Catatan Awal Pekan FoSSEI
Djadebotabek

By Willy Mardian

 

Mukadimah

Yeach di awal pekan ini, saya menghadirkan pada pembaca
seputar berlangsungnya KAMNAS 2009 di Jadebotabek yang telah resmi dimulai dari
hari minggu kemarin. Mungkin agak beda cara penyajiaanya, kalau biasanya yang
namanya report berbentuk semacam laporan berita formal berlangsungnya agenda
maka di catatan awal pekan FoSSEI ini mungkin pembaca akan menemukan nuansa
yang lain dan sangat berbeza. Di hari Minggu,bertempat di aula perpustakaaan
UNJ. Telah diselenggarakan seminar guru seputar Ekonomi Syariah. bicara tentang
guru saya teringat ketika saya masih menginjak bangku Putih Abu-Abu di
sebuah SMA Negeri Jakarta Barat. yach guru-guru kita yang terkdang sangat
ikhlas memberikan ilmunya untuk anak didiknya walaupun bandelnya serta resenya
gak ketulungan . Pun ketika guru Ekonomi saya yang ketika itu ditanya oleh
salah seorang dari kami sebagai smurid-muridnya di bangku kelas 12 SMA mengenai
Bunga Bank, alasannya dibolehkan menurutnya sederhana walaupun kin sudah tak
lagi relevan.

 

Kalau kita mendapatkan untung dari hasil usaha kita maka
kelebihan dari hasil usaha kita itu diberkan pada orang yang telah meminjamkan
dana bantuan sebagai imbalannya. Kata guru Ekonomi ku dulu, aah betapa
klasiknya tapi itulah guru-guru kita yang tak lagi punya pilihan untuk memilih
selain menjalankan kurikulum yang telah ada dan digariskan “dari yang diatas “
Maka mau tidak mau Bunga Bank yang kini telah jelas hukum keharamannya masih
menjadi konsumsi  penghuni bangku
sekolahan atawa para siswa dan guru. Even mereka pun mulai bertanya yang
bermula dari intuisi kritisnya tentang keabsahan bunga bank nyatanya hanya
dijawab sebagai dogma lalu yang masih membekas dalam buku-buku pelajaran
Ekonomi di bangku-bangku sekolah dan hingga perguruan tinggi. 

 

Masih tentang Pelajaran Ekonomi, Kritik atas SejaraH
Pemikiran Ekonomi dan Sejarah peradaban Islam juga mencuat dan mulai kembali
bemrunculan. Seperti yang dipaparkan Pak Agustianto dalam pemaparannya di acara
seminar guru di UNJ Itu , misalnya, Mengapa Kontribusi konkrit yang telah
diberikan oleh para ulama Islam semisalm Abu Ubaid, Ibnu Khaldun hingga Al
Ghazali tak pernah dinampakkan dalam buku-buku pelajaran Ekonomi kita di
bangku-bangku sekolah menengah pertama, menengah hinga bangku kuliah  atau 
mengapa dalam sejaran peradaban Islam
lebih banyak ditampilkan sejarah politik dibandingkan dengan yang telah dicapai
dalam hal pertumbuhan dan pembangunan Ekonomi yang justru dalam penelusurannya 
mengalami
masa penumbuhan yang gemilang. That’s why wacana Pendidikan Ekonomi islam bukan
saja sebagai pemenuhan kebutuhan akselerasi industry perbankan Syariah namun
juga mencakup kaderisasi para Intelektual, Ulama, Pengusaha, bahkan penguasa
yang faham dan fasih mendalami persoalan Ekonomi dalam sudut pandang Islam yang
frameworknya bukan lagi alam pemikiran Barat yang sekuler minded  

 

Antara Bogor, Grogol dan Rawamangun

 

