Jika SDM Bank Syariah memiliki percaya diri yg tinggi dan kompetensi yg baik, 
insya Allah mereka akan membuat manuver yg menarik perhatian masyarakat dan 
bank konvensional. 

Mungkin, ucapan Umar menjelang perang bisa dianalogikan, "Aku tidak takut dg 
banyaknya jumlah musuh. Tapi yg aku takutkan adalah jika di antara kalian 
berbuat maksiat"

CMIIW
Sent from my BlackBerry®
powered by Sinyal Kuat INDOSAT

-----Original Message-----
From: Diyah Cute <[email protected]>
Date: Sun, 6 Dec 2009 14:13:30 
To: <[email protected]>
Subject: Re: {FoSSEI} Ekonomi Syariah Tumbuh Jika Dipandang Sebagai Solusi

 di pandang or ga juga,,pada saaat na ekonomi syariah pasti bakal 
tumbuh..optimis sajalah..!!!!

--- On Sun, 12/6/09, Ahmad Ifham <[email protected]> wrote:

From: Ahmad Ifham <[email protected]>
Subject: Re: {FoSSEI} Ekonomi Syariah Tumbuh Jika Dipandang Sebagai Solusi
To: [email protected]
Date: Sunday, December 6, 2009, 1:31 AM







 



  


    
      
      
      "Dipandang sebagai alternatif?" gak salah pandang kok. Memang pada 
kenyataannya bank syariah masih "memposisikan diri" sebagai alternatif. 
 
Regards,
Ifham





From: SADELI ZANIKHAN <sadeli_zani@ yahoo.com>
To: fossei group <fos...@yahoogroups. com>
Sent: Sat, December 5, 2009 3:24:11 PM
Subject: {FoSSEI} Ekonomi Syariah Tumbuh Jika Dipandang Sebagai Solusi

  



By Republika Newsroom
Sabtu, 05 Desember 2009
JAKARTA--Industri keuangan syariah dapat berkembang lebih pesat jika ada 
kesamaan paradigma bahwa ekonomi syariah adalah sebagai suatu solusi. Saat ini 
ekonomi syariah dipandang sebagai sebuah alternatif.

Menurut Ketua Umum Asosiasi Bank Syariah Indonesia, Ahmad Riawan Amin kini 
faktanya pelaku keuangan syariah, regulator dan pemerintah melihat ekonomi 
syariah sebagai alternatif. 

“Saya melihat ekonomi syariah sebagai solusi. Kalau terus melihatnya sebagai 
alternatif maka pertumbuhannya pun tetap seperti sekarang. Misalnya pangsa 
pasar perbankan syariah yang ditargetkan 5 persen tetapi di sisi lain aset 
perbankan konvensional naik terus maka pangsa pasar tidak akan tercapai,” kata 
Riawan di sela Islamic Economics and Finance Vaganza Universitas Trisakti, 
Jumat malam (4/12). 

Di 2010 ia mengungkapkan setidaknya ada potensi pertumbuhan industri
 sebesar 40 persen. Namun untuk mendorong pertumbuhan market share perbankan 
syariah, ia menuturkan bahwa spin off unit usaha syariah (UUS) menjadi bank 
umum syariah (BUS) belum berkontribusi besar bagi pertumbuhan industri 
perbankan syariah Indonesia. 

Menurutnya, pangsa pasar perbankan syariah tergantung pada bank konvensional, 
bukan kepada BUS dan UUS. “Pangsa besar baru tercapai jika Gubernur BI 
menanyakan kepada bank konvensional mengenai target konversi aset bank 
konvensional menjadi syariah dalam 3-5 tahun ke depan,” tandas Riawan.

Untuk mengejar perbankan konvensional diakuinya cukup sulit, karenanya untuk 
mempercepat laju industri perbankan syariah adalah dengan mengonversi bank 
konvensional menjadi syariah. “Dan hal itu tidak dapat dilakukan jika tidak ada 
political will yang didasari kesadaran ekonomi syariah dijadikan sebagai 
tonggak solusi perekonomian nasional jangka panjang,” papar dia. gie/ahi

 http://zanikhan. multiply. com/profile





      

    
     

    
    


 



  






      

Kirim email ke