--- Pada Rab, 2/9/09, ishak none <[email protected]> menulis:

Dari: ishak none <[email protected]>
Judul: Fw: [an_nahl69] Bocah Misterius
Kepada: [email protected], [email protected], "Nadlir Dhirs" 
<[email protected]>, "Seruni Dinitri" <[email protected]>, "iwan" 
<[email protected]>, "Muhammad Kurniawan" <[email protected]>, 
[email protected], [email protected], 
[email protected], "Silvie" <[email protected]>, "Sri Sularsih" 
<[email protected]>
Tanggal: Rabu, 2 September, 2009, 12:07 PM



--- On Tue, 9/1/09, Ainul Pediatrik <[email protected]> wrote:

From: Ainul Pediatrik <[email protected]>
Subject: [an_nahl69] Bocah Misterius
To: "adk" <[email protected]>
Cc: "Maemunah 2006" <[email protected]>, "mario arfan" <[email protected]>, 
"Asna Damayanti" <[email protected]>, "Fajri" <[email protected]>, "dede 
fitriani" <[email protected]>, "Lis" <[email protected]>, "Nana" 
<[email protected]>, "Nita" <[email protected]>, "Qq" 
<[email protected]>, "Romdon" <[email protected]>, "Soraya" 
<[email protected]>, "Arie Wibowo" <[email protected]>, "Annisah zahrah"
 <[email protected]>
Date: Tuesday, September 1, 2009, 2:36 PM






 




    
                  

Subhanalloh. .. Kisah dibawah ini 
kisah yang sangat luar biasa... patut untuk dibaca sampai 
abis...
 
