EKONOMI ISLAM UNTUK SEMUA !

[Eko Susanto]



--- Pada Rab, 27/5/09, Ahmad Ifham <[email protected]> menulis:

Dari: Ahmad Ifham <[email protected]>
Topik: Re: Trs: {FoSSEI} SETUJU dengan pernyataan DEKAN FE UI ttg EKONOMI 
SYARIAH
Kepada: [email protected]
Tanggal: Rabu, 27 Mei, 2009, 3:31 AM











    
            
            


      
      Dear All,
 

Setahu saya temen2 FOSSEI punya banyak potensi dan amunisi untuk bertindak 
nyata mewujudkan kemajuan ekonomi Islam di Indonesia. Dan yang terpenting 
gimana agar ekonomi Islam bisa diterima oleh semua kalangan.  
   
Sekedar share, salah satu cara yang bisa ditempuh adalah dengan menulis di 
media massa (sebagai salah satu media efektif untuk meyakinkan massa) di 
berbagai daerah (jangkauan FOSSEI kan udah dimana2). Coba yakinkan kepada 
masyarakat bahwa bank syariah itu tidak angker. Dan hal ini memang harus inline 
dengan bukti dari praktisi bahwa ekonomi Islam tidak angker. Kalau masyarakat 
sudah welcome, insya Allah dengan sendirinya mereka akan berbondong2 ke bank 
syariah. 
   
Btw :: adek saya kuliah di Ilmu Komunikasi di Jogja (saat ini sudah selesai), 
jauh2 sekian bulan di Jakarta untuk penelitian kualitatif tentang Rasionalisasi 
Nilai Spiritual Bank Syariah; Studi Kasus di Bank Syariah Mega Indonesia. 
Dialah yang juga memberi banyak masukan untuk penulisan buku Ini Lho, Bank 
Syariah! Yang ingin saya sampaikan di sini adalah bahwa temen2 di luar bidang 
ekonomi Islam, bisa sangat concern untuk kemajuan ekonomi Islam, apalagi temen2 
FOSSEI !!?
  
Makasih.
 
Regards,
Ifham - http://bankbagihasi l.wordpress. com
 




From: Eko Susanto <alhafidzquran@ yahoo.com>
To: fos...@yahoogroups. com
Sent: Tuesday, May 26, 2009 8:19:26 PM
Subject: Trs: {FoSSEI} SETUJU dengan pernyataan DEKAN FE UI ttg EKONOMI SYARIAH







--- Pada Sel, 26/5/09, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> menulis:

Sebuah Evaluasi yang harus kita jawab dengan Bukti nyata. Menjawabnya dengan 
Tindakan jauh lebih produktif dibandingkan dengan perdebatan yang miskin 
realisasi. 

Eko Susanto
Dari: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
Topik: {FoSSEI} SETUJU dengan pernyataan DEKAN FE UI ttg EKONOMI SYARIAH
Kepada: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Cc: fos...@yahoogroups. com
Tanggal: Selasa, 26 Mei, 2009, 11:48 AM






Wah, kalau saya sangat setuju dengan tulisan yang memuat pernyataan2 Dekan FE 
UI tersebut. Faktanya memang begitu, buanyak kekurangan yang masih dimiliki 
oleh penerapan sistem bank islam di Indonesia. Dan perbankan syariah harus 
"terbuka" agar tidak "angker".
 
Sangat sangat dimaklumi bahwa banyak orang yang memiliki persepsi bahwa bank 
syariah di Indonesia adalah semacam bank konvensional yang "mengganti" istilah 
bunga dengan margin atau bagi hasil, dan lain lain dan lain lain. Dan ingat ::: 
dalam Publis Relations, persepsi itu muncul dari fakta yang ditemui.
 
Tugas kita semua agar bank syariah di Indonesia ni gak jadi angker. Biar target 
BI yang sekian persen sekian persen itu bener2 bisa realistis dan sesuai dengan 
yang diharapkan --dan bahkan bukan dari unorganic growth.
 
