Hari Minggu, tanggal 24 Mei 2009, bertempat di aula Ibnu
Khaldun Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia, KSEI Progres  telah 
menyelenggarakan  acara Progres Seminar Series bertajuk
“Refleksi Perjalanan Ekonomi Islam di Indonesia antara Kapitalisasi Ekonomi
Islam dengan Islamisasi Ekonomi Kapitalis “ Selaku sebagai pembicara adalah
prof Didin S. Damanhuri, Guru Besar IPB yang juga mengajar di STEI Tazkia mata
kuliah Ekonomi Pembangunan jurusan Ekonomi Islam. Kemudian bertindak sebagai
pembicara kedua dalam event seminar tersebut adalah adalah Drs Agustianto MA,
Sekjen DPP Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia yang juga mengajar di Pusat
Studi Timur Tengah Universitas Indonesia. Kemudian yang juga bertindak sebagai
moderator adalah Ahmad Farabi SEI, Alumni STEI Tazkia dan juga pernah menjadi
Staff Ahli Presnas FoSSEI. 


 


Dalam event Progres Seminar Series yang baru dimulai dari
serangkaian event Progres Seminar Seriesnya itu memberikan nuansa dan semangat
antusiame dari peaserta yang sangat tinggi ketika menyimak paparn yang
disajikan oleh Prof Didin S Damanhuri ,” Kita
harus bersikap hati-hati dalam menyikapi fenomena euphoria keuangan global,
bisa jadi Euforia keuangan Syariah global yang selama ini kita saksikan malah
memperkuat bangunan Ekonomi Kapitalis itu sendiri yang didominasi pemikiran
ekonomi neoliberal “ jela s Prof Didin S Damanhuri , dalam seminar yang
juga didukiung oleh Sharing , PKES dan Pemda Bogor tersebut. Mengenai bagaimana
Ekonomi Islam menjadi upaya sebagai Islamisasi Ilmu pengetahuan dengan
merekonstruksi pemikiran Ekonomi Islam dari dalam bangunan Ekonomi Kapitalis
itu sendiri dengan mempurifikasi dan menegasikan bangunan Ekonomi Islam dan
membuang system yang sudah rusak dalam perekonomian kapitalis. 


 


Di sesi kedua, Drs Agustianto MA , pakar ekonomi Islam yang
lahir di tanjung balai 17 agustus 1967 ini, menjelaskan dari awal sekali
bagaimana hakikat Ekonomi islam itu dari rancang bangun Ekonomi Syariah. “ 
Ekonomi Islam lahir dari sejarah awal kala
Islam tumbuh dan sebagai peradaban dan saat itulah sebenarnya perjalanan
Ekonomi Islam telah dimulai bahkan dengan isyarat yang tersebar di kitab-kitab
hadits dan Al Qur’an tentang muamalah dan aturannya dari situlah Ekonomi Islam
sudah ada jadi bukan sama sekali sikap reaksioner terhadap fenomena kapitalisme
“ jelas akademisi yang juga mengajar selain di Pusat Studi Timur Tengah
Universitas Indonesia juga mengajar sebagai dosen Pasca Sarjana di Universitas
Trisakti ini. 


Dalam sesi Tanya jawab, salah seorang peserta seminar ada
yang juga mempertanyakan di antara capres dan cawapres yang akan berlaga di
pemilihan Presiden langsung yang tak lama akan menjadi perhelatan akbar di
negeri, maka siapakah di antara capres dan cawapres yang memiliki keberpihakan
terhadap ekonomi Islam saat ini. Dan kontan, saat melontarkan pertanyaan
seperti itu mendapatkan tepuk tangan tang sangat riuh dari peserta lain. Dalam
menangggapi pertanyaan tersebut, Prof Didin S Damanhuri menunjukkan pesimisnya
dari ketiga capres tersebut yang memiliki keperpihakan pada Ekonomi 
Islammengingat
background yang dmiliki masing capres dan cawapres yang sama-sama memiliki
sejarah kelam dalam kebijakan ekonominya.. Acara diakhiri sekitar pukul 11.30
dengan ditandai penyerahan kenang-kenangan dari ketua panitia kepada Prof Didin
S Damanhuri, dan penyerahan kenang-kenangan dari panita kepada Drs Agustianto
MA diwakili oleh Presnas FoSSEI CoCoda, Fauzul Azmi Zen. (wm) 




      Lebih bersih, Lebih baik, Lebih cepat - Yahoo! Mail: Kini tanpa iklan. 
Rasakan bedanya! http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke