By Republika Newsroom Jumat, 04 September 2009 ABU DHABI-–Bank-bank Islam asal Uni Emirat Arab mendominasi peringkat teratas bank-bank syariah di kawasan Teluk dengan menempatkan empat perusahaan di 10 peringkat teratas. Perhitungan tersebut didasarkan pada aset per Juni 2009. Dari 25 bank syariah teratas di Teluk, enam bank Uni Emirat Arab berada dalam daftar dengan total aset hampir 62 miliar dolar AS. Jika digabungkan 25 bank syariah teratas di Teluk memiliki total aset 218,76 miliar dolar AS.
Sementara di peringkat kedua, negara yang menyumbang bank syariah dengan aset terbesar di Teluk adalah Arab Saudi dengan total aset 56 miliar dolar AS. Diikuti pula oleh Kuwait dengan empat bank bertotal aset 47,2 miliar dolar AS, Bahrain (sembilan bank dengan aset 33,58 miliar dolar) dan Qatar (tiga bank dengan aset 20 miliar dolar AS). Di peringkat teratas dalam daftar bank terbesar tersebut dipegang oleh Al Rajhi Bank yang memiliki aset 44 miliar dolar AS di akhir semester pertama 2009. Setelah itu diikuti oleh Kuwait Finance House (aset 37,5 miliar dolar AS), Dubai Islamic Bank (23,92 miliar dolar), Abu Dhabi Islamic Bank (15,82 miliar dolar), Emirates Islamic Bank (6,8 miliar dolar), dan Noor Islamic Bank (5,94 miliar dolar AS). Walau krisis keuangan global telah mempengaruhi neraca keuangan sebagian besar bank di seluruh dunua, namun lembaga keuangan Islam relatif tetap bertahan karena menerapkan praktek investasi yang konservatif dan sesuai dengan peraturan keuangan beretika. Menurut lembaga pemeringkat Standard&Poor's krisis likuiditas dan perlambatan ekonomi yang terjadi telah berdampak besar terhadap performa sejumlah lembaga keuangan terkemuka di seluruh dunia. Namun Standard&Poor's menyatakan bahwa lembaga keuangan Islam yang tak berinvestasi di kelas aset berbahaya seperti layaknya banyak bank konvensionall membuatnya cukup aman dari krisis.zawya/gie/kpo http://zanikhan.multiply.com/profile