Bocah itu menjadi pembicaraan 
dikampung Ketapang. Sudah tiga hari ini ia mondar-mandir keliling kampung. Ia 
menggoda anak-anak sebayanya, menggoda anak-anak remaja diatasnya, dan bahkan 
orang-orang tua. Hal ini bagi orang kampung sungguh 
menyebalkan.
Yah, bagaimana tidak menyebalkan, 
anak itu menggoda denganberjalan kesana kemari sambil tangan kanannya memegang 
roti isi daging yang tampak coklat menyala. Sementara tangan kirinya memegang 
es 
kelapa, lengkap dengan tetesan air dan butiran-butiran es yang  melekat 
diplastik es tersebut.
Pemandangan tersebut menjadi hal 
biasa bila orang-orang kampung melihatnya bukan pada bulan puasa! Tapi ini 
justru terjadi ditengah hari pada bulan puasa! Bulan ketika banyak orang sedang 
menahan lapar dan haus. Es kelapa dan roti isi daging tentu saja menggoda orang 
yang melihatnya.
Pemandangan itu semakin bertambah 
tidak biasa, karena kebetulan selama tiga hari semenjak bocah itu ada, matahari 
dikampung itu lebih terik dari biasanya. Luqman mendapat laporan dari 
orang-orang kampong mengenai bocah itu. Mereka tidak berani melarang bocah 
kecil 
itu menyodor-nyodorkan dan memperagakan bagaimana dengan nikmatnya ia mencicipi 
es kelapa dan roti isi daging tersebut.
Pernah ada yang melarangnya, tapi 
orang itu kemudian dibuat mundur ketakutan sekaligus keheranan. Setiap  
dilarang, bocah itu akan mendengus dan matanya akan memberikan kilatan yang 
menyeramkan. Membuat mundur semua orang yang akan melarangnya.
Luqman memutuskan akan menunggu 
kehadiran bocah itu. Kata orang kampung, belakangan ini, setiap bakda zuhur, 
anak itu akan muncul secara misterius. Bocah itu akan muncul dengan pakaian 
lusuh yang sama dengan hari-hari  kemarin dan akan muncul pula dengan es kelapa 
dan roti isi daging yang sama juga! Tidak lama Luqman menunggu, bocah itu 
datang 
lagi. Benar, ia menari-nari dengan menyeruput es kelapa itu. Tingkah bocah itu 
jelas membuat 
orang lain menelan ludah, tanda ingin meminum es itu juga.
Luqman pun lalu menegurnya.. 
Cuma,ya itu tadi,bukannya takut, bocah itu malah mendelik hebat dan melotot, 
seakan-akan matanya akan keluar. "Bismillah..  ." ucap Luqman dengan kembali 
mencengkeram lengan bocah itu. Ia kuatkan mentalnya. Ia berpikir,kalau memang 
bocah itu bocah jadi-jadian, ia akan korek keterangan apa maksud semua ini. 
Kalau memang bocah itu "bocah beneran" pun, ia juga akan cari keterangan, siapa 
dan dari mana sesungguhnya bocah itu..
Mendengar ucapan bismillah itu, 
bocah tadi mendadak menuruti tarikan tangan Luqman. Luqman pun menyentak 
tanggannya, menyeret dengan halus bocah itu, dan membawanya ke rumah. Gerakan 
Luqman diikuti dengan tatapan penuh tanda tanya dari orang-orang yang 
melihatnya. "Ada apa Tuan melarang saya meminum es kelapa dan menyantap roti 
isi 
daging ini? Bukankah ini kepunyaan saya?" tanya bocah itu sesampainya di rumah 
Luqman, seakan-akan tahu bahwa Luqman akan bertanya tentang kelakuannya. 
Matanya 
masih lekat menatap tajam pada Luqman.
"Maaf ya, itu karena kamu 
melakukannya dibulan puasa," jawab Luqman dengan halus,"apalagi kamu tahu, 
bukankah seharusnya kamu juga berpuasa? Kamu bukannya ikut menahan lapar dan 
haus, tapi malah menggoda orang dengan tingkahmu itu.."
Sebenarnya Luqman masih akan 
mengeluarkan uneg-unegnya, mengomeli anak itu. Tapi mendadak bocah itu berdiri 
sebelum Luqman selesai. Ia menatap Luqman lebih tajam lagi. "Itu kan yang 
kalian 
lakukan juga kepada kami semua! Bukankah kalian yang lebih sering melakukan hal 
ini ketimbang saya..?! Kalian selalu mempertontonkan kemewahan ketika kami 
hidup 
dibawah garis kemiskinanpada sebelas bulan diluar bulan puasa?
Bukankah kalian yang lebih sering 
melupakan  kami yang kelaparan, dengan menimbun harta sebanyak-banyaknya dan 
melupakan kami? Bukankah kalian juga yang selalu tertawa dan melupakan kami 
yang 
sedang menangis? Bukankah kalian yang selalu berobat mahal bila sedikit saja 
sakit menyerang, sementara kalian mendiamkan kami yang mengeluh kesakitan  
hingga kematian menjemput ajal..?!
Bukankah juga di bulan puasa ini 
hanya pergeseran waktu saja bagi kalian untuk menahan lapar dan haus? Ketika 
bedug maghrib bertalu, ketika azan maghrib terdengar, kalian kembali pada 
kerakusan kalian...!?"  Bocah itu terus saja berbicara tanpa memberi kesempatan 
pada Luqman untuk menyela. Tiba-tiba suara bocah itu berubah. Kalau tadinya ia 
berkata begitu tegas dan terdengar "sangat" menusuk, kini ia bersuara lirih, 
mengiba.
"Ketahuilah Tuan.., kami ini 
berpuasa tanpa ujung, kami senantiasa berpuasa meski bukan waktunya bulan 
puasa, 
lantaran memang tak ada makanan yang bisa kami makan. Sementara Tuan hanya 
berpuasa sepanjang siang saja.
