By Republika Newsroom

Senin, 10 Agustus 2009
PETALING JAYA-–Penjualan sukuk dan obligasi
konvensional Petroliam Nasional Bhd (Petronas) mencatat kesuksesan dengan
mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) lebih dari lima kali. Jumlah
sukuk dan obligasi yang akan diterbitkan berjumlah 2,5 miliar dolar AS.

Seorang sumber yang tak disebutkan namanya mengatakan kebanyakan investor yang
berminat berasal dari Asia dan Eropa. “Permintaan untuk sukuk dan obligasi
perusahaan pemerintah meningkat karena sangat sedikit penerbitan di tahun ini,”
kata sumber tersebut, sebagaimana dikutip biz.thestar.com.my, Senin (10/8).

Petronas akan menjual sukuk bertenor lima tahun minimal sebanyak 750 juta dolar
AS, sementara sisanya untuk obligasi konvensional. Nilai yang diterbitkan untuk
sukuk dan obligasi bisa berubah sesuai dengan permintaan, hanya saja dibatasi
maksimal hingga 2,5 miliar dolar AS. Sukuk dan obligasi tersebut akan memiliki
kupon 175 basis poin di atas surat utang pemerintah AS dengan tenor yang sama.

Seorang analis lokal di Malaysia mengatakan tak terkejut Petronas mengeluarkan
surat utang berdenominasi dolar AS. “Hal itu normal bagi perusahaan
internasional seperti Petronas untuk merestruktur pengelolaan modal mereka,”
kata dia. 

Dengan demikian, tambahnya, akan membuat Petronas semakin fleksibel untuk
ekspansi dan menambah modal kerja. Alasan lain penerbitan berdenominasi dolar
adalah karena perusahaan tersebut ingin tetap berada dalam radar para investor
agar mudah dikenali dan diingat.

Dengan adanya penerbitan dua jenis surat utang tersebut setidaknya akan
mengembangkan pasar surat utang di Malaysia secara keseluruhan, terutama pasar
sukuk. Sebelumnya Presiden dan CEO Petronas, Tan Sri Mohd Hassan Marican
mengatakan perusahaan minyak tersebut akan menghimpun dana jika memang
menguntungkan.

Moody's Investors Service memberi peringkat A1 bagi kedua instrumen tersebut,
sedangkan Standard&Poor's memberi peringkat dua level lebih rendah yaitu
A-. Sementara Fitch memberi peringkat A. 

Dana yang terhimpun dari sukuk rencananya akan digunakan untuk membeli
kepemilikan aset Petronas yang berada di Malaysia, sementara dana dari obligasi
akan digunakan untuk membiayai keperluan eksplorasi gas dan minyak. 

Berdasar data yang dihimpun Bloomberg, terakhir Petronas menjual surat utang
berdenominasi dolar AS pada 2002. Saat itu Petronas berhasil menghimpun dana
700 juta dolar AS yang akan jatuh tempo pada 2012. gie/ahi
 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke