By Republika Newsroom

Jumat, 04 September 2009
JAKARTA--Kebutuhan industri
keuangan syariah akan sumber daya manusia berkualitas mendorong sejumlah
perguruan tinggi untuk membuka program studi maupun jurusan ekonomi Islam. 

Wakil Ketua Dewan Pakar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Veithzal Rivai, 
mengatakan
setidaknya ada enam perguruan tinggi yang saat ini sedang mengajukan izin ke
Departemen Pendidikan Nasional untuk membuka program studi ekonomi Islam.

Veithzal mengungkapkan enam perguruan tinggi yang mengajukan izin Depdiknas dan
telah mendapat rekomendasi IAEI diantaranya adalah STIE Ahmad Dahlan,
Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, Universitas Muhammadiyah Surakarta,
Universitas Muhammadiyah Malang. 

“Selain itu di bulan ini insya Allah juga ada dua perguruan tinggi di Sumatera
Tengah yang ingin buka program studi ekonomi Islam,” kata Veithzal kepada 
Republika di Jakarta,
Jumat (4/9). 

IAEI mendapat kepercayaan dari Menteri Pendidikan Nasional, Bambang Sudibyo
untuk memberikan rekomendasi bagi perguruan tinggi yang tertarik membuka program
studi ekonomi Islam.

Dengan semakin banyaknya perguruan tinggi yang membuka program studi ekonomi
Islam, tambahnya, diharapkan akan dapat memenuhi kebutuhan SDM industri
keuangan syariah di masa mendatang. Apalagi dengan berkembangnya industri
perbankan syariah baik hadirnya sejumlah bank syariah baru maupun perkembangan
dari uni t usaha syariah.

Di sisi lain, kata Veithzal, dengan bertambahnya program studi ekonomi Islam ia
tak menampik secara otomatis kebutuhan dosen ekonomi Islam juga bertambah. 
“Untuk
itu IAEI akan memberi training of trainers bagi para dosen baik rumpun keuangan
dan manajemen ekonomi Islam,” ujar Veithzal. 

Saat ini pun sejumlah perguruan tinggi telah mengirimkan para dosennya untuk
mempelajari ekonomi Islam baik di dalam maupun luar negeri. gie/taq
 http://zanikhan.multiply.com/profile



      

Kirim email ke