Dan ketahuilah juga, justru Tuan 
dan orang-orang di sekeliling Tuan lah yang menyakiti perasaan kami dengan 
berpakaian yang luar biasa mewahnya, lalu kalian sebut itu menyambut Ramadhan 
dan 'Idul Fithri?
Bukankah kalian juga yang selalu 
berlebihan dalam mempersiapkan makanan yang luar biasa bervariasi banyaknya, 
segala rupa ada, lantas kalian menyebutnya dengan istilah menyambut Ramadhan 
dan 
'Idul Fithri?  Tuan.., sebelas bulan kalian semua tertawa di saat kami 
menangis, 
bahkan pada bulan Ramadhan pun hanya ada kepedulian yang seadanya 
pula.
Tuan.., kalianlah yang melupakan 
kami, kalianlah yang menggoda kami, dua belas bulan tanpa terkecuali termasuk 
di 
bulan ramadhan ini. Apa yang telah saya lakukan adalah yang kalian lakukan juga 
terhadap orang-orang  kecil seperti  kami...!  Tuan.., sadarkah Tuan akan 
ketidak abadian harta?
Lalu kenapakah kalian masih saja 
mendekap harta secara berlebih? Tuan.., sadarkah apa yang terjadi bila Tuan dan 
orang-orang sekeliling Tuan tertawa sepanjang masa dan melupakan kami yang 
semestinya diingat? Bahkan, berlebihannya Tuan dan orang-orang di sekeliling 
Tuan bukan hanya pada penggunaan harta, tapi juga pada dosa dan maksiat.. 
Tahukah Tuan akan adanya azab Tuhan yang akan menimpa?
Tuan.., jangan merasa aman lantaran 
kaki masih menginjak bumi. Tuan...,jangan  merasa perut kan tetap kenyang 
lantaran masih tersimpan pangan 'tuk setahun, jangan pernah merasa matahari 
tidak akan pernah menyatu dengan bumi kelak...."
Wuahh..., entahlah apa yang ada di 
kepala dan hati Luqman. Kalimat demi kalimat meluncur deras dari mulut bocah 
kecil itu tanpa bisa dihentikan.  Dan hebatnya, semua yang disampaikan bocah 
tersebut 
adalah benar adanya! Hal ini menambah keyakinan Luqman, bahwa bocah ini 
bukanlah 
bocah sembarangan. Setelah berkata pedas dan tajam seperti itu, bocah itu  
pergi 
begitu saja meninggalkan Luqman yang dibuatnya 
terbengong-bengong.
Di kejauhan, Luqman melihat bocah 
itu menghilang bak ditelan bumi. Begitu sadar, Luqman berlari mengejar ke luar 
rumah hingga ke tepian jalan raya kampung Ketapang. Ia edarkan pandangan ke 
seluruh sudut yang bisa dilihatnya, tapi ia tidak menemukan bocah itu. Ditengah 
deru nafasnya yang memburu, ia tanya semua orang di ujung jalan, tapi semuanya 
menggeleng bingung. Bahkan, orang-orang yang menunggu penasaran didepan 
rumahnya 
pun mengaku tidak melihat bocah itu keluar dari rumah Luqman!
Bocah itu benar-benar misterius! 
Dan sekarang ia malah menghilang! Luqman tidak mau main-main. Segera ia putar 
langkah, 
balik ke rumah. Ia ambil sajadah, sujud dan bersyukur. Meski peristiwa tadi 
irrasional,  tidak masuk akal, tapi ia mau meyakini bagian yang masuk akal 
saja. 
Bahwa 
memang betul adanya apa yang dikatakan bocah misterius tadi. Bocah tadi 
memberikan pelajaran yang berharga, betapa kita sering melupakan orang yang 
seharusnya kita ingat.. Yaitu mereka yang tidak berpakaian, mereka yang 
kelaparan, dan  mereka yang tidak memiliki penghidupan yang 
layak.
Bocah tadi juga memberikan Luqman 
pelajaran bahwa seharusnya mereka yang sedang berada diatas, yang sedang 
mendapatkan karunia Allah, jangan sekali-kali menggoda orang kecil, orang 
bawah, 
dengan berjalan membusungkan dada dan mempertontonkan kemewahan yang 
berlebihan.
Marilah berpikir tentang dampak 
sosial yang akan terjadi bila kita terus menjejali tontonan kemewahan, 
sementara 
yang melihatnya sedang membungkuk menahan lapar.. Luqman berterima kasih kepada 
Allah yang telah memberikannya hikmah yang  luar biasa. Luqman tidak mau 
menjadi 
bagian yang Allah sebut mati  mata hatinya.
Sekarang yang ada dipikirannya 
sekarang , entah mau dipercaya orang atau tidak, ia akan mengabarkan kejadian 
yang dialaminya bersama bocah itu sekaligus menjelaskan hikmah kehadiran bocah 
tadi kepada semua orang yang dikenalnya, kepada sebanyak-banyaknya 
orang.
Kejadian bersama bocah tadi begitu 
berharga bagi siapa saja yang menghendaki bercahayanya hati. Pertemuan itu 
menjadi pertemuan yang terakhir. Sejak itu Luqman tidak pernah lagi melihatnya, 
selama-lamanya. Luqman rindu kalimat-kalimat pedas dan tudingan-tudingan yang 
memang betul adanya.
Luqman rindu akan kehadiran anak 
itu agar ada seseorang yang berani menunjuk hidungnya ketika ia salah. 






      
 

      


         
        
        

      Lebih Bersih, Lebih Baik, Lebih Cepat -  Rasakan Yahoo! Mail baru yang 
Lebih Cepat hari ini!
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      


      Menambah banyak teman sangatlah mudah dan cepat. Undang teman dari 
Hotmail, Gmail ke Yahoo! Messenger sekarang! 
http://id.messenger.yahoo.com/invite/

Kirim email ke