By Republika Newsroom Jumat, 27 November 2009 JAKARTA--Banyak negara di Eropa menyiapkan dirinya menjadi pusat keuangan syariah. Luxembourg pun dinilai dapat menjadi salah satu negara potensial di Eropa yang dapat menjadi hub keuangan syariah. Luxembourg Pricewater Cooper (PWC) dalam suatu laporannya mengatakan, keuangan syariah adalah ceruk bisnis penting bagi negara dengan luas 2586 kilometer persegi ini. Pasalnya sekitar 16 sukuk saat ini terdaftar di Bursa Efek Luxembourg.
Sebagai contoh sukuk Petronas senilai 1,5 miliar dolar AS yang diterbitkan pada Agustus 2009 terdaftar di Luxembourg. Selain itu juga terdapat 31 dana investasi syariah, terutama ekuitas global dan dana real estate yang terdaftar di negara itu. Dalam laporannya, PWC menekankan target reksadana syariah Luxembourg di masa mendatang seharusnya adalah investor Eropa. Meski tak dapat dielakkan harus ada edukasi terlebih dahulu mengenai produk keuangan syariah untuk dapat menarik investor tersebut. Di Eropa setidaknya tercatat terdapat 20-25 juta jiwa umat Muslim. Berbeda dengan regulator di Inggris, Irlandia dan Prancis yang terus mempromosikan negaranya sebagai pusat keuangan syariah dan menjalin kerja sama dengan sejumlah negara Islam, para regulator di Luxembourg belum pernah mendekati negara-negara Muslim seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain dan Malaysia untuk dapat bekerja sama di bidang keuangan Islam. Namun di awal tahun ini Deutsche Bank yang meluncurkan platform syariah bernama Al Mi'yar untuk memfasilitasi sekuritas syariah bekerjasama dengan Luxembourg Financial Group AG yang berperan sebagai manajer investasi. zawya/gie/irf http://zanikhan.multiply.com/profile

