Negara lain tak hormat sama kita? Hmmmm harusnya kejadian begini jadi masukan 
bagus buat kita semua. Mending koreksi diri sendiri, kenapa sampe ada sebagian 
dari warga negara lain, begitu tak hormat sama kita.

Regards,
Ifham




________________________________
From: shochrul rohma <[email protected]>
To: [email protected]
Sent: Mon, December 21, 2009 8:36:13 AM
Subject: Re: {FoSSEI} Upin dan Ipin : Tontonan Mendidik

  
"the country whose their people are not respect to Indonesian.. sorry with this 
comment ..i cant lie.."
 
waduh..waduh. ..
tak boleh lah..macam tuh...
coba tengok kondisinya langsung di sini
sila diamati..
betul..

--- On Sat, 12/19/09, hendra wijaya <hendra_tashdiq05@ yahoo.com> wrote:


>From: hendra wijaya <hendra_tashdiq05@ yahoo.com>
>Subject: Re: {FoSSEI} Upin dan Ipin : Tontonan Mendidik
>To: fos...@yahoogroups. com
>Date: Saturday, December 19, 2009, 8:45 AM
>
>
>  
>though its a good movie..but it was made from malaysia..the country whose 
>their people are not respect to Indonesian.. sorry with this comment ..i cant 
>lie..
>
>
>
________________________________
 From: Rahmadsyah Mind-Therapist <rahmad.aceh@ yahoo.com. sg>
>To: rahmad...@gmail. com
>Sent: Wed, December 9, 2009 12:41:56 PM
>Subject: {FoSSEI} Upin dan Ipin : Tontonan Mendidik
>
>  
>Assalamu’alaikum wr.wb 
>Shahabat yang baik… 
>Izinkan saya membuka sapaan dimuka dengan doa kebahagiaan dan kesuksesan, bagi 
>kecemerlangan hidup yang prima untuk kita semua. Saya sangat yakin sekarang 
>anda sangat senang, sesenang aktivitas saat ini. 
>  
>Tadi sore jam 3.45 saya tiba di Terimanal bis baranang siang. Mau berangkat ke 
>Lebak bulus. Setelah menunggu selama 15 menit, kemudian bis mulai berangkat 
>menuju tujuannya yaitu terminal lebak bulus. 
>  
>Syukur alhamdulillah di bis tujuan Bogor-Lebak bulus gak ada pengamen. Jadi 
>mau tiduran atau nonton tv menjadi pilihan masing-masing. Saat itu, chanel 
>yang dipilih adalah TPI. Acaranya film upin dan Ipin. 
>  
>Film ini memberikan kesan bagi saya, sehingga menarik fokus saya untuk tetap 
>menyaksikannya terus. Petualangan Upin dan Ipin mengisahkan tentang ”Bajak 
>Laut.” Sebagaimana lazimnya, Bajak Laut erat kaitannya dan berdekatan dengan 
>Harta Karun. Baik kita baca kisah atau petulangan Sinbadpun, juga demikian. 
>  
>Kemudian, tibalah upin dan ipin bersama dengan teman-temannya kesebuah pulau, 
>dipulau tersebut ada gua. Didepan nya ada Makhluk batu Raksasa. Setibanya nya 
>mereka disana, Raksasa tersebut menghentikan perjalanannya anak-anak kecil 
>itu. 
>  
>Raksasa: Kalian pasti ingin mengambil harta karun dalam gua ini kan? Aku 
>adalah penjaga gua ini. Jika kalian ingin mengambilnya, maka lewati dulu aku. 
>Ipin       : Betul...betul. ..betul.. ..betul.. . 
>Upin      : Baiklah kami sanggup. 
>Raksasa  : Bersiaplah kalau begitu.  
>  
>Kemudian Raksasa melangkahkan kakinya untuk menginjak Upin dan teman-temannya. 
>Tapi mereka berhasil menghindar. Upin dkk pun, melempari raksasa dengan kayu. 
>Tapi sia-sia. Ini terus berlangsung. Hingga beberapa saat kemudian, Mei-mei 
>.... 
>  
>Mei-mei  : Hei...Stop.. stop... Bergaduh itu tidak baik. 
>Raksasa: Ha...??? Iya betul, bergaduh itu tidak baik anak-anak. (Sambil 
>menggoyangkan terlunjuknya) kemudian, Raksasa menwarakan. 
>Raksasa :  Bagaimana kalau kita adu kecerdasan. Itu lebih bijak. 
>Teman Ipin: Setuju... karena saya anak pintar. 
>  
>Shahabat yang baik. 
>Sungguh indah dan bijak pesan moral yang disampaikan. Saya membayangkan, jika 
>film anak-anak yang ditayangkan televisi banyak mengandung pesan dan 
>pendidikan. Tentu tontonannya menjadi bermanfaat bagi anak-anak. Sehingga, 
>Semenjak dini, mereka telah mendapatkan pendidikan tentang kebijaksanaan dan 
>akhlaqul karimah. 
>  
>Sementara itu, masih teringat dengan jelas dikepala kita. Upin dan Ipin pada 
>bulan Ramadhan yang lalu. Film kartun ini, begitu eloknya menyampaikan 
>pesan-pesan agama. Bahkan sarat akan syarat sah puasa dan yang berhubungan 
>dengannya. Secara tidak langsung, mengajarkan pembelajaran bagi yang 
>menontonnya. 
>  
>Tentu, orang tua dan yang lebih dewasa menemani adik-adik yang masih kecil, 
>selama mereka menonton acara tersebut. Sehingga makna-makna tersirat tidak 
>salah tafsir. Seperti film ini. Dari pada berkelahi, lebih bijak beradu ilmu. 
>Tentu saya setuju, bahwa ilmu (kecerdasan) mendapatkannya, bukan untuk diadu. 
>Makna lainnya. Bila sedang marah, kesal, atau hal lain. Tetap gunakanlah akal 
>yang jernih. Gunakan kecerdasan Otak, bukan mengandalkan otot. (Wallahu’alam) 
>  
>Kemudian mereka sepakat adu teka-teki. Raksasa, memulainya dengan : 
>Pertanyaan, ”Gajah terbang meningalkan apa ?”Anak kecil itu bingung, mereka 
>saling bertanya satu sama lain.”gajah terbang, meninggalkan apa?”. Tiba-tiba 
>majulah ipin dengan jawaban ”Gajah terbang meninggalkan , Tidak 
>mungkinnya”.”betul sekali kamu.” Kata Raksasa. Akhirnya Upin, Ipin dan 
>teman-temannya memenangkan adu kecerdasan tersebut.  
>  
>Bogor 8 Desember 2009
>
> 
________________________________
 RAHMADSYAH
>Motivator&Mind-Therapist I 081511448147 I Master PractitionerNLP 
>Hypnotherapist I YM ; rahmad_aceh Iwww.facebook. com/rahmadsyah
>________________________________
 www.rahmadsyahnlp. blogspot. com
> 
________________________________
 
> 
>________________________________
 Importing contacts has never been easier..
>Bring your friends over to Yahoo! Mail today!
>
>

  


      

Kirim email ke