Well hari sabu yang bertepatan dengan libur waisak membuat
saya bukan berarti bias relax sejenak di rumah atau seperti kebanyakan mahasiswa
di kampus saya yang biasa mengambil pilihan pulang di hari juma’at selepas
shalat jum’at but di akhir pekan tersebut lebih banyak menggebah diri serta
mengenyahkan jauh-jauh perasaan “malay-malay”  Malam sabtunya saya mulai 
melakukan
operasi di warnet dari mulai mengirim publikasi ke milist FoSSEI dan mengirim
bahan-bahan yang diperlukan teman-teman perlengkapan untuk bisa segera mencetak
Baliho dan Spanduk. Sejatinya Publikasi itu pun sudah saya hendak lakukan
jauh-haris ebelum hari H Lakin realitanya banyak mengajarkan saya untuk
bisa lebih bersabar dan percaya hikmah yang sangat agung dengan kesabaran kita
menghadapi tiap persoalan. Akhirnya publikasi ke milist berhasil setelah
memakan waktu yang cukup lama sekitar 2 jam dan berulang-ulang ditemani nasyid
Timur Tengah “Hadiqatul Akhlaq” yang sangat melegakan jiwa dan
melembutkan hati. Walaupun akhirnya sending bahan-bahan yang diperlukan oleh
Imam UNJ tidak membuahkan hasil. 

 

Paginya, yang saya asumsikan bisa pulang lebih awal ke Jakarta juga briefing
terakhir acara ternyata meleset . Yach saya mencoba kembali mengirim
bahan-bahan itu ke Imam melalui emailnya buta lagi-lagi gagal so no choice lah 
baru keluar dari internet
sekitar jam 10 an ditambah dengan macet di kawasan Gunung Batu hingga Plaza 
Jembatan
Merah memakan waktu yang sangat lama. Dan baru bisa sampai di stasiun  jam 
tanganku menunjukkan waktu 11.30. Dari
Stasiun Bogor dengan kereta Ekonomi tiba di Jakarta, tepatnya stasiun Cawang 
sampai pukul
13.30. Istirahat sebentar di rumah hingga Ba’da ashar barulah setelah itu saya
kembali lanjutkan perjalanan ke Rawamangun.

 

Ya Allah, dengan waktu yang sangat lama menunggu  dari pukul 16.30 belum ada 
jua bus yang
biasanya berseliweran di Grogol yang menuju ke Rawamangun. Berbekal modal nekad
dan keberanian saya memilih naik bus kearah kampung Melayu 213 kalua tak salah.
Sesaat setelah berbincang-bincang dengan supiirnya ternyata baru terjelaskan
mengapa sedari menunggu bus di Grogol ke rawamangun tak satupun yang lewat yach
hari libur waisak rupanya telah mengurangi peredaran angkutan umum di Jakarta
terbukti di kawasan poncol hingga salemba yang terlihat lengang. 

 

Dan saya memilih turun di Salemba dengan naik lagi bus M49 ke
juga kea rah pulogadung. Tiba di IKIP UNJ sekitar pukul 18.30 dari jalur 
belakang
masuknya hingga menelusuri hingga ke Masjid Alumni. Istirahat Sejenak untuk
Shalat Maghrib, setalh beberapa saat, menuruni tangga masjid dan berjalan ke
selasar masjid ketemu juga dengan Imam UNJ Dan Fahri Yarsi. Sudah kompak mereka
bilang ‘ Akhirnya Datang Juga “!!! Iyach dengan tergopoh-gopoh nyampe juga
dengan bertaqwa pada Allah SWT dan bravely  walaupun baru nyampe di rumah. 
Disana saya
bertemu sdejumlah “ pejuang” KAMNAS FoSSEI Djadebotabek mulai dari Gugus, anak
UI yang tiba-tiba secara paksa “diceburkan” dalam barisan pejuang KAMNAS, lalu
Alex yang cocok bngt dijadikan sebagai mascot FoSSEI Jadebotabek sebagai lambang
“kesejahteraaan FJ “ hehehehehe lalu ada juga dari “Negeri Jiran” nya TAZKIA
Yaitu SEBI dengan mahrus atawa “makhluk kurus” dan teman-teman tuan tumah dari
UNJ lainnya. 

 

Di kantor Sekretariat BSO KSEI UNJ, saya istirahat sejenak
sekaligus meminta Imam untuk diedit sebentar sebelum di cetak. Walalupun ada
dua spandung lagi yang belm teredit tapi tak menyurutkan semangat paniat di
malam itu untuk do the best la . Buktinya Imam bareng Yasser ketua KSEI UNJ
bergelirya mencari tempat printing di sekitar kampus UNJ but di paginya saat
saya bersiap ke TKP mendapat telepon dari Eko Rusli, Koreg Jadebotabek some
problems dalam percetakannya. Well di tangan saya “senjata” satu-satunya
terpegang banner Only lah yang lama tak pernah diotak-atik lagi dan itupn
diserahkan oleh presnas Finance ke saya setelah saya mengikuti kuliah umumnya
Pak Ascarya di Auditorium FEUI beberapa hari yang lalu. 

