Oleh : Alihozi
http://alihozi77.blogspot.com


Doktrin – doktrin ekonomi Islam yang dibawa Rasulullah,SAW sangat menginspirasi 
ummat manusia untuk bekerja dan melakukan aktivitas produktif. Islam sangat 
menghargai kerja dan mengaitkannya dengan kedudukan atau derajat seorang 
manusia di mata Sang Maha Pencipta,  Allah,SWT .  Islam mendorong ummatnya 
untuk menjadikan dunia ini sebagai sarana untuk selalu meningkatkan 
produktifitasnya dan peningkatan kekayaan material dengan tetap mengikuti  
standar moralisme ajaran Islam..

Kita tentu masih ingat dengan kisah terkenal Sayidina Fatimah anak Rasulullah 
yang sangat disayang  waktu ingin meminta pembantu kepada Rasulullah. Waktu itu 
 Fatimah Az-Zahra sangat keropotan harus mengurusi keluarganya, suami dan 
anak-anaknya. Ia harus menggiling tepung untuk sebagian untuk dimakan dan 
sebagian lagi untuk dijual sampai tangannya berdarah ditambah lagi harus 
mengurus anak-anaknya yang masih kecil-kecil. 

Oleh karena itu Fatimah, Az-Zahra berangkat ke rumah ayahnya baginda Nabi 
Muhammad,SAW untuk meminta seorang pembantu  yang bisa meringankan pekerjaan 
rumah tangganya sehari-hari , tapi apa jawaban Rasulullah (dengan menahan rasa 
harunya) Rasulullah tidak memberikannya seorang pembantu justru Sayidina 
Fatimah diajarkan tasbih,tahmid dan takbir untuk selalu diamalkan setiap hari. 

Apa yang dilakukan oleh Rasulullah itu bukannya tidak sayang kepada anaknya 
justru hal itu dilakukannya karena didorong rasa sayangnya yang sangat besar 
agar anaknya bisa menjadi suri tauladan bagi ummatnya agar selalu meningkatkan 
produktifitasnya  dan juga agar anaknya mendapatkan kedudukan dan derajat yang 
tinggi di mata Sang Maha Pencipta , Allah,SWT di dunia dan di akhirat.

Dalam sebuah riwayat, Imam Ash-Shadiq salah satu keturunan Rasulullah yang 
terkenal, diberitahu tentang keadaan seseorang. Kendati ia miskin, orang itu 
tetap berdiam diri di rumah dan mengerjakan berbagai amanl ibadal (ritual). 
Sementara saudara lelakinyalah yang mencukupi kebutuhan hidupnya. Mengomentari 
hal itu , sang Imam berkata," Ia yang bekerja mencari nafkah hidupnya lebih 
ahli ibadah ketimbang orang itu."

Pada Riwayat lain, ketika ayat ini diturunkan," Barangsiapa yang bertakwa 
kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya 
rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya" . Sejumlah sahabat Nabi, SAW 
mengurung diri di rumah-rumah mereka sibuk beribadah kepada Allah. Mereka 
berkata, " Sungguh, Allah cukup bagi kami." Kemudian, Rasulullah SAW 
menyampaikan pesan kepada mereka, " Sesungguhnya siapa saja yang berlaku 
seperti itu, Allah tidak akan mengabulkan doanya. Mencari nafkah adalah 
kewajiban kalian."(1)

Dari  kisah-kisah Rasulullah dan para Imam yang terkenal di atas dan juga 
sebenarnya masih banyak kisah-kisah lain yang menjelaskan bahwa doktrin-doktrin 
ekonomi Islam menentang kehidupan orang yang tidak produktif dan mendorongnya 
untuk selalu meningkatkan produktifitasnya dengan bekerja.  Selain mengajurkan 
setiap ummatnya untuk selalu meningkatkan porduktifitasnya ajaran Islam juga 
menentang penimbunan kekayaan material yang tidak termanfaatkan dan menuntut 
penggunaan kekayaan material tsb bagi tujuan-tujuan produktif dalam rangka 
merealisasikan sasaran – sasaran keadilan sosioekonomi Islam.

Walaupun demikian, tidak semua penabung(penyimpan)  kekayaan material sanggup 
untuk mempergunakan tabungan kekayaannya tsb untuk tujuan-tujuan produktif. 
Karena itu, ajaran Islam menganjurkan adanya lembaga-lembaga keungan yang 
terorganisasi untuk memobilisasi simpanan yang menganggur dan menyalurkannya 
secara efektif ke dalam usaha-usaha yang produktif. Tentu saja lembaga-lembaga 
keuangan ini tidak boleh beroperasi dengan system bunga (riba) tetapi 
beroperasi dengan system bagi hasil (2).

Wallahua'lam
Salam


Alihozi http://alihozi77.blogspot.com 
Bagi yang membutuhkan KPR Syariah BMI bisa menghubungi Ali Hp:0813-882-364-05
Sumber bacaan:
1.Buku Induk Ekonomi Islam "Iqtishaduna" karya Muhammad Baqir Ash-Shadr
2.Sitem Moneter Islam karya Dr.Umar Chapra
3. An-Nashaaih Ad-Diniyah karya Imam Habib Abdullah Haddad



Kirim email ke