OK.
Semoga makin barakah dan manfaat.

Saya suka heran, misalnya bank syariah ni mengharamkan bunga, namun masih 
melibatkan diri, melirik, bahkan mengacu pada suku bunga. Dan itu tidak mungkin 
tidak dilakukan oleh bank syariah mana pun. Ini tantangan serius bagi otak saya 
dan mungkin rekan2 semua. Memang, tidak mungkin praktek ekonomi islam bisa 
sesuai konsep, untuk saat ini. Maksud saya, janganlah merasa paling tidak 
haram, sementara bank syariah (ekonomi Islam) masih wajib melakukan yang haram.

SDM laen hal. Masih kalah jauh dengan keseriusan berbisnis (baca: bermuamalah 
deh.. hehe) dari rekan kita non muslim, atau rekan muslim yang bukan penggiat 
ekonomi islam. Saya pernah kerja di perusahaan yang merupakan bagian kecil dari 
raksasa/kerajaan bisnis non muslim, lumayan tau cara bermuamalah mereka. 
Sekarang pun begitu. Tempat kerja sekarang serius ingin menjadi Excellent 
Center untuk Islamic Banking di Asia Tenggara. Partner yang digandeng untuk 
menyediakan aplikasi CBS bank syariah gak maen2, Nomor 1 di dunia 4 tahun 
berturut2, dengan klien lebih dari 600 bank menyebar di semua benua (terbanyak 
di Eropa), klien bank syariah ada juga di Timur Tengah dan Afrika. Di 
Indonesia, dua BUS milik BUMN lagi implement.

Dari segi teknologi? Hmmm... Berbagai survey membuktikan bahwa sebagian besar 
orang memilih bank adalah karena counter yang dekat, layanan bagus, nyaman, 
teknologi yang memudahkan, dan aman. Coba lihat penyedia teknologi aplikasi 
core banking system untuk bank syariah. Pemain besarnya pasti non muslim. 
Bahkan yang worldwide. Sudahkan temen2 FoSSEI terpikir untuk merambah dunia IT? 
Atau temen2 menganggap itu gak penting?

Mungkin yang praktisi bank pada tahu betapa pentingnya aplikasi CBS dalam 
menerjemahkan jurnal2 akuntansi syariah. Semua transaksi, semua fitur produk, 
diterjemahkan oleh aplikasi tersebut, dan yang atur parameternya adalah 
manusia. Juga untuk keperluan Switching, Interfacing, dll.

Klo masalah aqidah akhlaq syariah ibadah muamalah, yakin deh, temen2 FoSSEI 
ahlinya.. :-)

Kita tunggu sumbangsih FoSSEI agar praktek Ekonomi Islam sesuai konsep.

Regards,
Ahmad Ifham Sholihin, S.Psi.
http://anabatic.co.id dan http://temenos.com 
- Ini Lho, Bank Syariah! (Grafindo Media Pratama, September 2008)
- Buku Pintar Ekonomi Islam (Gramedia Pustaka Utama, Januari 2010)
- Kompilasi Regulasi Bank Syariah (Gramedia Pustaka Utama, Januari 2010)




________________________________
From: Willy Mardian <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Fri, November 6, 2009 8:58:01 AM
Subject: Bls: {FoSSEI} Sumbangsih FoSSEI untuk PRAKTEK Ekonomi Islam?

  
Bismillah 

dari FoSSEI sendiri sudah banyak kegiatan dan aksi yang dilakukan sehubungan 
dengan perjalanan membumikan ekonomi Islam sendiri. mulai dari KAMNAS hingga 
kerja sama barengan dengan sejumlah stakeholder Ekonomi Syariah Nasional. saya 
kira, dengan belajar yang benar dan pemahaman yang kutan akan mudah mendeteksi 
mana yangs alah dan keliru dalam praktik. kalau saya meilhatnya bukan dari 
gfakta adanya gap tapi diseleubung itu mengapa harus ada gap. seperti anda 
kethaui perjalanan Ekonomi Islam dengan ditandai berdirinya Bank Muamalat dan 
BMT2 di seluruh Indonesia adalah praktiknya namun tahukah anda kalau baru-baru 
ini saja gencar disosialisasikan Edukasi Ekonomi islam untyuk sumber daya 
manusia yang akan mengisis sistem ekonomi Islam itu sendiri. sehingga tak perlu 
heran mengapa ada gap, karena sumber daya insani yang selama ini banyak bekerja 
di bank konvensional berdasarkan convert dari tenaga kerja bank konvensional 
lain sehingga bmasih banyak yang rancu
 ketika mereka menawarkan produknya. 

FoSSEI kedepan akan merilis proyek desa binaan dan kaderisasi yang berbasis 
keilmuan lebigh mendalam. seperti yang sudah di bahas di RAPIMNAS FoSSEI di 
Semarang, 

--- Pada Kam, 5/11/09, Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com> menulis:


>Dari: Ahmad Ifham <ahmadif...@yahoo. com>
>Judul: {FoSSEI} Sumbangsih FoSSEI untuk PRAKTEK Ekonomi Islam?
>Kepada: fos...@yahoogroups. com
>Tanggal: Kamis, 5 November, 2009, 4:13 PM
>
>
>  
>Dear All,
>Rekan-rekan semua adalah akademisi (beberapa jadi praktisi) Ekonomi Islam, 
>pasti punya kapasitas tak diragukan dalam hal konsep keilmuan Ekonomi Islam. 
>Saya sangat berharap ada sumbangsih konkret dari FoSSEI, entah itu kajian, 
>entah pemantauan, entah forum apa gitu yang intinya memberikan andil 
>signifikan agar Praktek Ekonomi Islam sesuai Konsep yang rekan-rekan ketahui. 
>Biar nantinya Ekonomi Islam bisa membumi. Kalau itu udah dilakukan, mohon 
>di-share. Klo ternyata udah diposting, mohon dishare ulang (maaf jika kelupaan 
>gak baca).
> 
>Anggapan bahwa beberapa produk bank syariah adalah pada prakteknya ya sama 
>kayak konvensional namun dikemas Islami, ini gak bisa dielak. Terjadi di 
>beberapa produk.
> 
>Saya juga lumayan gemes dengan istilah pajak ganda pada murabahah. Setahu 
>saya, orang2 pajak tidak akan mengenakan pajak ganda pada satu transaksi jual 
>beli. Yang ada kan transaksi murabahah mengharuskan adanya 2 kali jual beli. 
>Kalau praktisi bank syariah minta agar murabahah diperlakukan sebagai produk 
>bank yang hanya dikenakan 1 kali pajak, jadi aneh. Kenapa bukan akadnya aja 
>yang diubah? --saya bayangin ketika saya jadi orang Pajak, saya bisa ngetawain 
>bank syariah-- Ketika saya confirm ke seorang ahli ekonomi islam, beliau 
>bilang: "lihat kondisi perbankan syariah di negara2 maju seperti Inggris, 
>Malaysia, semua begitu. Silahkan anda kuliah S2, klo perlu ke luar negeri."
> 
>Iya deh, saya akan cari beasiswa nih. Sekalian tolong info kalo ada perguruan 
>tinggi yang bisa kasih beasiswa S2 Ekonomi Islam dg S1 Psikologi. Makasih ya.
> 
>Regards,
>Ifham
> 
> 

________________________________
Apa dia selingkuh? 
Temukan jawabannya di Yahoo! Answers! 



      

Kirim email ke