Practical Spiritual NLP
State Sholat dan Gelombang Otak
Oleh ; Abdul Aziez, Cert.Inte NLP Trainer


Belum lama berselang, pada sebuah sesi kajian di Masjid Asy-Syakirin Kuala 
Lumpur, seorang jamaah bertanya,”Ustadz, saya merasa belum bisa
secara maksimal memperoleh manfaat dari Sholat. Saya pikir itu karena
saya belum bisa benar-benar khusyu’ saat menjalankan Sholat. Bagaimana
caranya memprogram pikiran kita agar bisa melaksanakan Sholat dengan
khusyu’?”

Sesungguhnya melaksanakan Sholat itu berat, kecuali bagi orang-orang yang 
khusyu’

Mari kita mulai dengan bertanya pada diri sendiri, saat akan melaksanakan 
Sholat, apakah kita merasa berat? Jika jawabnya ”ya”, maka saat itu kita memang 
jauh dari khusyu’ karena kita merasa berat melakukannya. Jika jawabnya ”tidak”, 
maka kita sudah berada pada track untuk melaksanakan sholat dengan khusyu’, 
karena kita terhindar dari perasaan berat menjalankan Sholat. Selanjutnya 
bagaimana kita meninggikan derajat ke-khusyu’-an kita sepanjang Sholat kita? 
Sesungguhnya
khusyu’ adalah dari Allah SWT. Sebagai hamba kita berupaya untuk menuju
pada ke-khusyu’-an, menjemput ke-khusyu’an demi kesempurnaan Sholat
kita.

Masuk ke dalam State Sholat
Saat kita tenggelam dalam aktivitas duniawi kita, bisa dipastikan kita bukan 
berada pada state Sholat. Dan pada saat kita hendak beralih atau masuk ke dalam 
state Sholat,
ada kalanya kita berhasil melakukan dengan cepat, kadangkala tidak.
Jika yang terakhir ini yang terjadi, maka saat kita melaksanakan Sholat
kita belum berada pada state Sholat. Akibatnya banyak gangguan dalam
pikiran kita yang membuat kualitas ke-khusyu’-an Sholat kita menjadi
berkurang. 


Kalau kita mempelajari NLP (neuro linguistic programming),
Hypnosis atau ilmu lain tentang pemberdayaan pikiran, kita mengenal
beberapa tingkat gelombang otak. Dalam aktivitas normal biasanya kita
berada di gelombang Beta atau yang lebih tinggi. Saat kita rileks, santai, 
tenang kita menurunkan gelombang otak ke Alpha. Bisa jadi kebanyakan dari kita 
melaksanakan Sholat di gelombang ini. Jika saat sholat kita berada pada 
gelombang Alpha tinggi, sangat mungkin pikiran kita masih bisa terganggu dengan 
hal-hal lain karena belum benar-benar single focus hanya untuk berserah diri 
dan menyembah Allah SWT. Semakin rendah
gelombang otak kita, maka semakin fokus dan semakin khusyu’ Sholat
kita. Idealnya saat mengangkat takbir kita sudah berada di ambang
gelombang Theta (lebih rendah lagi dari Alpha). Saat kita menikmati Sholat maka 
gelombang kita terus menurun dan terjaga di Theta mendekati Delta, sehingga 
pikiran kita tidak lagi terganggu dengan bayangan, gagasan atau informasi di 
luar Sholat kita.

Titian pikiran menuju State Sholat
Bagaimana cara kita agar pada saat Sholat kita sudah benar-benar berada pada 
State Sholat yang terbaik? Allah SWT melalui Rasulullah SAW telah memberikan 
jalan yang sebaik-baiknya. Sholat
bukanlah sekadar gerak tubuh dan hafalan ucapan yang dimulai dengan
Takbir sampai diakhiri Salam. Sholat adalah sarana berkomunikasi,
berikrar, berserah diri dan menghamba secara total kepada Allah SWT. Karena itu 
ada sebuah jalur titian yang tersedia untuk memfasilitasi kita memastikan kita 
melaksanakan Sholat pada state Sholat yang terbaik. Insya Allah dengan mengam

Adzan (Beta ke Alpha)

Dengarkanlah,
pahamilah dan resapilah makna Adzan. Jawablah Adzan dengan sepenuh
hati, rasakan makna ucapan kita, bayangkan diri kita sedang
mendengarkan dan menjawab panggilan suci untuk menghadap Allah SWT.
Lanjutkanlah dengan do’a sesudah Adzan, dan rasakan ketenangan, rasa
nyaman dan rileks mulai kita rasakan, sebagai titian awal kita menuju state 
Sholat kita.

