http://zanikhan.multiply.com/profile



By Republika Newsroom
Minggu, 04 Oktober 2009
BEIJING--Beberapa negara di dunia sudah mulai mengembangkan sistem
keuangan syariah, Cina pun menjadi negara yang dinilai dapat menjadi
salah satu pasar keuangan syariah terbesar. Dengan besarnya jumlah
populasi muslim dan perekonomian yang terus tumbuh, pasar ritel
perbankan syariah di negara tersebut pun sudah tersedia.

Direktur
Investasi Syariah Prudential, Zulkifli Ishak mengatakan Cina memiliki
potensi mengembangkan industri keuangan syariah karena memiliki jumlah
penduduk yang besar. “Cina adalah raksasa yang sedang tertidur untuk
pasar perbankan syariah, seperti halnya dengan Indonesia,” kata
Zulkifli. 

Pasalnya Cina tercatat memiliki populasi muslim
sekitar 37 juta jiwa. Ia menambahkan jika industri keuangan syariah
dapat merambah ke Cina, terutama Xinjiang, maka potensi untuk
berkembangnya industri nonribawi ini akan semakin besar. Industri
perbankan syariah terus tumbuh di negara-negara seperti Kazakhstan dan
Srilanka.

Meski demikian, tambahnya, untuk mengimplementasikan
sistem keuangan syariah di negara berpenduduk lebih dari 1 miliar ini,
pemerintah Cina harus mengamandemen peraturan pajaknya terlebih dulu.
“Regulator di Cina harus memperhatikan isu pajak dulu, Setelah mereka
melakukan itu, peluang bagi industri keuangan syariah untuk tumbuh akan
lebih besar,” kata Zulkifli.

Pada 2006 bank asal Bahrain Shamil
Bank menargetkan investasi dana sebesar 51 juta dolar AS untuk sektor
real estate di Cina. Ekonomi Cina tumbuh 7,9 persen di kuartal dua,
naik dari pertumbuhan di kuartal pertama yang sebesar 6,1
persen.rtr/gie/kpo

 http://zanikhan.multiply.com/profile


      

Kirim email ke