Centuri, Centuri, Centuri,..

Mungkin saat ini, engkau harus segera tersingkirkan!!!

Namun, siapakah yang harus dipersalahkan dalam skandal
Centuri ini???

Apakah SBY??, Yusuf kalla??, Budiono??, Srimuryani??, BI??, LPS??
atau justru 3 orang yang dianggap telah membawa kabur uang nasabah??,… atau
SIAPA????

Mudah2n masalah ini segera terselesaikan,..

Namun apakah dengan disingkirkannya Centuri, itu adalah hal
yang paling bijak???

Lantas siapa yang akan bertanggung jawab terhadap uang
nasabah yang terlanjur hilang tanpa proses yang jelas???

Siapa pula yang akan bertanggung jawab terhadap para nasabah
yang terlanjur gila karena century???

Bagaimana Indonesia mengatasi ini???

Apakah LPS harus kasih dana bailot lagi???

Bukankan dana bailot yang sudah terlanjur diberikan juga
tidak bisa dikembalikan lagi!!!

Coba teman2 kritisi, 

Ini adalah masalah kita bersama,..

Karena mahasiswa memang harus peka, kritis dan solutif terhadap
gejolak yang terjadi pada bangsa ini,..

==================================================================================

Oya, dengar2 saham terbesar Centuri itu adalah milik Malaisia!!!

Apa benar??? (maaf klo salah)



Klo benar, ngapain
Indonesia harus pusing2,.. harusnya kan malaisia yang pusing dan bertanggung
jawab atas skandal Centuri ini!!!

Muflikha “ZAHRA” Dwi Hartanti  ForSEI UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta  Mobile : 
085292747168  Email   : [email protected]  SEMANGAT!!!  PRIBADI 
TANGGUH,.PANTANG MENGELUH!!!  ALLAHU AKBAR!!!  

--- Pada Jum, 11/9/09, M Andrio <[email protected]> menulis:

Dari: M Andrio <[email protected]>
Judul: Re: {FoSSEI} Penyelamatan Bank Century Langkah Sia-Sia
Kepada: [email protected]
Tanggal: Jumat, 11 September, 2009, 7:02 AM






 




    
                  iya akh.
bisnya kasus bank century murni kejahatan sich

From: Farizal FoSSEI <fari...@fossei. org>
To: fos...@yahoogroups. com; alumni-muslim49@ googlegroups. com
Sent: Wednesday, September 9, 2009 10:30:43 PM
Subject: {FoSSEI} Penyelamatan Bank Century Langkah Sia-Sia








 

    
                  Andai aja dana yang di bailout itu bwt bikin kegiatan oleh 
FoSSEI, yakin dah market share bank syariah bakalan jadi 10% hwehehehe... .


------------ --------- --------- --------- --------- --------
Penyelamatan Bank Century Langkah Sia-Sia

Langkah penyelamatan PT Bank Century Tbk (BCIC) oleh Lembaga Penjamin
Simpanan (LPS) dinilai merupakan langkah yang sia-sia. Toh, LPS tetap
harus menggelontorkan dana Rp 4 triliun untuk membayar deposito jatuh
tempo.
 
 Demikian disampaikan analis pasar modal Yanuar Rizky saat berbincang-bincang 
dengan detikFinance , Minggu (30/8/2009).
 

"Jika terkait risiko sistemik, toh sama saja deposan-deposan besar
tetap saja menarik dananya di Century dan mengakibatkan LPS harus
mengeluarkan dana yang besar," ujarnya.
 
 Menurut Yanuar,
pengambilalihan Century oleh pemerintah melalui LPS tidak memiliki
konsep yang jelas dan akan menimbulkan kerugian yang cukup besar. Dana
yang dikeluarkan LPS dalam upaya penyehatan Century yang mencapai Rp
6,77 triliun dapat dipastikan tidak akan bisa kembali.
 
 Sebagai
catatan, LPS telah menyuntikan dana kepada Bank Century sebanyak empat
kali yakni pada tanggal 21 November 2008 sebesar Rp 2,77 triliun,
tanggal 5 Desember sebesar Rp 2,20 triliun, tanggal 3 Februari 2009
sebesar Rp 1,15 triliun dan tanggal 21 Juli 2009 sebesar Rp 630 miliar
maka total penyertaan modal LPS terhadap Century sebesar Rp 6,77
triliun.
 
