Laporan Kegiatan

Acara Pasar Islam Terbuka berbasis Dinar dan Dirham yang diselenggarakan
berkat kerjasama antara FoSSEI Jabar, LPES Mesjid Salman ITB, Wakala Nusantara,
dan PESAT (Persatuan Pasar Tradisional) Jawa Barat, berlangsung dengan tertib.
Pasar Islam yang diselenggarakan pada tanggal 31 Juli 2009 kemaren ini diikuti
oleh 45 pedagang yang menawarkan berbagai barang dagangannya mulai dari
pakaian2, obat2 herbal, sayur-sayuran, hingga aneka menu makanan.

Pasar mulai dibuka pada jam 07.00 WIB dan langsung diserbu oleh pedagang
yang tidak mau ketinggalan untuk memilih tempat strategis utk berjualan (lih.
Gambar 1, Gambar 2, Gambar 3, dan Gambar 4). Panitia sendiri menyediakan lapak2
seukuran 2 x 3 meter sebagai tempat berjualan. Tak ketinggalan FoSSEI Jabar 
juga membuka lapak. Lapangan parkir Mesjid Salman ITB yang biasanya dijadikan
tempat parkir motor sekaligus akses berlalu-lalangnya pejalan kaki kontan
berubah menjadi ramai barang dagangan (lih. Gambar 7). Tampak sekali beberapa
pejalan kaki terheran-heran mungkin terlihat seperti pasar kaget.

Jam 09.00 WIB pedagang boleh membuka lapaknya dan boleh bertransaksi.
Pengawas pasar yang saat itu di pegang langsung oleh Koreg Jabar (ana sendiri,
Abdul Basit) turut mengawasi aktivitas yang terjadi di pasar. Demikianlah tugas 
muhtasib (pengawas pasar), yang
kerjaannya mondar-mandir melihat dan memeriksa apakah takaran timbangan saat
transaksi sudah seimbang (adil).

Area parkir Masjid Salman tidak cukup luas, hanya sekitar 10 x 30 meter
namun cukup utk menampung sekitar 45 pedagang. Kawasan pasar sendiri dibagi
menjadi tiga kelompok. Kelompok pedagang2 fashion yang menjual berbagai macam
pakaian, kelompok pedagang obat2an herbal, kelompok pedagang makanan.
Sekitar 30 menit menjelang shalat Dhuhur, peserta (pedagang) diwajibkan
menutup sementara barang dagangannya utk mengikuti shalat Jum’at. Begitu juga
saat shalat Ashar tiba, tidak ada satupun transaksi yang boleh terjadi selama
shalat berlangsung.

Mungkin salah satu yang menarik dari Pasar Islam ini adalah penggunaan mata
uang yang tidak biasanya. Hanya mata uang bernilai intrinsik yang diterima
yaitu Dinar dan Dirham (lih. Gambar 5 dan Gambar 6). Ada tiga alat tukar yang
digunakan yaitu : Dinar, Dirham, dan fulus.
 
 
Aturan Main

Aturan main Pasar Islam adalah sbb :
        1. Alat tukar yang sah digunakan berupa Dinar, Dirham, dan Fulus. Dinar 
adalah mata uang emas 22 karat berat 4,25 grm; Dirham adalah mata uang perak 
murni 2,975 grm; Fulus (sementara sebelum mampu mencetak sendiri) adalah 
pecahan koin Rp500.
        2. Pedagang boleh memilih sendiri tempat dagangnya sesuai urutan 
kedatangan ke tempat pasar. Jadi tidak ada istilah booking tempat. Tempat tidak 
dipungut biaya apapun.
        3. Barang dagangan yang dijual harus sesuai syar’i, metode penawaran 
pun tidak boleh mnyalahi sunnah.
        4. Terdapat muhtasib (pemimpin pasar) yang akan mengawasi jalannya 
aktivitas pasar termasuk yang akan memberikan teguran kepada pedagang bila 
aturan2 pasar Islam dilanggar.
        5. Wakala Nusantara menyediakan tempat penukaran Dinar, Dirham, dan 
Fulus.
        6. Uang kertas DITOLAK.
 
Hasil Akhir

Alhamdulillah, pelaksanaan pasar yang dimulai pukul 07.00 s.d. 17.00 WIB
berjalan lancar. Berdasarkan perhitungan ana dilapangan, mata uang yang
berhasil beredar 2 Dinar + sekitar 2.000 pecahan koin Rp500 (2.000 Fulus) +
puluhan Dirham. Kira-kira total omset berdasarkan perhitungan perputaran uang,
dalam sehari ada sekitar >Rp 3 Juta. Lumayan utk kategori pasar ”asing”
dalam satu hari, apalagi Cuma 45 pedagang.
 
FoSSEI Jabar

Dalam pasar tersebut, FoSSEI Jabar juga membuka lapak. Barang dagangannya
ada makanan2 kecil, kaos kaki, bawang merah Brebes. Walaupun demikian, Qta
dapat omset sekitar 1 Dirham. Lumayaaan..... Hehe....
FoSSEI Jabar dalam pasar kemaren memegang kendali utama. Meskipun
diselenggarakan atas kerjasama berbagai pihak namun pelaksana lapangan tetep
temen2 FoSSEI. Termasuk Muhtasib-nya
pun  dari FoSSEI.Bisa lihat di gambar.
 
Agenda Ke Depan...?

Masih ada satu pasar lagi di tempat dan waktu yang sama, yaitu pada tanggal
14 Agustus 2009. Bagi temen2 regional lain iseng2 yang mau hadir, silahkan.
Ditunggu kehadirannya.
 


________________________________

Abdul Basit
[email protected]
mobile : +6285221323020 & 022-76748977
Koordinator Regional Jawa Barat
Forum Silaturahim dan Studi Ekonomi Islam Masa Jihad 2009-2010



      

Kirim email ke