Al-Qarawiyyin Perguruan Tinggi Tertua Di Dunia
Kamis, 25 Juni 2009 17:48
![Universitas alias jami'ah pertama yang lahir dari rahim peradaban Islam adalah Universitas Al-Qarawiyyin (Jami'ah Al-Qarawiyyin). (SuaraMedia News) Universitas alias jami'ah pertama yang lahir dari rahim peradaban Islam adalah Universitas Al-Qarawiyyin (Jami'ah Al-Qarawiyyin). (SuaraMedia News)]()
Universitas
alias jami'ah pertama yang lahir dari rahim peradaban Islam adalah
Universitas Al-Qarawiyyin (Jami'ah Al-Qarawiyyin).
(SuaraMedia News)
Peradaban
Islam di era keemasan selalu tampil sebagai pelopor dalam ilmu
pengetahuan dan teknologi. Sejarah mencatat, para ilmuwan Muslim telah
sukses membidani lahirnya lembaga pendidikan tinggi bernama universitas
(jami'ah). Ketika 'rahim' peradaban Islam melahirkan universitas, tak
ada satu pun peradaban di muka bumi yang mengenal sistem pendidikan
tinggi.
Universitas alias jami'ah pertama yang lahir dari rahim peradaban
Islam adalah Universitas Al-Qarawiyyin (Jami'ah Al-Qarawiyyin).
Perguruan tinggi yang berada di kota Fez, Maroko itu didirikan pada
tahun 859 M. Tak heran, jika Guinness Book of World Records pada tahun
1998 menempatkan Universitas Al-Qarawiyyin sebagai perguruan tinggi
tertua dan pertama di seantero jagad yang menawarkan gelar kesarjanaan.
Majalah Time edisi 24 Oktober 1960 secara menarik menuliskan kisah
berdirinya Universitas Al-Qarawiyyin dalam tulisan berjudul Renaissance
in Fez. Syahdan, di awal abad ke-9 M, ketika Fez masih seperti sebuah
dusun, sang penguasa wilayah itu berdoa sembari menangis. ''Ya Allah,
jadikanlah kota ini sebagai pusat hukum dan ilmu pengetahuan, tempat di
mana kitab suciMu, Alquran akan dipelajari dan dikaji.''
Doa sang penguasa itu akhirnya dikabulkan. Fatimah Al-Fihri, puteri
seorang saudagar kaya-raya bernama Muhammad Al-Fihri akhirnya
mewujudkan impian sang penguasa Fez itu. Fatimah dan saudaranya Mariam
adalah dua perempuan terdidik yang mewarisi harta yang melimpah dari
sang ayah. Fatimah lalu menggunakan harta warisannya itu untuk
membangun sebuah masjid.
Cikal bakal Universitas Al-Qarawiyyin pertama di muka bumi itu
bermula dari aktivitas diskusi yang digelar masjid itu. Komunitas
Qairawaniyyin masyarakat pendatang yang berasal dari Qairawan, Tunisia
di kota Fez menggelar diskusi itu di emper Masjid Al-Qarawiyyin.
Laiknya masjid yang lain, Al-Qarawiyyin tak sekadar berfungsi sebagai
tempat beribadah belaka.
Umat Islam di kota Fez pada abad ke-9 M juga menjadikannya sebagai
tempat untuk membahas perkembangan politik. Lambat-laun materi yang
diajarkan dan dibahas dalam ajang diskusi itu berkembang mencakup
berbagai bidang, tak cuma mengkaji Alquran dan Fikih saja.
Wacana yang dibahas dalam diskusi di emper Masjid Al-Qarawiyyin itu
pun meluas hingga mengkaji tata bahasa, logika, kedokteran, matematika,
astronomi, kimia, sejarah, geografi, hingga musik. Beragam topik yang
disajikan dengan berkualitas oleh para ilmuwan terkemuka akhirnya mampu
membetot perhatian para pelajar dari berbagai belahan dunia.
Sejak itulah, aktivitas keilmuan di Masjid Al-Qarawiyyin berubah
menjadi kegiatan keilmuan bertaraf perguruan tinggi. Jumlah pendaftar
yang berminat untuk menimba ilmu di universitas itu begitu meluber.
Sehingga, pihak universitas menerapkan sistem seleksi yang ketat bagi
para calon mahasiswanya. Seorang calon mahasiswa harus selesai
mempelajari seluruh Alquran serta menguasai bahasa Arab dan ilmu-ilmu
umum.
