oooww Madhzab Thufailiyah yach Mantan Presnas FoSSEI ternyata penganut Neo Thufail hohohohooo
--- Pada Sab, 27/6/09, Farizal FoSSEI <[email protected]> menulis: Dari: Farizal FoSSEI <[email protected]> Topik: {FoSSEI} SURAT DARI GARIS DEPAN PERLAWANAN Kepada: [email protected], [email protected] Tanggal: Sabtu, 27 Juni, 2009, 10:09 PM SURAT DARI GARIS DEPAN PERLAWANAN Waktu tidak akan tunduk kecuali pada ia yang menantangnya Telah sirna haus dahaga Telah basah kerongkongan Telah ditetapkan pahala sejati untuk mereka yang selalu terjaga Di Jalan para pujangga peradaban nan mulia Jalan para ksatria yang jabarkan ketegaran dengan semangat yang tak pernah lelah Penerus warisan sejarah Robbani Penjaga mutiara dari cinderamata para pahlawan Pahlawan yang bertahan ketika nafsu terus berontak dan Setan terus menggoda Bersama dunia yang terus berhias dalam belantara hawa Yang sering juga membungkam sudut fitrah umat manusia Kisah ini tentang kita kawan Kita yang tegar dalam ujian peradaban Kita yang selalu belajar bersama waktu yang terus berjalan Kita yang merangkai kisah perjuangan kejayaan Islam yang tak boleh tenggelam Hingga fajar keabadian menjelang Maka jangan biarkan dirimu dibungkam Menuju jalan–jalan kelam yang akan tumpulkan Azzam-mu Dengarkanlah saudaraku Suara–suara nurani yang tak dapat kau dustakan Suara–suara yang bisikkan kerinduan para Mujahid Irama peluru–peluru dari syahdunya panggilan Syahid Menebar sayap perubahan dari warisan ketenangan jiwa Yang sebenarnya Dengarkanlah Saudaraku Islam memanggil jiwamu Islam memanggil jiwamu tuk kembali Kembali pada bingkai garis kemuliaan para Syuhada Kembali pada generasi Qur’ani yang istimewa Yang wataknya tak dapat dipisahkan dari Al Qur’anul Karim Yang cerminnya bertumbuh bersama originalitas kekasih Alloh teralim (Muhammad SAW) Ya Alloh teguhkanlah hambaMu Ya Alloh lindungilah hambaMu Inilah jalanku Perhatikanlah ummat ini Berevolusi bersama para Murjiah dan topeng fiqud da’wah Di ukir dari ijtihad para mutadzilah Di leher para khawarij harokah Ketika voting telah sugesti intisari islam Diantara ta’limat dan arogansi shiffin para qiyadah Tafsir dari garis tipis antara taklid dan “sami’na wa ‘atona” (kami dengar dan kami taat) Dan hari ini ada ratusan opportunis berlabel Ustadz Setelah itu saling menganggap sesat Lalu rumuskan bendera harokah diantara sekat pekat Kesepakatan yang tak kunjung melekat Lalu begitu mudah lupakan makna persaudaraan dari ultimatum dua kalimat Syahadat Berapa banyak hal yang bisa kita sepakati? Berapa banyak jidal dan penyakit hati? Para maniak eksistensi yang berjibaku dalam bualan Kader inti atau kader sempalan Pengkhianat asholah perjuangan Maka teguhkanlah Energi persaudaraan Islam harus kembali dikokohkan Rangkailah nafasmu dengan debu keIstiqomahan Yang bahan bakarnya kau dapati di setiap makanan Yaumiyah Imunisasi As Sunnah penjaga isyarat Syariat Sang Khalik yang takkan punah Generasi jembatan harokah Mikroba Jihad penerus butiran dakwah Para pemilik hak waris Salsabilah Penyelaras energi Ukhuwah Yang dikokohkan dari tancapan Ma’rifatulloh dan syair Al Musthofa Yang menembus sejarah peradaban yang dipenuhi kemuliaan Syurga Hey jiwa–jiwa yang lelah Budak dari dahaga hatimu yang kering kerontang terbodohi dunia Bergeraklah dengan ketenangan hati Seperti lebah yang tegas dan kokoh dalam jamaah yang Islami Yang tanggung jawabnya menyeruak keseluruh lapisan umatnya Yang mampu belajar dan mengajar Butir–butir kaderisasi yang hanya memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik Ya Alloh teguhkanlah hambaMu Ya Alloh lindungilah hambaMu Inilah jalanku Saudaraku lihatlah bencana demi bencana datang silih berganti Poraklah lagi negeri ini Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap kembali Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu sudah sedari lama menanti Berbaris memanggil manggil Keluarlah–keluarlah saudaraku Dari kenyamanan mihrabmu Dari kekhusyuan I’tikafmu Dari keakraban sahabat–sahabatmu Keluarlah-keluarlah saudaraku Dari keheningan Masjid mu Bawalah roh–roh sajadahmu ke jalan–jalan Ke pasar–pasar ke majelis dewan yang terhormat Ke kantor–kantor pemerintahan dan pusat–pusat pengambilan keputusan Keluarlah–keluarlah saudaraku Dari nikmat kesendirianmu Satukanlah hati–hati yang berserakan ini Kumpulkan kembali tenaga–tenaga yang tersisa Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih Di tengah badai gurun kehidupan Keluarlah–keluarlah saudaraku Berdirilah tegap diujung jalan itu Sebentar lagi sejarah akan lewat Mencari aktor baru untuk drama kejayaan ini Kebenaran hakiki untuk sebuah kehidupan yang abadi… Usah kau bersedih Jangan kau lelah dan putus asa Kita bergerak karena Alloh dan RosulNya Kita berjuang juga karena Alloh dan RosulNya Onak duri dan lubang–lubang menghampar Jangan biarkan kisahmu terdampar Jangan biarkan langkahmu menjadi gentar Tidakkah kau lihat buih–buih di atas lautan Atau bintang–bintang dilangit yang tak terbilang Namun tidak ada yang mampu menyingkap kegelapan Selain matahari dan rembulan Begitulah mutiara selalu menjadi mutiara Walau berada di antara hipokritas yang coba bungkam nurani Di saksikan sunyi disemangatkan kesedihan Lalu di hibur dalam janji Sang pemilik waktu dan bumi Ingatlah ! takkan bersatu debu dari Jihad Fii Sabilillah dengan Asap Neraka Jahannam. Allohu Akbar wa lillah ilham download mp3-nya di http://www.4shared. com/file/ 91345579/ 9c5e5a3e/ Thufai_AlGhifari _-_Surat_ Dari_Garis_ Depan_Perlawanan .html?s=1 -- FARIZAL ALBONCELLI Blog: http://farizal- alboncelli. blogspot. com/ FS: [email protected] mobile: 021 950 42948 Akses email lebih cepat. Yahoo! menyarankan Anda meng-upgrade browser ke Internet Explorer 8 baru yang dioptimalkan untuk Yahoo! Dapatkan di sini! http://downloads.yahoo.com/id/internetexplorer

