By Republika Newsroom Selasa, 22 Desember 2009 JAKARTA--Iklim perekonomian diprediksi akan pulih di 2010, tetapi waktu penerbitan sukuk di 2010 dinilai belum tepat. Pengamat ekonomi syariah, Perdana Wahyu Sentosa, mengatakan saat ekonomi pulih dan terjadi akselerasi ekonomi, maka hal tersebut akan memicu tingkat inflasi.
"Penerbitan sukuk jika nantinya BI rate naik dan inflasi tinggi kurang tepat jika dikaitkan dengan BI rate, karena saat tingkat inflasi terpicu, BI rate juga akan naik. Dalam menentukan fee sukuk juga akan melihat dari BI rate," kata Perdana, Selasa (22/12). Jika BI rate meningkat, tambahnya, maka deposito pun akan meningkat dan nilai par value sukuk akan menurun, sehingga tidak akan menarik investor. Menurutnya untuk 2010 pun investor mungkin akan lebih memilih investasi di ekuitas atau saham. Menurutnya saat ini BI rate pun berada di titik terendah, sehingga saat perekonomian pulih yang diprediksi pada 2010 mendatang, maka BI rate akan dapat naik lagi dan imbal hasil sukuk akan terlihat kurang menarik. gie/taq