Dari masa ke masa, Universitas Al-Qarawiyyin selalu mendapat
perhatian dari para sultan yang berkuasa. Para sultan tak pernah lupa
untuk menyokong kegiatan keilmuan yang dilakukan universitas itu. Tak
heran, bila subsidi serta dana kas negara secara khusus dialokasikan
untuk menopang kegiatan akademik. Selain bantuan dana, para sultan juga
menyuplai buku untuk universitas itu.
Universitas tertua di dunia itu tercatat berhasil mengumpulkan
sejumlah risalah penting dari berbagai disiplin ilmu. Kompilasi
manuskrip penting itu disimpan di perpustakaan yang didirikan oleh
Sultan Abu-Annan, penguasa Dinasti Marinid. Beberapa risalah penting
yang tersimpan di perpustakaan itu antara lain; 'Mutta of Malik',
ditulis tahun 795 M; Sirat Ibn Ishaq, ditulis tahun 883 M, salinan
kitab suci Alquran yang dihadiahkan Sultan Ahmed Al-Mansur Al-Dhahabi
kepada universitas tahun 1602.
Selain itu, perpustakaan itu juga menyimpan salinan asli buku karya
Ibnu Khaldun berjudul 'Al-'Ibar'. Ilmuwan Muslim terkemuka itu
menghadiahkan buku yang ditulisnya itu kepada perpustakaan itu tahun
1396 M. Selama 12 abad lamanya, Universitas Al-Qarawiyyin telah
menjelma menjadi pusat studi ilmu pengetahuan dan spiritual terkemuka
dan penting di dunia Islam.
Universitas Al-Qarawiyyin tercatat sebagai salah satu perguruan
tinggi yang paling prestisius di abad pertengahan. Sebagai kawah candra
dimuka bagi para ilmuwan, universitas ini telah meluluskan sederet
sarjana dan ilmuwan Muslim terkemuka, seperti Abu Abullah Al-Sati, Abu
Al-Abbas al-Zwawi, Ibnu Rashid Al-Sabti (wafat 1321 M), Ibnu Al-Haj
Al-Fasi ( wafat 1336 M) serta Abu Madhab Al-Fasi - yang memimpin
generasinya dalam mempelajari faham Maliki.
Peradaban Barat tampaknya turut berutang budi kepada Universitas
Al-Qarawiyyin. Betapa tidak, di abad pertengahan perguruan tinggi yang
terletak di kota Fez itu memegang peranan penting dalam pertukaran
kebudayaan dan transfer pengetahuan dari dunia Muslim ke Eropa.
Transfer pengetahuan dan kebudayaan yang berkembang di Universitas
Al-Qarawiyyin ke Eropa itu dilakukan melalui sejumlah ilmuwan Muslim
yang mengajar atau belajar di kota Fez.
Para ilmuwan itu antara lain; filosof dan ahli agama Yahudi, Ibnu
Maimun (1135 M - 1204 M) yang dididik oleh Abdul Arab Ibnu Muwashah di
Al-Qarawiyyin; Geografer dan kartografer (pembuat peta) Al-Idrissi
(wafat 1166 M) juga pernah bekerja serta belajar di universitas ini.
Selain itu, sejumlah ilmuwan Muslim lainnya yang juga sempat mengajar
di perguruan tinggi pertama di dunia itu antara lain; Ibn Al-'Arabi
(1165-1240), Ibnu Khaldun (1332-1395), Ibnu Al-Khatib, Alpetragius,
Al-Bitruji, dan Ibnu Harazim.
Pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Sylvester II, turut menjadi
saksi keunggulan Universitas Al-Qarawiyyin. Sebelum menjadi Paus,
Gerbert of Aurillac (930 M - 1003 M) sempat menimba ilmu di universitas
favorit dan terkemuka ini. Aurillac mempelajari matematika dan kemudian
memperkenalkan penggunaan nol dan angka Arab ke Eropa. Pada tahun 1540
M, ilmuwan Belgia, Nichola Louvain pun tercatat sempat belajar bahasa
Arab di Universitas Al-Qarawiyyin.
Selain itu, sejarawan Muslim bernama Joannes Leo Africanus juga
sempat belajar di Universitas Al-Qarawiyyin. Hingga kini, universitas
ini tetap mendidik dan mencetak para sarjana dari berbagai bidang.