 

Jihad Kita

Agaknya “lebay “ juga kalau dikatakan sebagai Jihad .. tapi
bukanlah segala kerja dan usaha yang kta tujukan untuk mencari ridha Allah
termasuk ibadah dan palagi memberikan kesempata banyak bagi semua orang
especially dalam moment ini para guru-guru mengenal lebih dekat dengan
keagungan Sistem Ekonomi Islam yang kemudian menularkan pada mereka semangat
menggebah wajah ranah pendidikan Indonesia dengan Gagasan segar Ekonomi Langit
yang harusnya segera dibumikan mengapa tidak dianggap sebagai Jihad ?? 

 

Yach Jihad secara etimologis dari susunan bahasa Arab
mengandung huruf Jim, Ha dan Dal yang artinya bila diisi dengan susunan lain
akan tetap bermakna sungguh-sungguh dan berusaha keras mengerahkan segala daya
dan upaya. Yach bisa saya pembaca mengatakannya sebagai “belum ada apa-apanya”
selepas kuliah justru perjuangan baru dimulai. Kalau begitu serasa tinggal
debbu seperti akata Chairil Anwar. Namun menarik juga yang dikatakan akh
Ardiansyah Selo Yudha pada saya di fes buuknya kontribusi sejatinya sudah bisa
kita mulai sejak dari sekarang. Although kita berfikir itu hanyalah wacana, itu
hanyalah gagasan dsb, tapi bukankah bisa menjadi realita bahkan strategi
bermula dari wacana?? 

 

 

Akhirnya pagi itu, setelah saya mendapatka telepon dari
Koreg, memang sudah bersiap-siap ke UNJ. Dengan membawa “senjata” di tangan
segera meluncur ke UNJ. Sampai di UNJ pukul 07.50 ..alhamdulillah ternyata
benar doa Rasulullah yang diajarkan pada umatnya “ Allahuma La Sahla Ila Maa
ja’altahu Sahla” Engkau tak menjadikannya mudah kecuali engkau berkenan
menjadikan suatru perkara mudah bagimu. Langsung mampir ke kantor secretariat
BSO KSEI UNJ dan membereskan Banner. Karena sudah lama tak otak-atik sedikit
dibantu dengan panitia lai dari SEBI yang ternyata sama-sama tak faham dan
bentuk Bannernya pun jadi aneh yach apableh buat saya selesaikan sendiri dan
jadi juga siap dipasang dengan gagahnya. Hehehe

 

However, dari yang saya pantau kemarin, semangat teman-teman
FoSSEI Jadebotabek kembali tumbuh dan ghirahnya untuk mensukseskan acara
berkembang kembali. Terbuktti dari rangkaian acara teman-teman bahkan saya yang
walaupun hanya di HaaaaPeee Dech ternyata menjadi sasaran para panitia lain
muali dari acara hingga perlengkapan sebagai “narasumber” yang langganan
ditanya “ akh ini gimana akh “, atau “ akh plakatnya salah tanda tangan tuh “,
atau “ akh pesertanya jadi campur gitu pedahal khan harusnya pisah hijabnya “ d
el el but no problems walaupn mereka nyatanya salah orang tapi kalau bicara “
Akh ini khan bukan kerjaaan ana “ atau “ afwan akh ane gak tau “ atau juga “
akh ana bukan bagiannya “ kapan selesai pekerjaan da’wah ini ?? yang juga
dikatakan oleh Fauzul Azmi Zen, Presnas CoCoda sebagai Proyek Peradaban . Saya
sangat mengapresiasi semangat teman-teman untuk berjibaku walaupun di awal-awal
kita “banting tulang “ dan “berdarah-darah” membereskan ruangan why ? no choice
lah malamnya saat kami semua datang ke sana
ruangan aula auditorium Perpustakaan UNJ yang di daulat sebagai ruangan acara
brlangsung trnyata masih digembok baru pagi-pagi sekali saat saya baru sampai
di sana, Imam
UNJ mencari-cari kunci dengan menelepon pihak yang menggembok ruangan 
ituBersambung ...................



      Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!! Membuat 
tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah. 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke