By Republika Newsroom
Rabu, 23 Desember 2009

JAKARTA--Untuk mengembangkan ekonomi syariah tak hanya membutuhkan dorongan 
dari masyarakat, tetapi juga adanya political will pemerintah. Namun walau 
Presiden Yudhoyono telah menyebutkan ekonomi syariah sebagai agenda nasional, 
implementasinya belum terlalu terlihat, kecuali sejumlah departemen yang telah 
mengembangkan keuangan syariah.

Terkait realitas tersebut Departemen Kemitraan Lembaga Negara, Partai Politik 
dan Ormas MES mengambil sikap perlunya sebuah komunikasi dalam pengembangan 
ekonomi syariah yang tak harus bersifat menunggu kebijakan dari Presiden. Namun 
bagaimana mengefektifkan peran komunikasi dengan partai-partai politik yang ada 
dalam DPR mapun DPRD selama ini.

Menurut anggota Departemen Kemitraan Lembaga Negara, Partai Politik dan Ormas 
MES, Agus Yuliawan, hal tersebut cukup penting. Pasalnya jika dilihat dari 
program-program pengembangan ekonomi di partai politik yang ada selama ini 
sangat sedikit mencantumkan kalimat ekonomi syariah sebagai strategi perjuangan 
ekonomi partai.

"Wajar jika partai politik yang ada selama ini tak mampu berbicara tentang 
kebijakan pengembangan ekonomi syariah dikarenakan garis politik partai hanya 
sedikit dan bahkan tak ada membicarakan sama sekali tentang pengembangan 
ekonomi syariah. Realitas tersebut harus dijawab segera oleh MES dalam 
menjalankan strategi road map ekonomi syariah," ujarnya, Rabu (23/12).

Menurut Agus, peluang dalam menjalin komunikasi dengan partai-partai politik 
dalam mensosialisasikan ekonomi syariah masih berpeluang lebar. Apalagi, 
tambahnya, saat ini beberapa partai politik telah memiliki celah dan ruang 
untuk ekonomi syariah masuk dan menjadi garis politik partai. Ia mencontohkan 
di PDIP ada organisasi Baitulmuslimin (Bamus), Partai Demokrat ada komunitas 
Dzikir SBY, PAN ada komunitas kewirausahaan lembaga keuangan mikro. "Melalui 
pintu-pintu komunitas itulah ada celah untuk memasukkan ekonomi syariah sebagai 
bagian dari perjuangan ekonomi partai," kata Agus.

Jika peluang itu bisa masuk dalam tubuh partai, lanjutnya, suatu saat nanti ada 
kontrol partai terhadap penyelenggara kekuasaan dalam mengembangkan ekonomi 
syariah selama ini konsisten atau tidak. Untuk mempercepat proses tersebut, 
kata Agus, Departemen Kemitraan Lembaga Negara, Partai Politik dan Ormas MES 
secepatnya akan berkoordinasi dengan para anggotanya dan mencoba untuk 
mengformulasikan partai-partai politik mana yang bisa diajak kerjasama.

Selain partai politik, ujar Agus, lembaga ormas juga akan dirangkul oleh MES. 
Hal ini terkait dengan peran strategis ormas yang memiliki massa karena sejauh 
ini masih sedikit ormas yang memahami tentang ekonomi syariah. "Inilah tugas 
kerja yang harus kami lakukan," tandas Agus. gie/taq


Kirim email ke