahun depan

6. Total kebutuhan cicilan KPR Syariah Rp.18.000.000 x 4 = Rp.72.000.000,-

Jawab :

Biaya hidup masa depan = biaya hidup saat ini x (1+prediksi inflasi tahunan) 
jumlah tahun

Biaya hidup 2 tahun lagi = Rp.15.800.000x 1,07 pangkat 2 = Rp.18.090.000,-

Maka sisa penghasilan setelah dikurangi biaya hidup 2 tahun lagi = 
Rp.36.000.000-18.090.000= Rp. 17.910.000,-

Dari perhitungan sederhana tsb tampak bahwa sejak tahun ke 2 keluarga SN akan 
mengalami gagal bayar karena tak mampu menyisihkan uang sebesar cicilan KPR 
yaitu Rp.18.000.000,-

Untuk mencegah masalah seperti keluarga SN tsb agar tidak terjadi pada nasabah 
yang lain adalah maka alangkah baiknya mulai dari tahun pertama pengambilan KPR 
Syariah, selama sisa penghasilan masih lebih besar dari cicilan KPR nasabah 
mulai menabung menyiapkan diri untuk menutupi kekurangan di masa depan.

Salam Pecinta Bank Syariah

Alihozi

Ajukan pertanyaan anda seputar KPR Syariah atau Anda yang membutuhkan KPRS BMI 
hubungi Alihozi HP:0813-882-364-05 atau klik http://alihozi77.blogspot.com

Kirim email ke