By Republika Newsroom Selasa, 06 Oktober 2009 JAKARTA--Dalam waktu satu bulan jumlah nasabah pembiayaan bank syariah melonjak drastis. Berdasar data statistik Bank Indonesia per Agustus jumlah nasabah pembiayaan mencapai 2.034.136 orang, sementara bulan sebelumnya sebanyak 644.195 nasabah. Namun pertumbuhan pembiayaan relatif stabil seperti bulan-bulan sebelumnya selama 2009, dengan pertumbuhan Rp 1 triliun per bulan.
Menurut Kepala Divisi Riset dan Manajemen Proyek Karim Business Consulting, Alfi Wijaya, peningkatan jumlah nasabah tersebut bisa disebabkan meningkatnya penyaluran pembiayaan perbankan syariah ke sektor mikro dan konsumtif. “Mungkin ada bank yang baru membuka mikro dan eksekusinya terjadi di bulan itu sehingga terjadi peningkatan jumlah nasabah,” kata Alfi kepada Republika, Selasa (6/10). Selain itu faktor lainnya perbankan semakin meningkatkan kerja sama dengan lembaga keuangan lain untuk penyaluran pembiayaan, seperti misalnya perusahaan pembiayaan atau koperasi. “Untuk penambahan jumlah nasabah ritel yang besar perlu dilihat apakah terjadi penambahan jaringan atau SDM yang besar, jika tidak ada penambahan signifikan berarti perbankan menjalin kerja sama atau membuka unit mikro untuk menyalurkan pembiayaan,” jelas Alfi. Dalam hal ini, lanjutnya, perbankan juga dapat bekerja sama dengan developer rumah atau ormas besar. Dengan kerja sama tersebut dan mengumpulkan nasabah kolektif menjadikan penyaluran pembiayaan perbankan menjadi efektif dan efisien. Di Agustus jumlah kantor bank syariah bertambah 12 unit sementara jumlah SDM bertambah 182 orang. Walau terjadi peningkatan jumlah nasabah, pertumbuhan pembiayaan sama seperti bulan sebelumnya karena penyaluran pembiayaan mikro yang memang berjumlah kecil mulai dari Rp 1 juta hingga Rp 500 juta. Tercatat pembiayaan per Agustus sebesar Rp 43,8 triliun dan Juli Rp 42,8 triliun. Berdasar golongan pembiayaan per Agustus UKM sebesar Rp 31,9 triliun dan non UKM Rp 11,9 triliun. gie/taq http://zanikhan.multiply.com/profile

