JAKARTA: Bank Islam Malaysia (BIM) Bhd, bank syariah tertua di Malaysia, disebut-sebut tengah melakukan pembicaraan untuk mengambil alih kendali kepemilikan saham di PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. Seperti diberitakan Bloomberg mengutip Business Times, negosiasi kini tengah dilakukan Bank Islam dengan sejumlah pihak yang menjadi pemegang saham pengendali Bank Muamalat. Namun, tidak disebutkan detail siapa penyebar informasi selain 'sumber yang mengetahui transaksi tersebut'.
Saat ini, pemegang saham Bank Muamalat terbesar dimiliki Islamic Development Bank yang berpusat di Jeddah sebesar 28%, selanjutnya Boubyan Bank KSC di Kuwait 21%, dan Atwill Holdings Ltd sebesar 15%. Bila rencana ini terwujud, Bank Islam akan menjadi investor keempat asal Malaysia yang menguasai saham perbankan di Indonesia. Tiga bank swasta yang kini milik Malaysia adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk, PT Bank Internasional Indonesia Tbk dan PT Bank Bumiputera Indonesia Tbk. Direktur Bank Muamalat Indonesia Farouk A. Alwyni menyatakan pihaknya sama sekali belum mengetahui atau mendengar sekalipun rencana pergantian pemegang saham baik dari IDB maupun yang lainnya. Selama ini, katanya, pemegang saham tidak pernah membicarakan akan melepas kepemilikan sahamnya di Bank Muamalat dan komitmennya untuk mengembangkan bank syariah pertama di Indonesia itu sangat kuat. "Saya belum tahu ada rencana itu, mungkin saya ingin tahu dulu sumbernya dari mana. Jadi belum bisa berkomentar banyak karena belum jelas," ujarnya saat dikonfirmasi Bisnis, tadi malam. Deputi Direktorat Perbankan Bank Indonesia Syariah Mulya E. Siregar juga belum mengetahui rencana pembelian saham Bank Muamalat oleh Bank Islam Malaysia. PT Bank Muamalat Indonesia Tbk didirikan pada 1991 atas inisiatif Majelis Ulama Indonesia (MUI) dengan dukungan pemerintah dan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) serta masyarakat dengan modal awal Rp190 miliar. Pada Juni 1999, masuk Islamic Development Bank (IDB) yang berkedudukan di Jeddah, Arab Saudi resmi menjadi salah satu pemegang saham Bank Muamalat dan menyelamatkan bank tersebut dari hantaman krisis moneter 1998. Hingga Juni 2009, aset Bank Muamalat tumbuh mencapai 31% dari posisi setahun sebelumnya Rp11,2 triliun menjadi Rp14,8 triliun, yang terdongkrak oleh ekspansi pembiayaan dan penghimpunan dana. Potensi bisnis perbankan syariah masih terbuka lebar mengingat industri ini baru menguasai kurang dari 3% aset perbankan nasional. Saat ini, beroperasi lima bank umum syariah dan puluhan unit usaha syariah milik bank konvensional. (11/17) ([email protected]) Bisnis Indonesia, 11/8/09 http://zanikhan.multiply.com/profile

