SELAMAT BERJUANG, FoSSEI
Iman Ni’matullah, Lc, S.E.I
(Presidium Nasional FoSSEI 2004-2005)
Sembilan tahun umur sebuah organisasi adalah pertanda kematangan. Forum
Silaturrahmi Studi Ekonomi Islam (FOSSEI) telah meneguhkan dirinya di mata
publik Indonesia sebagai organisasi perjuangan mahasiswa yang diperhitungkan.
Di setiap kampus, dimana ghirah Islam berkibar, disitulah panji-panji FOSSEI
tertancap. Dan FOSSEI telah memiliki positioning yang jelas, satu-satunya
organisasi mahasiswa nasional yang terfokus pada penumbuhkembangan ekonomi
Islam di Indonesia.
Di balik kebesaran nama FOSSEI, kita harus tetap waspada. Sejarah telah
mencatat, FOSSEI didirkan dengan semangat perjuangan dalam bingkai ilmiyah &
ukhuwwah islamiyah. Dan pendirian itu tidak murah. Amat mahal. Mengeluarkan
banyak energi, fikiran, bahkan uang. Belakangan, dari luar ruangan, tercium
gelagat yang harus segera diperbaiki. FOSSEI terancam menjadi organisasi yang
birokratis, lebih mementingkan struktur organisasi dari pada gerakan. Lebih
mementingkan redaksi daripada substansi, lebih mementingkan tata tertib sidang
daripada langkah kongkrit di lapangan.
Dari luar ruangan pula, terdengar ada semangat yang mesti diluruskan. Semangat
event organizer lebih menyala-nyala meredupkan semangat thalabul ilmi. Sukses
acara extravaganza adalah pertanda kemajuan FOSSEI dari pada sukses membuat
tulisan ilmiah di media bergengsi. Mengumpulkan banyak orang ke satu tempat
dengan biaya yang harus mengemis kesana kemari adalah lebih hebat ketimbang
menguatkan jaringan FOSSEI dengan lembaga-lembaga keummatan. Memberi sanksi
kepada KSEI yang tidak datang pada event besar terasa lebih berwibawa daripada
memberi sanksi bagi KSEI yang tidak mampu meng-inkubasi bisnis riil di
lokasinya masing-masing.
Saya berharap, penciuman dan pendengaran itu keliru. Semoga fakta yang ada
dapat membantah semua opini yang salah. Maka di umur yang kesembilan ini. Pada
angka yang istimewa ini. FOSSEI mesti memiliki 3 C sebagai tolok ukur
keberhasilan yaitu Character, Capasity, dan Contribution.
Seberapa kuatkah Character yang dimiliki oleh pejuang-pejuang FOSSEI. Apakah
mereka sosok Warrior (ksatria) ataukah Worrier (pengecut), apakah mereka
berkarakter Climber (pendaki) atau hanya seorang Klemer.
Seberapa hebat Capacity yang dikuasai oleh pejuang FOSSEI. Berapa TOEFL yang
sudah dapat dicapai? Berapa buku yang telah dikaji? Berapa dalamkah mereka
mengkaji kitab klasik mahakarya ulama-ulama terkemuka dunia? Sehebat apakah
mereka membuat dan menganalisa laporan keuangan? Bagaimanakah kemampuan
manajerial yang telah terbangun?
Seberapa besar Contrubution FOSSEI pada pengembangan ekonomi syariah di
Indonesia? Adakah sumbangsih pemikiran cemerlang para pejuang FOSSEI pada
khzanah ilmiah? Berapa banyak Lembaga Keuangan Syariah yang telah dikembangkan?
Seberapa hebat bisnis riil syar’i yang telah ditumbuhkan?
FOSSEI, Selamat berjuang. Saya terus melantunkan fatihah untukmu. Seiring waktu
yang terus berjalan, saya pun akan bersabar menunggu jawabanmu. Semoga peluh
para pejuang FOSSEI menjadi amal shaleh yang menyampaikan mereka pada cita-cita
mulia. Amiin.
Berselancar lebih cepat dan lebih cerdas dengan Firefox 3
http://downloads.yahoo.com/id/firefox/