Sumbangan yang diberikan universitas ini bagi pengembangan ilmu agama
Islam serta dunia ilmu pengetahuan begitu besar.
Obor Renaisans dari Kota Fez![]()
Universitas
Al-Qarawiyyin secara tak langsung memiliki peran penting dalam proses
Renaisans yang terjadi dalam peradaban Barat di abad ke-15 M. Melalui
kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang ditransfer para ilmuwan Muslim
yang belajar atau yang mengajar di universitas tertua ini, masyarakat
Eropa mulai tercerahkan. Eropa pun membebaskan dirinya dari kungkungan
'kegelapan'.
Tak heran, bila Majalah Time edisi 24 Oktober 1960 menabalkan
Universitas Al-Qarawiyyan sebagai obor Renaisans di Fez, Maroko.
Pemimpin tertinggi agama Katolik bernama Paus Sylvester II bahkan
pernah menimba ilmu di universitas itu. Ia belajar matematika di
universitas itu dan kemudian mengajarkannya pada murid-muridnya di
Eropa.
Selain itu, banyak pula tokoh penggerak Renaisans di Barat yang
terpengaruh dengan ilmuwan Muslim yang mengajar di Universitas
Al-Qarawiyyan. Kehadiran universitas di dunia Muslim pun turut memicu
berdirinya perguruan tinggi di Eropa. Bila dunia Islam telah memiliki
universitas di abad ke-9 M, masyarakat Barat baru mengenal sistem
pendidikan tinggi pada abad ke-11 M.
Perguruan tinggi pertama yang didirikan oleh peradaban Barat adalah
Universitas Bologna di Italia. Universitas itu didirikan pada tahun
1088 M. Sejatinya, Universitas Balermo bukanlah pergurun tinggi pertama
yang berdiri di tanah Eropa. Ketika Islam menguasai Sicilia - wilayah
selatan Italia - di Palermo telah berdiri universitas Islam terkemuka
yakni Universitas Balerm atau Palermo.
Hal itu sesuai dengan catatan perjalanan penjelajah Muslim terkemuka
Ibnu Hawqal. Dalam catatan perjalanannya berjudul Al-Masalik wal
MamlikI menuturkan, pada tahun 972 M di wilayah Italia Selatan itu
telah berdiri Universitas Palermo. Selain itu, di Cordoba, Spanyol juga
peradaban Islam pada era kepemimpinan Khalifah Abdurrahman III yang
berkuasa pada tahun 929 M - 961 M juga telah mendirikan Universitas
Cordoba di daratan Eropa.
Universitas lainnya mulai muncul di negara lain di Eropa, seperti
Inggris dan Prancis mulai abad ke-12 M. Universitas Al-Qarawiyyin
sebagai perguruan tinggi tertua di dunia selalu disebut sebagai lembaga
pencerahan. Namun, Lyautey, seorang Jenderal Prancis yang memimpin
pasukan di Maroko pada era kolonial menyebut Al-Qarawiyyin sebagai the
Dark House (Rumah Kegelapan). ''Sebuah komentar dari orang yang tak
menghormati peradaban,'' ungkap para sejarawan.
Yang Tua yang Berjaya Di Dunia Islam
- 859 M: Universitas
Al-Qarawiyyin berdiri di kota Fez, Maroko. Inilah universitas tertua di
dunia menurut Guinness Book of World Records.
- 975 M: Universitas
Al-Azhar berdiri di Kairo, Mesir. Pada awalnya, universitas ini
mengajarkan ilmu agama, hukum, tata bahasa, filsafat dan logika.
-
1233 M: Universitas Mustansiriya didirikan Khalifah Al-Mustansir
penguasa Dinasti Abbasiyah. Pada tahun 1962 bergabung dengan
Universitas Baghdad. Setahun kemudian kembali ke nama semula.
- 1327 M: Nun jauh di Timbuktu, Mali berdiri Universitas Sankore yang didirikan Kankan Musa.
-
1453 M: Ketika Kerajaan Ottoman berkuasa, di Istanbul berdiri
Universitas Istanbul. Awalnya merupakan sekolah tingi filsafat dan ilmu
agama. Kini, telah menjadi universitas sains dan seni terkemuka di
Turki.
Di Barat
- 1088 M: Berdiri Universitas Bologna di Italia.
- 1150 M: Berdiri Universitas Paris, di Prancis.
- 1167 M: Berdiri Universitas Oxford di Inggris.(rpb)
www.suaramedia.com