 Bank Indonesia (BI), LPS dan Menkeu berkali-kali
mengatakan bahwa suntikan LPS ke Century merupakan suatu langkah
penyelamatan untuk mencegah dampak sistemik dari masalah Century.
Hingga saat ini, tidak ada kejelasan soal definisi sistemik tersebut.
 

Yanuar juga mengatakan, kalau suntikan LPS ke Century bertujuan
mencegah terjadinya penarikan dana masyarakat akibat kepanikan (rush),
maka langkah yang dilakukan LPS tidak tepat. Buktinya, setelah
menyuntikkan dana sebesar Rp 2,77 triliun, LPS masih harus menambah
suntikan sebesar Rp 4 triliun guna membayar deposito-deposito yang
jatuh tempo.
 
 Artinya, upaya LPS mempertahankan
deposan-deposannya tidak lari gagal. Menurut Yanuar, langkah DPR RI
meminta BadanPemeriksa Keuangan (BPK) melakukan audit terhadap suntikan
tersebut sangat tepat. "Penyertaan modal Rp 6,77 triliun itu akan
menimbulkan kerugian yang besar," jelasnya.
 
 Yanuar menyarankan
agar fokus audit BPK adalah menelusuri kemungkinan keterkaitan antara
suntikan tersebut dengan dana-dana deposan besar yang ada di Century.
Boleh jadi, suntikan LPS memang hanya untuk menyelamatkan dana para
deposan besar di Century.
 
 "Jika terjadi dapat disinyalir bahwa
ada sesuatu yang tidak sesuai, LPS melakukan penyertaan modalnya memang
hanya untuk mereka," katanya.
 
 BPK, lanjut Yanuar, akan dapat
membuktikan kepada publik bahwa pemberian dana talangan apakah dapat
dijustifikasi dan benar-benar diperlukan untuk mencegah terjadinya
risiko sistemik dan bukan untuk menolong para deposan besar.
 

"Melalui penyertaan modal yang besar ini, LPS akan menderita real loss
(kerugian nyata) bukan lagi suatu potensial loss (kemungkinan kerugian)
karena memang terlihat mereka sudah rugi. Mungkin nanti jika Century
dijual, harganya sama dengan harga dari penjualan ijin saja," paparnya.
 

Menurut Anggota Komisi XI DPR, Dradjad Wibowo, dengan jumlah modal Bank
Century yang sekarang hanya sebesar Rp 500 miliar, maka pada batas
waktu penjualannya yaitu 2011, harga jual sahamnya hanya sekitar Rp
1,5-2 triliun saja. Lebih rendah dari total suntikan dana LPS yang
sebesar Rp 6,7 triliun.
 
 "Dugaan saya hanya Rp 1,5 triliun
sampai Rp 2 triliun nilai sahamnya. Kan LPS harus mendivestasi saham
Century paling lambat 3 tahun yaitu November 2011 paling lambat,
artinya dengan ekuitas seperti ini yang sekarang Rp 500 miliar kalau
November itu akan bisa dijual Rp 1,5 triliun sampai Rp 2 triliun
artinya LPS akan rugi sampai Rp 4,5 sampai Rp 5 triliun," tegas Dradjad.
 

Untuk diketahui, LPS telah menyalurkan dana selama sembilan bulan
terakhir sebesar Rp 7,3 triliun. Terdiri dari Bank Century sebesar Rp
6,77 triliun, BPR Tripanca sebesar Rp 350 miliar dan Bank IFI sebesar
Rp 170 miliar. (dru/dro)
                

-- 
FARIZAL ALBONCELLI
Blog: http://farizal- alboncelli. blogspot. com/
FS: [email protected]

mobile: 021 950 42948


 

      


        
        




      
 

      

    
    
        
         
        
        








        


        
        


      Selalu bisa chat di profil jaringan, blog, atau situs web pribadi! Yahoo! 
memungkinkan Anda selalu bisa chat melalui Pingbox. Coba! 
http://id.messenger.yahoo.com/pingbox/

Kirim email ke