Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu mema`lumkan: “Sesungguhnya jika kamu
bersyukur, pasti Kami akan menambah (ni`mat) kepadamu, dan jika kamu
mengingkari (ni`mat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih”. (qs.
Ibrahim: 7)

Seseorang yang bershodaqoh tentu merasa bahwa Allah telah memberi dirinya
rizqi yang banyak, cukup untuk dirinya, keluarga dan dapat dibagi untuk
orang lain yang membutuhkan. Seakan dia berkata, “Terimakasih wahai Allah!
Sungguh Engkau telah memberi aku rizqi yang banyak hingga aku bisa
bershodaqoh.”

Adapun orang yang bakhil tentu merasa bahwa rizqi yang Allah beri adalah
terlalu sedikit untuk dibagi. Ini adalah bukti atas pengingkarannya
(kekufurannya) terhadap rizqi dan ni’mat yang Allah beri. Seakan dia
berkata, “Ya Allah! Rizqi dariMu ini sangat sedikit untuk dibagi dengan
orang lain.”

Maka orang yang bershadaqoh itu adalah orang yang bersyukur dan akan
mendapatkan tambahan ni’mat dari Allah di dunia dan akhirat. Adapun orang
yang bakhil lagi kufur, maka Allah mengancamnya dengan siksaan.

Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan
membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka Kami kelak akan menyiapkan
baginya jalan yang mudah. (Al-Lail: 5-7)

Sebaliknya, jika kita bakhil, maka Allah akan menyiapkan bagi kita jalan
yang sukar. Sukar di sini tidak selalu sukar penghidupan. Bisa saja
ekonominya mapan, tetapi kita mudah sekali berbuat ma’siat dengan fasilitas
yang disediakan itu. Sedangkan ma’siat itu akan menjadi jalan yang sukar
bagi kita di akhirat. Bahkan sukarnya akibat ma’siat itu dapat dirasakan
juga di dunia dengan adanya berbagai mushibah seperti anak yang durhaka,
sakit yang berat, dlsb.

Adapun mereka yang senang bersyukur dengan cara bershodaqoh, maka bagi
mereka ada kemudahan kepada jalan yang mudah. Mudah di dunia dan juga di
akhirat. Mudah beribadah, punya lingkungan yang baik, keluarga yang baik,
dijaga dari mushibah, dlsb.

*Manfaat & Bentuk Shodaqoh*

Manfaat dari bershodaqoh ini dapat dirasakan di dunia dan juga di akhirat.
Allah berjanji akan mencukupkan penghidupan seseorang yang bershodaqoh
setiap hari. Dan Nabi telah mengajarkan kita agar bershodaqoh setiap hari di
dunia ini. Orang yang bershodaqoh akan diampuni dosa-dosanya dan dilindungi
dari api neraka.

Wahai bani Adam, berinfaqlah (di jalan-Ku), niscaya Aku menafkahimu. (Hadits
Qudsi)

Diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a katanya: Nabi s.a.w telah bersabda:
Pada setiap hari yang terbit padanya matahari terdapat sedekah di setiap
sendi manusia. Seterusnya baginda bersabda: Berlaku adil di antara dua orang
manusia adalah sedekah, membantu seseorang naik ke atas binatang
tunggangannya atau mengangkatkan barang-barangnya ke atas belakang binatang
tunggangannya juga adalah sedekah. Rasulullah s.a.w bersabda lagi: Perkataan
yang baik adalah sedekah, setiap langkah menuju sembahyang adalah sedekah
dan membuang sesuatu yang berbahaya di jalan adalah sedekah (HR. Bukhori,
Muslim)

Jagalah dirimu dari api neraka walau hanya dengan sebuah kurma. (Al-Hadits)

Bershodaqah bisa dengan apa saja. Dengan sebuah kurma, sepotong roti, uang
seribu rupiah, menunjukkan jalan, membantu seseorang mengangkat barang,
memungut/menyingkirkan duri dari jalanan, bahkan menafkahi anak dan istri.

Diriwayatkan daripada Abu Mas’ud al-Badri r.a katanya: Nabi s.a.w bersabda:
Sesungguhnya seorang muslim itu apabila memberikan nafkah kepada keluarganya
dan dia mengharapkan pahala darinya, maka nafkahnya itu dianggap sebagai
sedekah. (HR. Bukhori, Muslim)

Ingatlah bahwa “Kullu ma’rufin shodaqoh” setiap kebaikan itu merupakan
shodaqoh.

Salam Shodaqoh [?]

Source: *http://artikelislami.wordpress.com*

Bagi rekan-rekan yg ingin bershodaqoh dengan memberikan Kartu Asuransi
Kesehatan Syariah bagi keluarga atau yg membutuhkan bisa menghubungi:

Ibnu, 0274-925-6871 atau email: [email protected]

<<328.png>>

Kirim email ke