Ini ada klarifikasi pernyataan Pak Fiz oleh Pak Mustafa Edwin (Ketua Umum IAEI)

---
"Islamic Bank is not only about Halal and Harm area  
but also Must give Benefit to the Society"  
(Ilham Reza Ferdian)

--- On Wed, 27/5/09, Miranti Kartika Dewi <[email protected]> wrote:

From: Miranti Kartika Dewi <[email protected]>
Subject: Fw: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
To: [email protected], "ilham reza ferdian" <[email protected]>
Date: Wednesday, 27 May, 2009, 9:43 AM



--- On Tue, 5/26/09, [email protected] <[email protected]> wrote:

From: [email protected] <[email protected]>
Subject: Re: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
To: "Pebsgroups" <[email protected]>
Date: Tuesday, May 26, 2009, 5:42 PM











    
            
            


      
      
     Saya sudah check langsung ttg kebenaran berita tersebut, ternyata tempo 
memelintir pernyataan pak Fis dan ingin mengadu domba para pegiat eko Islam. 
Tidak benar dekan menyatakan seperti itu. Berita itu adalah sensasi yg dibuat 
tempo unt mempertahankan oplah mereka. Suatu cara yg tidak etis dan 
bermoral.Powered by Telkomsel BlackBerry®From:  Miranti Kartika Dewi 
Date: Tue, 26 May 2009 17:09:09 -0700 (PDT)
To: Milis PEBS<pebs-f...@yahoogrou ps.com>
Subject: [pebs-feui] Pak Fiz di Tempo 25 Mei 2009
                           Mudah2an yang dimaksud Pak Fiz tidak seperti 
tertulis oleh komentar berikut ini.. 



From: Faozan AmarDate: 05/26/09 15:35:03To: ekonomi-syariah@ yahoogroups. 
comSubject: [ekonomi-syariah] PERNYATAAN DEKAN FE UI TTG EKONOMI SYARIAH BERBAU 
SARA  Berikut saya sampaikan pernyataan Dekan FE UI tentang
 bisnis syariah di Indonesia yang dimuat di Koran Tempo 25 Mei 2009.
Menurut saya, pernyataannya sangat tendensius dan berbau SARA dan menimbulkan 
conflik di kalangan umat Islam. Rasanya sebagai org terdidik kurang elok kalau 
pernyataan menyakitkan sebagian umat.... Jadi kalu memang Mr. Fiz tdk suka, ya 
sebaikanya amalkan hadits Nabi Muhammad SAW : Falyaqul khairan aw yasmut : 
berkatalah yang baik atau diam. Apakah dia terlalu PD karena muda sdh jadi 
dekan? Mohon komentar anggota milis



Masyarakat Indonesia masih alergi dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan 
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Firmanzah berpendapat, masih belum 
bangkitnya ekonomi syariah--khususnya perbankan
 syariah--di Kemasan Syariah Kurang MenarikMasyarakat Indonesia masih alergi 
dengan isu-isu sektarian.JAKARTA - Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia 
Firmanzah berpendapat, masih belum bangkitnya ekonomi syariah--khususnya 
perbankan syariah--di Indonesia karena para pelaku bisnis syariah tidak mampu 
mengemas produk-produk syariah dengan menarik. "Wacananya selama ini kan hanya 
soal haram dan tidak haram saja," kata dia dalam perbincangan dengan Tempo di 
kantornya, Rabu lalu. Karena itu, ia menyarankan agar pelaku bisnis syariah 
membuka diri, membuat ekonomi syariah menjadi lebih keren, bersahabat, dan 
tidak angker. Firmanzah juga mengingatkan, asosiasi masyarakat terhadap bisnis 
syariah masih lekat dengan simbol-simbol seperti jenggot dan celana 
menggantung. Akhirnya pikiran yang muncul adalah bisnis
 yang seram. "Jadi, gimana mau ada yang datang ke bank syariah? Jangan-jangan 
nanti diceramahi," kata doktor bidang Strategi dan Manajemen Internasional dari 
University of Lille, Prancis, ini. Selain persepsi masyarakat yang keliru, Fiz 
menambahkan, masih banyak kendala lainnya yang membuat aset bank syariah jauh 
di bawah bank konvensional, termasuk regulasi, konsumen, dan budaya. "Ternyata 
masyarakat agak alergi dengan produk-produk yang berbau sektarian seperti 
Islam," ucapnya. Apalagi, meski bank syariah memiliki istilah dan aturan main 
sendiri, benak konsumen masih belum lepas dari mekanisme di bank konvensional 
dalam membuat analisis investasi. Bahkan, dalam beberapa hal, mekanisme bagi 
hasil juga mengacu pada suku bunga. Bank Indonesia mengakui industri perbankan 
syariah tahun ini sulit meningkatkan
 persentase asetnya dari total aset perbankan nasional. Persoalannya adalah 
kurangnya tenaga profesional di bidang syariah. Saat ini aset bank syariah 
masih sebesar 2,2 persen dari total aset perbankan nasional. "Diharapkan tahun 
ini aset bank-bank syariah bisa mencapai 5 persen," kata Deputi Gubernur Bank 
Indonesia Hartadi A. Sarwono, Jumat lalu. Dia menjelaskan, pertumbuhan 
perbankan syariah selama tiga tahun terakhir sangat pesat. Namun, perbankan 
syariah masih kekurangan sumber daya manusia sekitar 15 ribu orang. EFRI 
RITONGA | ENDRI KURNIAWATI
                                                   
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        




      


      Get your preferred Email name!
Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. 
http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/

Kirim email ke