Wudlu (Alpha ke Theta)
Niatkanlah
berwudlu untuk menghilangkan kotoran yang melekat pada diri kita
setelah sekian lama berada dalam kesibukan dunia. Saat air menyentuh
kulit kita. Serta bagian-bagian tubuh lainnya rasakan bahwa diri kita
semakin bersih, semakin ringan dan semakin tenang bersiap menghadap
Allah SWT. Biarkan suara gemercik air yang terdengar membawa pikiran
kita semakin rileks, semakin tenang dan semakin dan semakin nyaman.

Sholat (Theta ke Delta)
Saat
melangkah di tempat Shalat rasakan langkah kita semakin dekat untuk
berhadapan dengan Allah SWT. Sebelum takbir, mantapkan niat, berserah
diri sambil menarik nafas dalam-dalam. Angkatlah Takbir sambil menahan
nafas dan mengucapkan ”Allahu Akbar”. Dan ketika tangan sudah
bersedekap hembuskanlah nafas perlahan-lahan, dan kita merasakan tubuh
kita sangat ringan, tenang dan nyaman. Seolah kita tidak lagi merasakan
sedang menyangga badan atau menginjak sajadah atau menempelkan tangan
di dada. Semakin lama terasa semakin ringan, melayang dan nyaman
sekali. Di saat itu sama sekali tidak ada ketergesaan, keinginan segera
selesai, atau menghitung-hitung rakaat yang tersisa. Seolah bergerak
dan terjadi dengan sendirinya karena bawah sadar kita telah
mengendalikan gerak dan bacaan kita dalam ke-khusyu’-an.

Dzikir/Wirid(Theta ke Alpha)

Seusai
mengucapkan Salam, kita hindari untuk langsung beranjak dan
beraktivitas kembali. Biarkan gelombang otak kita secara gradual mulai
naik dari state Sholat di Theta kembali Alpha. Sambil ber-dzikir atau
membaca Wirid, kita rasakan ucapan, gerak dan perasaan kita meemberikan
sensasi kenyamanan. Kita merasakan bawah tubuh kita menempel di
sajadah, tangan kita bertumpu di paha, kepala bergerak-gerak seirama
bacaan. Saat itu gelombang otak kita mulai merambat naik menuju Alpha.

Berdo’a (Alpha ke Beta)
”Sesungguhnya Aku adalah mengikuti persangkaan Hambaku”. Saat
berdoa kita memanjatkan harapan, permintaan dan keinginan. Semakin kita
memahami makna ucapan kita, semakin kita meyakini doa kita pasti
terkabul. Semakin kita yakin maka semakin besar kemungkinan doa kita
terijabah. Apakah langsung terealisasi, ditunda waktunya, atau diganti
dengan yang lebih baik bagi kita, semuanya adalah bentuk terijabahnya
doa sesuai perkenan Allah. 
Saat
memanjatkan Doa itulah gelombang otak kita sudah mulai naik lagi menuju
Beta, dan mulai menyiapkan diri kita kembali pada aktivitas duniawi
kita. Saat kita bangkit dari duduk dan melangkah, kita merasakan
melewati titian menuju ke state awal kita.
Dua
titian yang pertama, yaitu Adzan dan Wudlu sangat mungkin berbalikan
waktunya, yaitu berwudlu terlebih dahulu sebelum Adzan. Itupun tetap
bermanfaat membawa diri kita menuju State Sholat yaitu mulai
dari gelombang Beta menuju ke Theta. Apapun urutannya, afirmasikan
dalam diri untuk menurunkan gelombang otak, menuju ke state Sholat
dengan niat melaksanakan sholat dengan khusyu’ dan penuh kepasrahan
pada Allah SWT.

Jadikanlah Sholat dan Sabar sebagai penolongmu
Insya Allahapa yang tertulis ini adalah sharing dari
apa yang telah penulis alami dan jalani sehari-hari, sebagai sebuah
pengalaman aktual dalam penghambaan kepada Allah SWT. Penulis meyakini
bahwa Sholat adalah kebutuhan manusia karena memberikan manfaat yang
sebesar-besarnya bagi umat beriman yang melaksanakannya. Semoga Allah
melimpahkan petunjuk dan hidayahNya serta AmpunanNya bilamana sharing ini 
mengandung kekeliruan atau kekurangan karena ke-fakir-an serta ke-dhaif-an 
penulis. 
Astaghfirullahaladzim.Astaghfirullahaladzim.Astaghfirullahaladzim.Innallahaghofururrohiim.
Sidoarjo, 5 Mei 2009

 RAHMADSYAH
Master PractitionerNLP  I 081511448147 I Motivator & Trauma Therapist
www.rahmadsyah.co.cc I YM ; rahmad_aceh


      New Email names for you! 
Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. 
Hurry before someone else does!
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/sg/

Kirim email ke