*Liputan6.com, Jakarta:* Membengkaknya dana talangan kepada Bank Century
melalui Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) terus menjadi sorotan. Dana yang
sedianya hanya sebesar Rp 1,7 triliun membengkak menjadi Rp 6,7 triliun.
Beberapa pihak menyebut langkah ini merupakan langkah istimewa dibanding
perilaku kepada bank lain yang pernah mengalami kesulitan likuiditas.
Akibatnya, langkah pemerintah dan Bank Indonesia tersebut terus mendapat
kritikan.

Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier menyebut, masalah Bank Century bukan
kesalahan sistemik. "Saya mengira BI ini cuma ketakutan. Kalau dibilang
kegagalan sistemik, yang gagal sistemiknya justru APBN-nya karena dirongrong
terus seperti ini," jelas Fuad di Jakarta, Rabu (2/9).

Bahkan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berjanji menuntaskan segera masalah
ini. "Justru itu yang mau kita cari apa yang terjadi di Bank Century," ujar
Ketua BPK Anwar Nasution di tempat terpisah.

Pemerintah dan Bank Indonesia memandang perlu penyelamatan Bank Century guna
menyelamatkan perekonomian. "Melalui analisa dan fakta dan berbagai
informasi dianggap bisa berdampak sistemik, konsekuensinya kita tak bisa
menutup bank itu (Bank Century)," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani
Indrawati saat rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR kemarin.

Sementara itu, Pjs. Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution menyatakan,
salah satu alasan Bank Century menjadi istimewa karena jika dibiarkan mati
akan ada 23 bank lain ikut kena dampaknya. Di sisi lain Bank Century--hasil
merger tiga bank--memang kinerjanya membaik setelah diambilalih LPS


-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal-alboncelli.blogspot.com/
FS: [email protected]
mobile: 021 950 42948

Kirim email ke