By Republika Newsroom Jumat, 25 Desember 2009 ABU DHABI-–Sejumlah perusahaan, terutama di Timur Tengah, berencana menerbitkan sukuk dalam waktu dekat. Perusahaan-perusahaan itu sekarang tengah berbicara dengan bank investasi untuk penerbitan sukuk yang diperkirakan mencapai total 50 miliar dolar AS.
Penerbitan sukuk yang sempat melorot di 2008 kini mulai menemukan momentumnya. Penerbitan sukuk beberapa waktu belakangan juga menunjukkan tingginya permintaan akan instrumen keuangan syariah karena terjadinya kelebihan permintaan (oversubscribe]. Di Timur Tengah, Saudi Electric Company menerbitkan sukuk sebesar 1,86 miliar dolar AS yang mengalami tiga kali oversubscribe. Sementara sukuk bank sentral Bahrain juga delapan kali oversubscribe. Sukuk senilai 1,25 miliar dolar AS milik Tourism Development and Investment Company yang berbasis di Abu Dhabi juga mengalami oversubscribe enam kali. Pada April tahun ini Indonesia juga emnerbitkan sukuk global sebesar 650 juta dolar AS dan merupakan sukuk berdenominasi dolar terbesar yang diterbitkan di luar negara Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council/GCC]. Standard&Poor's mengindikasikan outlook pasar sukuk akan tetap positif dengan total sukuk yang diperkirakan beredar di pasaran sebesar 50 miliar dolar AS. zawya/gie/irf