Salam kenal,
Ahmad Ifham Solihin, S.Psi.
Business Consultant (Sharia Banking) di http://anabatic. co.id untuk produk 
http://temenos. com
Penulis buku: Ini Lho, Bank Syariah!





From: Fahmi Basyah <fa...@bumida. co.id>
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Sent: Tuesday, May 26, 2009 5:21:27 PM
Subject: Re: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH 
BERBAU SARA








Komentar saya: 
 
Saya berkeyakinan apa yang disampaikan Mr Fiz bukan bermaksud "menimbulkan 
konflik di kalangan umat Islam" apalagi berbau "SARA" ataupun "Tendensius" .
 
Ada baiknya kita mengambil sisi positif dari pernyataan Mr Fiz, sebagai 
evaluasi atas implementasi ekonomi syariah yang secara realitas memang belum 
ideal.
 
Pun jika ada komentarnya yang menurut beberapa pihak membuat ketidaknyamanan, 
ada baiknya diklarifikasi langsung dan diskusi dengan yang bersangkutan.
 
Sejauh yang saya kenal, beliau cukup terbuka untuk menerima masukan, terlebih 
beliau juga bagian dari Saudara kita sesama muslim yang bisa jadi dikarenakan 
latarbelakang pendidikan sekularnya, memiliki persepsi yang kurang pas tentang 
ekonomi syariah.
 
Salam,
 
Fahmi Basyah
 
------------ --------- --------- --------- ------
Bumiputeramuda 1967, General Insurance
Sharia Division
 
Jl. Wolter Monginsidi No. 43
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan 12180
Phone : +6221 7234849, 72788574
Facs.  : +6221 72787952
Email  : fa...@bumida. co.id
Sites   : http://www.bumida. co.id
 
-------Original Message----- --
 

From: Faozan Amar
Date: 05/26/09 15:35:03
To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. com
Subject: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU 
SARA
 









Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang bisnis syariah di 
Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan 
conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok kalau 
pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya 
sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : 
berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi 
dekan? Mohon komentar anggota milis



Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan 
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum 
bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di 
Kemasan Syariah Kurang Menarik
Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.

JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, 
masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan syariah--di 
Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu mengemas produk-produk 
syariah dengan menarik. 
"Wacananya selama ini kan hanya soal haram dan tidak haram saja," kata dia 
dalam perbincangan dengan Tempo di kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia 
menyarankan agar pelaku bisnis syariah membuka diri, membuat ekonomi syariah 
menjadi lebih keren, bersahabat, dan tidak angker. 
Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis syariah masih 
lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana menggantung. Akhirnya 
pikiran yang muncul adalah bisnis yang seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang 
ke bank syariah? Jangan-jangan nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi 
dan Manajemen Internasional dari University of Lille, Prancis, ini. 
Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz menambahkan, masih banyak kendala 
lainnya yang membuat aset bank syariah jauh di bawah bank konvensional, 
termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata masyarakat agak alergi 
dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti Islam," ucapnya. 
Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main sendiri, benak 
konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional dalam membuat 
analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi hasil juga 
mengacu pada suku bunga. 
Bank Indonesia mengakui industri perbankan syariah tahun ini sulit meningkatkan 
persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. Persoalannya adalah 
kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini aset bank syariah 
masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan nasional. 
"Diharapkan tahun ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata 
Deputi Gubernur Bank Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia menjelaskan, 
pertumbuhan perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat pesat. Namun, 
perbankan syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar 15 ribu orang. 
EFRI RITONGA | ENDRI KURNIAWATI

 














Yahoo! Mail Sekarang Lebih Cepat dan Lebih Bersih. Rasakan bedanya! 


      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Cepat, Bebas Iklan, Kapasitas Tanpa Batas - Dengan Yahoo! Mail Anda bisa 
mendapatkan semuanya. http://id.mail.yahoo.com

Kirim email ke